ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Rencana Pernikahan Pasangan Ini Jadi Korban Krisis Diplomatik Arab-Qatar

Foto: Arab News
0

JEDDAH–Seperti pasangan lain yang ingin segera menikah, Sarah dan Ibrahim sangat tidak sabar menunggu hari besar (pernikahan–red) mereka di bulan ini. Namun, semenjak terjadi krisis diplomatik Qatar, mereka mengira pernikahannya akan menjadi korban.

“Saya mengetahui berita ini pagi-pagi, ketika saya dibangunkan Ibrahim lewat panggilan telepon. Ia mengatakan bahwa kabar buruk akan menghentikan rencana (pernikahan–red) kami,” kata Sarah, dilansir Arab News, Sabtu (10/6/2017).

Sarah, seorang keturunan Yaman yang besar di Jeddah, berlari-lari dari satu toko ke toko lain untuk menyiapkan kebutuhan pesta pernikahannya pada 27 Juni 2017 mendatang, hari Idul Fitri. Dan Ibrahim, orang Qatar yang berencana meninggalkan negaranya untuk pesta pernikahan di Taif.

Rencana mereka sekarang ditahan setelah krisis diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya, meletus di Teluk dan wilayah yang lebih luas pada Senin (6/6/2017). Arab Saudi dan sejumlah negara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar atas dugaan mendukung kelompok teroris.

“Tunangan saya adalah seorang warga negara Qatar, saya orang Yaman dan tinggal lama di Arab Saudi. Ini adalah kasus tanpa harapan. Saya merasa tidak berdaya,” tutur Sarah.

Menurut Sarah, Arab Saudi adalah satu-satunya negara yang ia anggap sebagai rumah. Meski sebenarnya ia ingin sekali mengunjungi rumah nenek moyangnya suatu hari nanti, jika situasi di Yaman membaik.

Sedangkan Ibrahim mengatakan bahwa dirinya menyesalkan situasi pemerintahan Qatar dengan sesama negara GCC yang akan mempengaruhi kehidupan banyak orang.

“Saya tidak ingin berpikir bahwa ini adalah nasib buruk yang terjadi pada momen berharga ini, tapi saya sangat berharap segalanya akan membaik dan lebih baik,” kata Ibrahim.

“Yang sangat menyakitkan adalah kami telah merencanakan pernikahan pada saat Idul Fitri. Tetapi sekarang rencana kami telah sia-sia,” lanjut Ibrahim.

Pernikahan itu bukan satu-satunya acara yang dibatalkan. Ibrahim dan saudara perempuannya berencana mengunjungi Kerajaan Inggris minggu depan untuk mengadakan pesta ulang tahun pertama bagi Sarah pada 24 Juni 2017.

“Ini adalah hari ulang tahunnya yang pertama setelah mereka bertunangan. Pertama kali selalu penting, kami ingin berada di sana,” kata saudara perempuan Ibrahim, Hanaa yang sudah membelikan hadiah. “Saya mungkin akan mengirimkan ini (hadiah) kepadanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibrahim mengatur kue ulang tahun untuk dikirim ke depan pintu Sarah dengan sebuah catatan cinta. “Saya tidak ingin dia merasakan ketidakhadiran saya di hari penting ini.”

Ibu Sarah mengungkapkan kesedihannya atas nasib anaknya. “Meskipun sulit bagi seorang ibu untuk menikahkan putrinya sendiri karena tahu bahwa dia akan pindah ke negara lain. Seperti ibu mana pun, saya selalu memimpikan hari itu,” kata Fatimah.

“Sekarang, rencana keluarga dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut. Cepat atau lambat, semuanya akan baik-baik saja,” imbuh Sarah.

“Saya tidak ingin terdengar terlalu romantis, tapi kami akan memberitahu anak-anak kami betapa sulitnya menyelamatkan pernikahan ini,” tambahnya sambil tertawa. []

loading...
loading...