islampos
Media islam generasi baru

Sekali Kau Berkhianat

Foto: Trending Us
0

Oleh: Akmal Fauzi Al-Khawarizmi

KETIKA kepercayaan yang diberikan dirusak dengan kebohongan dan penghianatan, maka kepercayaan itu bagai kertas yang bila dirusak tidak akan pernah kembali sempurna. Bahkan meskipun seseorang yang dahulu yakin akan keamanahan dan kesetiaanmu mampu memaafkan atas kebohongan dan penghianatan yang pernah dirimu perbuat kepadanya, tetap saja baginya akan sangat sulit untuk mempercaimu sesempurna dulu.

Sebab dirinya sangat sulit untuk melupakan kenangan menyakitkan dibohongi dan dihianati. Hal demikian wajar karena ketidakinginan mengulang kesalahan yang sama dan merasakan rasa sakit serupa yang mengayat hati adalah sifat alami yang dianugrahkan Allah kepada setiap manusia.

Jangan salahkan bila dalam perkataan dan tindakannya kepadamu tidak sebaik dulu. Pun jangan pernah beranggapan bila dia tidak memaafkan bahkan mendendam dirimu. Sebab mampu memaafkan bukan berarti mampu melupakan kenangan menyakitkan karana pengecewaan yang dirimu perbuat padanya.

Demikian karena kekecewaan dan rasa sakit akibat dihianati sangatlah sulit tuk dihapuskan, karena sebelumnya ada kepercayaan yang dengan sebenar yakin dipercayakan. Lalu kepercayaan itu hancur dengan pembohongan dan penghianatan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan.

Ada ungkapan bahwa kejujuran yang menyakitkan itu lebih baik daripada pembohongan yang membahagiakan. Sebab hidup dalam kebohongan meskipun membahagiakan itu sama saja hidup di dunia yang tidak nyata, yang bila keyataannya terungkap akan mengubah semua kebahagiaan yang selama ini dirasa menjadi mimpi buruk yang amat sulit dilupakan.

Demikian karena kebahagiaan yang sebelumnya dirasakan tidaklah nyata, tapi hanya tipuan dan kepalsuan balaka.

Sejatinya kejujuran yang bila diungkapkan meskipun akan menyakiti, akan lebih baik daripada kebohongan penghianatan yang terungkap melalui kecurigaan dan penyelidikan pembuktian sendiri. Sebab selalu ada nilai kebaikan dan penghargaan dari keberanian berlaku dan mengatakan kejujuran.

Dari itu jagalah kepercayaan seseorang yang dengan sebenar yakin memberikan kepercayaannya kepadamu terlebih dalam hal cinta. Sebab ketika sekali saja dirimu berbuat tidak jujur terlebih berkhianat, apakah mungkin ada seseorang yang bisa mempercayaimu seperti dia memercayaimu? []

Kelas Menulis Islampos bisa diakses di sini.

loading...
loading...