• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tiga Kelompok Murtad setelah Rasulullah Wafat

by Yudi
7 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
pemerintahan abu bakar

Ilustrasi Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PASCA Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, kaum muslimin menghadapi berbagai situasi sulit berupa kemurtadan dan pemberontakan. Fudhail bin Iyadh menuturkan bahwa kelompok murtad terbagi menjadi tiga.

Pertama, kelompok yang keluar dari Islam dan kembali menyembah berhala. Kedua, kelompok yang mengikuti ajaran Musailamah dan Aswad al-Ansi, dua orang yang mengaku sebagai nabi.

BACA JUGA: Cara Menghadapi Kaum Murtad

Ketiga, orang yang menyatakan diri sebagai muslim, namun menolak melaksanakan kewajiban zakat dengan mengatakan bahwa kewajiban zakat hanya diwajibkan ketika Rasulullah masih hidup.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

‘Umar bin Khaththab dan beberapa sahabat mengusulkan kepada Abu Bakar sebagai khalifah Rasulullah agar untuk sementara waktu membiarkan orang-orang yang tidak mau membayar zakat sambil berusaha melunakkan hati mereka hingga iman di dada mereka tertanam dan mau membayar zakat. Namun, usulan tersebut berbeda dengan kebijakan Abu Bakar. Ia berpendapat bahwa orang yang tidak mau membayar zakat harus diperangi.

‘Umar bin Khaththab lantas mempertanyakan keputusan Abu Bakar, seraya mengutip perkatan Rasulullah, “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan ‘Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.’ Jika mereka telah bersyahadat, harta dan darah mereka terjaga dariku untuk ditumpahkan dan dirampas kecuali dengan haknya.”

Abu Bakar dengan tegas menjawab, “Demi Allah, seandainya mereka enggan menyerahkan anak unta yang sebelumnya mereka serahkan kepada Rasulullah, pastilah akan kuperangi mereka atas apa yang mereka lakukan itu. Ketahuilah, zakat itu adalah hak harta. Dan Demi Allah, aku pasti akan memerangi setiap oran yang membedakan antara shalat dan zakat.

Akhirnya, ‘Umar pun membenarkan sikap tegas Abu Bakar lalu berkata, “Akhirnya aku mengerti bahwa Allah telah melapangkan hati Abu Bakar untuk memerangi mereka dan apa yang dia lakukan adalah suatu kebenaran.” ‘Umar kemudian mengutip firman Allah,

Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Umar berkata, “Wahai Abu Bakar, bersikap lemah lembutlah kepada mereka. Hadapilah mereka dengan pendekatan yang baik.”

Abu Bakar berkata, “Wahai ‘Umar, ketika masa jahiliyah engkau adalah orang yang sangat keras, lalu mengapa setelah berislam engkau menjadi lemah?”

BACA JUGA: Tidak Taat Pada Khalifah, Raja Ghassan Ini Pilih Murtad

Abu Bakar melanjutkan, “Wahai ‘Umar, wahyu telah terputus dan agama ini telah sempurna. Apakah aku rela agama ini akan berkurang sementara aku masih hidup.”

Begitu tegas dan kerasnya sikap Abu Bakar sampai-sampai para ulama berkata, “Allah menolong Islam melalui Abu Bakar di hari ketika banyak orang murtad, dan melalui Ahmad bin Hambal di hari ketika terjadi fitnah (khalqul Qur’an). Abu Bakar adalah lelaki yang lemah lembut, namun dalam hal memerangi orang-orang murtad, ia memiliki pendirian yang kokoh. Bahkan lebih keras dan tegas daripada ‘Umar bin Khaththab yang terkenal akan tegas dan kerasnya dalam pembelaan terhadap Allah. []

Sumber: DR. Ahmad Hatta MA., dkk. Januari 2015. The Golden Story of Abu Bakar Ash-Shiddiq. Jakarta Timur: Maghfirah Pustaka.

Tags: murtad
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hukum Malas Mencari Nafkah

Next Post

Kemurahan Hati Aisyah dan Asma

Yudi

Yudi

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.