• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 5 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Terkait Wabah Corona, Amnesty International Ingatkan Cina agar Belajar dari Kematian Dokter Li Wenliang

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Amnesty USA

Foto: Amnesty USA

CINA–Amnesty International mengingatkan pemerintah Cina terkait kebijakannya soal informasi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Seperti diketahui, sebelumnya Cina sempat ‘membungkam’ peringatan bahaya epidemi corona yang dilaporkan dokter Li Wenliang pada Desember 2019 lalu ketika virus itu ditemukan untuk pertama kalinya di wuhan.

Li Wenliang, dilaporkan meninggal pada Kamis (6/2/2020), pukul 21.30 waktu setempat. Dokter yang intensif merawat pasien corona sejak virus itu mewabah, akhirnya tertular. Kabar kematian dokter Li Wenliang pun memicu kesedihan nasional di Cina.

BACA JUGA: Mengaku Terinfeksi Corona, Seorang Wanita Selamat dari Percobaan Rudapaksa

Direktur Regional Amnesty International Nicholas Bequelin mengatakan, kematian Li merupakan alarm tragis dibalik obsesi pemerintah China dalam menekan informasi demi menjaga stabilitas. Dalam hal ini, informasi yang ditekan adalah hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yakni virus corona.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

“Kasus Li Wenliang adalah pengingat yang tragis tentang bagaimana obsesi Pemerintah China akan ‘stabilitas’ mendorong negara ini untuk menekan informasi penting tentang hal-hal yang menjadi kepentingan umum,” kata Bequelin dalam keterangannya, Jumat (7/2/2020).

Bequelin mengatakan, pemerintah China harus belajar dari kasus kematian Li dalam usaha memerangi virus corona. Sebab, apa yang disampaikan Li menyangkut kondisi bahaya bagi banyak orang.

“Tidak ada yang berhak menghadapi pelecehan atau sanksi karena berbicara tentang kondisi bahaya bagi publik, hanya karena hal itu bisa mempermalukan pemerintah,” sambungnya.

BACA JUGA: Video Sepasang Kakek-Nenek Terinfeksi Virus Corona Pegangan Tangan Ucapkan Perpisahan Bikin Sedih

Melansir BBC News, Li Wenliang tertular virus saat bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan. Dalam pos Weibo-nya, Li menjelaskan bahwa pada 10 Januari dia mulai batuk. Hari berikutnya dia demam dan dua hari kemudian dia dirawat di rumah sakit. Dia didiagnosa terjangkit virus corona pada 30 Januari.

Pada bulan Desember 2019, pria berusia 34 tahun itu telah mengirimkan peringatan kepada sesama petugas medis akan virus corona. Ia memperingatkan para petugas medis agar memakai pakaian pelindung untuk menghindari infeksi.

Empat hari kemudian dia dipanggil ke Biro Keamanan Umum di mana dia disuruh menandatangani surat. Dalam surat itu dia dituduh menyebarkan desas-desus yang telah “sangat mengganggu tatanan sosial”. Namun saat wabah virus corona merebak, pihak berwenang setempat kemudian meminta maaf kepada dr. Li. []

SUMBER: BBC

Tags: Amnesty Internasionalcinadokter Li WenliangVirus Corona
Previous Post

Peduli Lingkungan, IJTI Sangkuriang Siap Kerahkan 1.000 Massa Pungut Sampah

Next Post

Hilang dari Layar Kaca sampai Akhirnya Hijrah, Inilah Kisah Chef Haryo

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.