ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Qatar Hadiahkan Pesawat Mewah ke Turki

0

Advertisements

TURKI—Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menerima hadiah pesawat mewah dari Qatar. Erdogan juga mengatakan bahwa pesawat itu telah disumbangkan ke republik Turki, bukan kepadanya secara pribadi, ketika Turki menghadapi kesulitan ekonomi.

Presiden Turki itu membela keputusannya menyusul beberapa kritik, mengatakan  bahwa Emir  Qatar telah menyumbangkan pesawat Boeing 747-8, senilai sekitar 500 juta USD kepada Turki.

Dalam komentar yang diterbitkan pada Senin (17/9/2018), Erdogan mengatakan sebelumnya Turki telah berminat untuk membeli pesawat.

“Kami tertarik. Ketika Emir Qatar diberitahu tentang ini, dia memberikannya sebagai hadiah, dan mengatakan ‘Saya tidak akan mengambil uang dari Turki. Saya akan memberikan pesawat ini sebagai hadiah.'”

BACA JUGA: Menlu Turki: Tak Ada Agenda Rahasia untuk Bantu Suriah

Erdogan bersikeras bahwa selama pesawat itu digunakan untuk perjalanannya, “pesawat itu bukan milik saya, itu adalah milik Republik Turki,” dalam komentar kepada wartawan saat kembali dari kunjungannya ke Azerbaijan.

Erdogan mengatakan begitu pengecatan selesai, ia berharap dapat menggunakan pesawat itu untuk bepergian.

Related Posts
1 of 30

Media Teluk mengatakan pesawat jumbo, yang merupakan bagian dari armada pribadi Emir Tamim, dilengkapi untuk 76 penumpang dan memiliki ruang duduk dan ruang rapat.

Pernyataan Erdogan datang setelah kritik pekan lalu oleh anggota parlemen dari oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP), yang mengklaim bahwa presiden telah membeli pesawat itu.

Pesawat itu adalah indikasi baru dari hubungan dekat antara Doha dan Ankara yang telah melihat setiap pihak membantu yang lain di saat-saat sulit.

BACA JUGA: Dilarang ke Saudi, Begini Syarat Warga Qatar yang Ingin Berhaji

Doha berjanji akan melakukan investasi langsung 15 miliar di Turki selama ‘perang ekonomi’ Washington-Ankara bulan lalu yang melihat nilai lira turun drastis terhadap dolar.

Ankara, salah satu eksportir teratas ke negara Teluk kecil, juga memberikan dukungan kuat ke Doha setelah Arab Saudi dan sekutu-sekutunya memberlakukan blokade terhadap Doha pada Juni 2017.

SUMBER: ALARABY

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline