• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 19 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Strategi ‘Mengerikan’ Cina Turunkan Populasi Muslim Uighur

by Sodikin
6 tahun ago
in Wacana
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: CNN

Ilustrasi. Foto: CNN

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TINGKAT kelahiran di sebagian besar wilayah Uighur di Hotan dan Kashgar anjlok lebih dari 60 persen dari 2015 hingga 2018. Bahkan di seluruh wilayah Xinjiang, angka kelahiran terus anjlok. Pada 2019 anjlok hampir 24 persen. Penurunan angka kelahiran etnis Muslim Uighur ini terjadi karena pemerintah Cina dilaporkan telah menerapkan metode kontrol kelahiran yang dipaksakan termasuk wajib aborsi kepada ratusan ribu perempuan Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

Berdasarkan laporan investigasi Associated Press (AP) yang diterbitkan pada Senin (29/6/2020) mengatakan kebijakan itu bagian dari kampanye pemerintah untuk memangkas tingkat kelahiran di kalangan warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya.

BACA JUGA: Tak Terpengaruh Pandemi Covid-19, Muslim Uighur Bisa Shalat 5 Waktu Berjemaah Tiap Hari 

Beberapa perempuan secara individu telah berbicara sebelumnya tentang pengendalian kelahiran secara paksa. Menurut laporan AP, praktik ini jauh lebih luas dan sistematis daripada yang diketahui sebelumnya.

ArtikelTerkait

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

Ga Bisa Baca Hadist

Gendong Ala Drakor

Laporan investigasi AP diperkuat dengan data statistik pemerintah, dokumen resmi negara dan wawancara dengan 30 mantan tahanan, anggota keluarga dan mantan instruktur kamp penahanan di Xinjiang.

Kampanye selama empat tahun terakhir di wilayah barat Xinjiang mengarah pada apa yang oleh beberapa ahli disebut sebagai “genosida demografis.”

Otoritas Xinjiang, menurut laporan AP, secara teratur menjadikan perempuan minoritas melakukan pemeriksaan kehamilan dan memaksakan AKDR, sterilisasi, dan bahkan aborsi. Jumlah perempuan yang jadi target kebijakan itu mencapai ratusan ribu orang.

Langkah-langkah pengendalian populasi didukung oleh penahanan massal baik sebagai ancaman maupun sebagai hukuman karena tidak mematuhi kebijakan kontrol populasi tersebut.

Menurut laporan AP, memiliki terlalu banyak anak adalah alasan utama orang-orang dikirim ke kamp-kamp penahanan, di mana orang tua tiga anak atau lebih direnggut dari keluarga mereka kecuali mereka dapat membayar denda besar. Polisi menggerebek rumah ketika mereka mencari anak-anak yang disembunyikan.

Gulnar Omirzakh, seorang warga etnik Kazakh kelahiran Cina, mengatakan pemerintah memerintahkannya untuk memasang IUD setelah dia memiliki anak ketiga pada 2016. Namun dua tahun kemudian, pada Januari 2018, Omirzakh mengklaim empat pejabat dengan seragam kamuflase militer datang mengetuk pintu rumahnya dan memberinya waktu tiga hari untuk membayar denda senilai USD2.685 karena memiliki lebih dari dua anak.

Omirzakh mengatakan para pria yang mendatanginya memperingatkannya bahwa dia akan bergabung dengan suaminya, seorang pedagang sayur yang ditahan, dan satu juta etnis minoritas lainnya dikurung di kamp-kamp pengasingan, jika dia tidak membayar denda.

“Tuhan menitipkan anak-anak kepada Anda. Untuk mencegah orang memiliki anak adalah salah,” katanya. “Mereka ingin menghancurkan kami sebagai manusia.”

Gulnar Omirzakh kini tinggal di rumah barunya di Shonzhy, Kazakhstan, bersama anak ketiganya, Alif Baqytali.

BACA JUGA: Bocor, Dokumen Cina Ungkap Catatan Penahanan Muslim Uighur di Xinjiang

Seorang sarjana studi Cina, Adrian Zenz juga telah melakukan penelitian terkait dugaan pengurangan populasi Muslim Uighur oleh pemerintah Cina. 

“Penurunan semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya…ada kekejaman terhadapnya,” kata Zenz, kontraktor independen di Victims of Communism Memorial Foundation di Washington, D.C.

“Ini adalah bagian dari kampanye kontrol yang lebih luas untuk menaklukkan warga Uighur,” imbuh dia, yang dilansir Fox News, Selasa (30/6/2020).

Zenz menyebut bahwa Cina telah menggelontorkan dana ratusan juta dolar untuk pengadaan alat kontrasepsi. Kebijakan ini telah mengubah Xinjiang dari salah satu daerah dengan pertumbuhan tercepat di Cina menjadi yang paling lambat hanya dalam beberapa tahun. 

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Cina menyebut laporan itu palsu dan merupakan berita palsu atau hoaks. Kementerian itu mengatakan bahwa pemerintah memperlakukan semua etnik secara adil dan melindungi hak-hak hukum minoritas. []

SUMBER: SINDO | AP

 

Tags: aborsicinaLaporan KhususMuslim Uighuruighurxinjiang
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tangani Citarum, Satgas Citarum Harum Ikut Libatkan Unsur Pendidikan 

Next Post

Nasihat di Tengah Pandemi: Boleh Kehilangan Pekerjaan, tapi Jangan Kehilangan Harapan (1)

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Nggak Ada Obat, Potongan Rambut Laki-laki yang Tidak Diperbolehkan dalam Islam

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

13 Desember 2024
Damaskus

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

8 Desember 2024
Kitab Taurat, Hadist, Bani Israil, Zabur

Ga Bisa Baca Hadist

10 Agustus 2024
Sikap Suami yang Harus Disyukuri Istri, , Nikah, Tips yang Harus Dikuasai Istri Agar Suami Betah di Rumah, Sifat Istri yang Mendatangkan Rezeki bagi Suami, Drakor, Istri

Gendong Ala Drakor

10 Agustus 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.