• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 22 Maret 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Surat yang Membuat Umar bin Khattab Menangis

by Saad Saefullah
9 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 1 min read
A A
0
Fakta Nabi Adam, Fakta Nabi Saleh, Hijrah Rasulullah, Nabi Sam'un, Nabi Saleh

ABU Ubaidah bin Jarrah gundah. Ada perintah dari orang yang sangat dihormati kaum Muslimin. Juga olehnya. Umar bin Khattab. Sang amirul mukminin memerintahkannya untuk keluar dari negeri Syam.

Tujuan Umar sangat jelas, ia ingin gubernur kepercayaannya jangan sampai tertular oleh wabah sampar yang sangat ganas. Syam waktu itu memang sedang didera penyakit mewabah ini.

“Aku memiliki keperluan yang tak boleh engkau wakilkan kepada siapapun kecuali engkau sendiri yang mendampingiku di sini,” tulis Umar dalam suratnya. “Jika surat ini sampai di tanganmu pada malam hari, segeralah berangkat tanpa menunggu pagi. Dan jika surat ini sampai di tanganmu pada siang hari, segeralah berangkat tanpa menunggu malam tiba.”

Mendapat surat perintah tersebut, Abu Ubaidah tidak berangkat ke Madinah. Ia hanya mengirimkan sebuah surat jawaban.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

“Wahai Amirul Mukminin,” demikian isi surat tersebut dibaca oleh Umar bin Khattab, “aku telah memahami keperluan Anda. Namun aku sedang berada di tengah-tengah kaum muslimin yang sedang ditimpa malapetaka di Syam ini. Tak pantas bagiku menyelamatkan diri sendiri. Aku tak mau meninggalkan mereka hingga Allah menetapkan takdirNya atas diriku dan mereka. Jika surat ini sampai di tangan Anda, bebaskanlah aku dari perintahmu dan izinkan aku tetap tinggal di Syam ini.”

Usai membaca surat tersebut, Umar bin Khattab menangis tersedu-sedu. Sebagian sahabat bertanya,

“Apakah Abu Ubaidah wafat wahai Amirul Mukminin?”

“Tidak… namun kematian itu telah dekat kepadanya,” jawab Umar bin Khattab, masih dengan mata sembab. Basah oleh air mata.

Dugaan Umar benar. Tak lama setelah itu tersiar kabar bahwa Abu Ubaidah wafat tertular sampar. []

Tags: abu bakarABU Ubaidah
Previous Post

Saya Muslim, Saya Tak Punya Tempat di Myanmar

Next Post

Milyader Saudi Ini Sumbangkan 2/3 Hartanya untuk Amal

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.