• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Terkait Serangan terhadap Muslim di India, Komisaris PBB: Saya Prihatin

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: 
Borneo Bulletin

Ilustrasi. Foto: Borneo Bulletin

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SWISS–Kepala hak asasi manusia PBB menyatakan “keprihatinan besar” atas undang-undang kewarganegaraan India yang kontroversial dan mengatakan dia khawatir atas laporan tidak adanya polisi dalam menghadapi serangan terhadap Muslim oleh kelompok lain selama kerusuhan komunal yang terjadi baru-baru ini di New Delhi.

Saat berpidato di sesi ke 43 Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, pada Kamis (27/2/2020), Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet menyuarakan keprihatinannya atas serangan terhadap Muslim di New Delhi dan hukum kewarganegaraan India.

BACA JUGA: PM Pakistan: Agenda PM India terhadap Muslim Mirip dengan Nazi Jerman terhadap Yahudi

“Di India secara lebih luas, Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan yang diadopsi Desember lalu sangat memprihatinkan. Orang India dalam jumlah besar, dan dari semua komunitas, telah menyatakan – dalam cara yang sebagian besar damai – penentangan mereka terhadap Undang-Undang (Kewarganegaraan), dan mendukung tradisi sekularisme negara yang panjang,” katanya.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

“Saya prihatin dengan laporan tidak adanya polisi dalam menghadapi serangan terhadap Muslim oleh kelompok lain, serta laporan sebelumnya tentang penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi terhadap demonstran damai,” tambahnya, “Ini sekarang melebar menjadi serangan antar-komunal yang lebih luas. Saya menghimbau semua pemimpin politik untuk mencegah kekerasan.”

Bachelet, seorang mantan presiden Chili, juga menyatakan keprihatinannya atas situasi di Jammu dan Kashmir, India, di mana New Delhi memberlakukan penguncian keamanan dan komunikasi pada Agustus 2019 setelah mencabut status semi-otonomi daerah itu.

Ribuan orang termasuk politisi dan mahasiswa ditahan dan komunikasi ketat serta pembatasan militer diberlakukan untuk mencegah protes.

“Di (Pendudukan) Jammu dan Kashmir, meskipun beberapa pemimpin politik telah dibebaskan dan kehidupan biasa telah kembali normal dalam beberapa hal, 800 orang masih tetap dalam tahanan,” kata Bachelet.

BACA JUGA: Dijaga Polisi, Muslim India Shalat Jumat di Reruntuhan Masjid yang Dirusak Massa

“Sekolah, bisnis dan mata pencaharian telah terganggu oleh kehadiran militer yang terus-menerus, dan tidak ada langkah yang diambil untuk mengatasi tuduhan penggunaan kekuatan yang berlebihan dan pelanggaran hak asasi manusia serius lainnya oleh pasukan keamanan,” tambahnya.

Kepala hak asasi manusia PBB itu mengatakan bahwa sementara layanan internet dan seluler sebagian telah dipulihkan di wilayah yang disengketakan mengikuti perintah dari Mahkamah Agung India, pembatasan yang berlebihan tetap pada penggunaan media sosial. []

SUMBER: TRIBUNE PK

Tags: indiamuslim indiapbb
ADVERTISEMENT
Previous Post

PM Pakistan: Agenda PM India terhadap Muslim Mirip dengan Nazi Jerman terhadap Yahudi

Next Post

Peneliti Buktikan Al-Quran Bisa Sembuhkan Penyakit

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.