islampos
Media islam generasi baru

Segarnya Minuman Bersoda Saat Berbuka, Tapi…

Foto: phc.ox
0

MINUMAN bersoda memang menggoda. Apalagi diminum saat berbuka puasa, tentu menyegarkan. Namun Anda perlu waspada karena minuman bersoda atau yang biasa disebut ‘soft drink’ ini mengandung paling banyak gula. Setidaknya terdapat sembilan sendok teh gula dalam satu kaleng minuman bersoda. Padahal kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari empat gram atau satu sendok teh sehari.

Jika diminum terlalu sering bisa menyebabkan ancaman kesehatan, salah satunya adalah diabetes. Nah, tak hanya itu, soft drink juga punya beberapa fakta, di antaranya:

1.Mengandung kafein yang menyebakan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah, yang kadang dapat menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usus dua belas jari. Hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.

2.Satu kaleng soda mengandung sepuluh sendok gula yang cukup untuk menghancurkan vitamin B. Kekurangan Vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangya urat saraf, pusing, sulit tidur, cemas, dan otot kejang.

3.Derajat keasaman (pH) pada minuman-minuman bersoda mencapai 3-4 (sangat asam). Derajat keasaman tersebut cukup meluruhkan gigi dan tulang seiring berjalannya waktu. Tubuh akan berhenti membangun tulang setelah usia 30 tahun, dan mulai luluh dengan persentasi 8-18 persen setiap tahunnya, sesuai dengan tingkat keasaman yang Anda konsumsi ( prosentase keasaman tidak didasarkan pada rasa makanan, tetapi pada prosentase kandungan Pottassium, Chlor, Magnesium dan senyawa-senyawa lain).

4.Mengandung karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan. Selain itu, juga dapat menyebabkan hilangnya fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya menyebabkan terganggunya dan pengambilan sari-sari makanan.

5.Sebagian orang lebih memilih meminum minuman dingin bersoda setelah makan. Perilaku ini mempengaruhi enzim-enzim pencernaan, yaitu merendahkan suhu panas tubuh, sehingga enzim-enzim pencernaan kehilangan kemampuannya untuk bekerja di mana suhu tubuh normal adalah suhu yang sesuai dengan fungsi kerja enzim-enzim tersebut. Maka, enzim-enzim tersebut tidak bisa mencerna makanan dengan baik yang bisa mengakibatkan soda dan sebagian zat beracun berpindah bersama darah menuju sel-sel tubuh, dan kadang pada akhirnya membuat bermacam-macam penyakit. []

loading...
loading...