• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Sudah Diterima di Harvard, Remaja Palestina Ini malah Ditolak Masuk AS

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ismail Ajjawi. Foto: The Times

Ismail Ajjawi. Foto: The Times

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AMERIKA SERIKAT — Ismail Ajjawi (17), seorang pemuda Palestina berusia 17 tahun yang memenangkan beasiswa penuh untuk Harvard ditahan selama delapan jam pada saat kedatangannya di bandara Boston dan kemudian dideportasi dari Amerika Serikat tanpa pernah menginjakkan kaki di kampus bergengsi itu.

Ismail Ajjawi telah dipuji sebagai salah satu murid terbaik di Lebanon untuk penampilannya yang luar biasa dalam sistem ujian nasional, meskipun tumbuh di sebuah kamp pengungsi Palestina di selatan kota Tirus. Setelah unggul dalam ujian terakhirnya, ia memenangkan beasiswa penuh untuk Harvard dari Hope Fund pendidikan, dijalankan oleh amal Amideast yang berbasis di AS. Ismail belajar biologi kimia dan fisik dengan tujuan untuk menjadi ahli bedah.

Dia tiba di Boston pada hari Jumat sebelum dimulainya mahasiswa baru universitasnya. Ismail yang tinggal di Lebanon mengatakan, ia diinterogasi selama berjam-jam ketika tiba di bandara Boston pada Jumat (23/8/2019). Ismail mengatakan petugas imigrasi membatalkan visanya sesudah menggeledah laptop dan telepon genggamnya. Ismail tak diijinkan masuk AS karena petugas keberatan dengan postingan salah satu teman Islami di media sosial.

BACA JUGA: 70 Mustahik Berprestasi akan Peroleh Beasiswa dari AIU Malaysia

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Ismail sendiri menyatakan bahwa posting media sosial itu tak ada hubungan dengannya, tetapi petugas berkeras bahwa ia “tak bisa diizinkan masuk” ke AS.

Juru bicara Customs and Border Protection (CBP), Michael McCarthy, mengatakan keputusan ini dibuat “berdasarkan informasi yang ditemukan pada saat inspeksi yang dilakukan oleh CBP”. Namun, dia menolak berkomentar mengenai kasus Ismail secara spesifik.

Kini Ismail Ajjawi, yang memperoleh beasiswa untuk belajar di AS, telah kembali ke Lebanon sejak peristiwa itu terjadi.

Pihak Universitas Harvard, tempat yang dituju Ismail, mengatakan, “pihak kami bekerja erat dengan pihak keluarga dan pihak berwenang terkait untuk menyelesaikan masalah ini” sebelum perkuliahan dimulai pada tanggal 3 September.

BACA JUGA: Gadis Muslim Ini Menangkan Beasiswa Robotika senilai Ratusan ribu USD

Sebuah lembaga non-profit di Amerika juga menyediakan bantuan hukum kepada Ismail.

Peristiwa ditolaknya Ismail Ajjawi ini berkaitan dengan kebijakan AS soal pendatang. Pada Juni 2019, Kementerian Luar Negeri AS menyatakan hampir seluruh pelamar visa AS harus mengikuti peraturan yang baru. Para pelamar visa harus mencantumkan nama akun media sosial dan alamat surel serta nomer telepon mereka dalam lima tahun terakhir. Pelamar untuk visa diplomatik dan resmi dikecualikan dari aturan baru tersebut.

Pemerintahan Presiden Donald Trump pertama kali mengusulkan hal ini pada bulan Maret 2018. Pihak berwenang saat itu memperkirakan sekitar 14,7 juta orang akan terpengaruh kebijakan itu setiap tahunnya. []

SUMBER: THE TIMES

Tags: Harvardpalestina
ADVERTISEMENT
Previous Post

7 Kota di Dunia yang Ramah Muslim Traveler

Next Post

3 Wanita Muslim Tolak Jabat Tangan Pangeran Norwegia, Picu Perdebatan di Medsos

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.