• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Rokok dan Jiwa yang Sama

by Haura Nurbani
2 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rokok

Foto: Freepik

Rokok dan Jiwa yang Sama 1 RokokSATU kali, saya ngumpul sama ketiga anak. 21 tahun, 18 tahun, dan 12 tahun. Tiba-tiba aja entah gimana, kita ngomongin soal rokok. Saya bilang, “Kita nih, orangtua,” kata saya pada anak lelaki si nomor 2, “Bakalan tau, kalau kamu ngerokok, somehow. Kamu udah paham, rokok itu hukumnya apa. Kalau sampai kamu merokok, ibu kamu kayaknya sulit memaafkan kamu…”

Si anak sulung perempuan, menukas, “Tapi kan dulu ayah pernah kali waktu muda nyoba-nyoba gitu?”

Saya bengong, “Hah? Maksudnya…?”

“Iya, sesekali mungkin ayah pernah nyoba ngerokok gitu sama temen-temen ayah…” ujarnya lagi sambil senyum.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Saya menukas cepat, dengan bangga, “Sori yee… Nggak pernah, alhamdulillah…”

“Sekali pun?”

“InsyaAllah, sekali pun nggak pernah!”

“Kenapa?”

Saya: “Yaa nggak tau ya, alhamdulillah, ayah dijaga. Waktu SMP, ayah punya sirkel sekitaran rumah, 5 orang sohib deket. Suatu kali pas ngumpul, yang paling tua ngeluarin rokok, ayah masih inget banget merk-nya apa, dan semuanya disuruh ngerokok. Ayah diem aja waktu itu…

Sampe yang paling tua itu bilang, “Ayo Ad, ga ada yang bakal bilang sama kakak-kakak kamu yaa… ”

“Ayah menolak tegas. Nggak mau.

“Besoknya, ayah ga pernah diajak ngumpul lagi. Ayah udah tau dan sadar banget, ayah bakal ditinggalin oleh mereka, sahabat-sahabat sejak SD kelas 3 gitu yaa…

“Tapi ayah ga sedih atawa gimana gitu ga pernah diajak sama mereka lagi. Selama 2 taun, ayah ga punya temen di sekitaran rumah. Tapi SMA, ayah punya banyak sohib luar biasa sekali, yang sama kayak ayah, yang nggak merokok, bahkan sampe saat ini, kamu tau kan Om Jono yang kemarin makan bareng sama kita itu? SMA, ayah punya sirkel baru. Yang jiwa dan minatnya sama dengan ayah…

BACA JUGA: Merasa Seperti

“Ayah sama sekali ga takut ga bisa bareng lagi sama dengan mereka, sahabat-sahabat yang ngerokok itu. Ayah juga ga pernah punya masalah sama mereka. It’s about choice of our life. Tapi ngerokok atau tidak, itu prinsip.”
Obrolan makan malam menjelang Isya itu, ditutup dengan kalimat bijak dari Buya Hamka, dan saya ucapkan dengan gagah perkara, eh perkasa, “Cos anak-anakku, setiap jiwa hanya akan disatukan dengan jiwa yang sama dengannya… []

@saadsaefullah

Tags: buya hamkarokoksaad saefullahsahabat
Previous Post

Kaum Khawarij, Kafir?

Next Post

(Update) Ayo Bantu Donasi untuk Operasional Islampos, Media Dakwah, Agar Tetap Eksis dan Hadir

Haura Nurbani

Haura Nurbani

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.