• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Saat Langit Iran Menembus Dinding Mitologi Israel

Gaza tersenyum. Dunia Arab bergelora. Dan penjajah mulai ketakutan.

by Saad Saefullah
1 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Iron Dome, Israel

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

ISRAEL selama ini dikenal dengan reputasi militernya: pasukan udara tercanggih, sistem pertahanan paling mutakhir, dan teknologi perang hasil dukungan tak terbatas dari Barat. Namun, semua mitos itu hancur dalam hitungan hari ketika Iran—negara yang diblokade puluhan tahun—melawan dan menghantam jantung pertahanan mereka.

Israel menyerang wilayah Iran. Iran membalas, bukan atas nama Palestina, tapi karena kedaulatannya diinjak-injak. Ini bukan sekadar konflik, ini pembalasan atas arogansi.

Di hadapan pesawat-pesawat siluman dan pertahanan udara buatan Amerika, Iran hanya bersenjatakan rudal dan keberanian. Tapi rudal-rudal itu menembus Tel Aviv. Menghancurkan infrastruktur militer dan ekonomi. Dunia terkejut: negara yang dikucilkan dunia justru membuat Israel tersungkur dalam perang udara tercepat dan paling memalukan.

Ketika Israel Meminta Gencatan, Iran Mengangkat Tangan Kemenangan

Gencatan senjata diumumkan sepihak oleh sekutu utama Israel. Dunia militer tahu: gencatan itu adalah pengakuan diam-diam atas kekalahan. Iran tak perlu menguasai wilayah, cukup membuat Israel menyadari bahwa mereka bukan dewa perang. Mereka rapuh, dan kini seluruh dunia tahu.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Gaza Tidak Butuh Pesawat, Cukup Keberanian

Apa hubungannya dengan Gaza? Segalanya. Selama ini, Israel membantai warga Gaza dari udara—karena pasukan darat mereka selalu terpukul. Mereka selalu menyombongkan “kami punya angkatan udara,” untuk menutupi lumpuhnya pasukan darat mereka di jalur Gaza.

Kini, kebanggaan itu runtuh. Iran mempermalukan pasukan udara mereka. Gaza pun tahu: singa yang menakutkan itu ternyata hanya boneka besi yang mudah terbakar.

Sejarah Kembali Mengulang: Dari Rakyat Tertindas Lahir Dinasti Pejuang

Gaza bukan negara. Tapi begitu pula dulu Shalahuddin Al-Ayyubi dan Nuruddin Zanky. Mereka bukan sultan besar saat memulai perlawanan. Tapi mereka punya semangat, strategi, dan visi. Maka dari tangan mereka lahirlah kejayaan.

Kini Gaza berdiri di jalan yang sama. Dan kemenangan Iran menjadi bukti bahwa penjajah bisa dikalahkan bahkan dari keterbatasan.

Saat Prajurit Terbaik Tersungkur, Apa Lagi yang Bisa Diandalkan?

Pasukan Israel di Gaza kini kehilangan satu-satunya tumpuan moral: angkatan udara. Selama ini, saat pasukan darat mereka terbantai, mereka berkata, “tenang, udara masih milik kita.”

Tapi bagaimana kalau langit pun tak lagi aman?

Saat angkatan udara—prajurit terpilih mereka—dikalahkan oleh negara yang diblokade, pasukan apa lagi yang masih bisa mereka banggakan?

Data menunjukkan, jumlah tentara Israel yang gugur di Gaza terus bertambah. Kini mereka dipukul dari darat oleh Gaza, dan dari langit oleh Iran.

BACA JUGA:  Amerika dan Penjajah Israel: Kemesraannya Seperti Abu Lahab dan Istrinya

Tembok Mitologi Itu Sudah Retak

Israel bukan dewa perang. Bukan mitos yang tak bisa disentuh. Ia hanya aktor militer yang dilindungi propaganda dan teknologi impor. Tapi ketika rudal Iran menghantam Tel Aviv, seluruh dunia tahu: kebohongan tentang keperkasaan Israel kini mulai runtuh.

Gaza tersenyum. Dunia Arab bergelora. Dan penjajah mulai ketakutan.

Langit sudah berubah. Gaza melihat harapan. Dan Israel tak lagi bisa menipu dunia dengan tameng teknologinya. []

Tags: gazairanisraelNasrulloh BaksolaharYahudi Palestina
ADVERTISEMENT
Previous Post

20 Tanda Diabetes yang Mudah Dikenali oleh Diri Sendiri, Apa Saja?

Next Post

Laporan Donasi Islampos: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp4.825.004!

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.