• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 8 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Racun Dakwah Dunia Maya

by Eva F Hasan
10 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: HDFootageStock.com

Foto: HDFootageStock.com

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Farah Riza

BERDAKWAH sejatinya menjadi kewajiban tiap muslim. Bukan hanya menjadi dominasi muslim yang telah mengusai segala hal tentang Kalamullah dan Rasul-Nya. Seorang remaja yang sekadar berbagi tulisan tentang kiat menghindari diri dari pergaulan bebas pun sudah merupakan dakwah. Meskipun yang paling utama tentu juga punya bekal dasar ilmu syariat.

Berdakwah dengan menceritakan kisah hidup sendiri yang berkaitan dengan akhlaqul karimah justru lebih mulia daripada sekadar menyampaikan ilmunya saja tanpa contoh nyata. Bersamaan dengan ‘booming’nya dunia maya atau media sosial malah meluaskan obyek penerima dakwah kita.

Dalam medsos, dakwah lebih mudah disampaikan lewat tulisan bagi seseorang yang belum punya ‘nama’ sebagai pedakwah. Buah dari dakwah dalam medsos melalui tulisan adalah munculnya komentar bagi pembaca. Menuai komentar yang tunjukkan penerimaan atas tersampainya pesan dalam tulisan tentu sebuah hal yang diharapkan.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

Akan tetapi, tidak semua pembaca dapat menerima dakwah dengan mudah. Adalah hal lumrah bila muncul komentar yang butuh penjelasan lebih lanjut tentang pesan dakwah yang belum dimengerti. Namun, ada hal baru yang akhir-akhir ini baru saya sadari saat berbagi kebaikan melalui tulisan. Hadirnya seorang pendebat.

Seorang pendebat yang tampak cerdas. Sesaat saya tak menyadari bahwa seorang pendebat tadi bukanlah meminta penjelasan karena tidak mengerti pesan dakwah. Setelah berbagai pertanyaan saya jawab, namun pendebat terus memutar balik kata bahkan membuat tulisan tandingan yang ‘mengosongkan’ nilai pesan tulisan saya.

Masih dalam konteks tak berburuk sangka, saya tak ambil peduli dengan karya tandingannya. Namun setelah beberapa penulis yang aktif berdakwah di sebuah komunitas menulis juga selalu didebat, saya langsung bertindak. Memblokir akun pendebat. Bukan karena kebencian, blokir saya pilih. Namun karena khawatir saat tiap tulisan saya dijadikan ide menulis baginya namun berisi pesan yang berlawanan dan meracuni iman pembaca yang awam.

Sempat terlintas rasa heran saat melihat pendebat adalah orang yang cerdas dan beragama Islam. Namun dari kisah bangsa Yahudi yang terkenal cerdas namun tak mau mengakui Allah saya mulai memahami bahwa otak yang pintar tidak selalu berbanding lurus dengan iman yang kuat. Juga masih teringat kisah dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ( sekarang UINSA ) menginjak-injak Al-Quran di hadapan para mahasiswanya dan banyak kasus mahasiswa universitas Islam yang justru melecehkan agamanya sendiri.

Cerdas … mereka adalah orang-orang cerdas, namun tak tersentuh hidayah. Naudzubillah.

Berdakwahlah. Berdakwah semampu kita. Siapkan diri dari segala rintangan. Netralkan hati dari racun dakwah dengan menulis karena Allah semata. Hanya karena Allah.

Tags: dakwahDunia Mayaip renungan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini 6 Hal yang Bisa Mendatangkan Kebahagiaan

Next Post

Sekeping Puzzle Hati yang Tertinggal

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.