• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 4 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Pujian Pembawa Petaka

by Yudi
6 tahun ago
in Nasihat
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi: Unsplash

Ilustrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

BENTUK penunjukkan keunggulan seseorang ialah dengan suatu pujian. Ya, pujian digunakan untuk memberikan apresiasi atau rasa kagum kepada seseorang karena prestasi yang telah diperolehnya. Maka dari itu, orang akan memberikan pujian agar dapat menunjukkan rasa bangga terhadap orang lain yang dipuji itu.

Jika seseorang memperoleh pujian tersebut biasanya akan memiliki rasa kebanggaan tersendiri. Hanya, jangan salah, ternyata pujian sering juga membawa petaka. Mengapa bisa demikian? Karena biasanya, dengan pujian kita akan terlena, dan merasa paling tinggi atau pun paling hebat di antara yang lainnya.

BACA JUGA: 4 Manfaat Memberikan Pujian pada Anak

Jika pikiran paling tinggi atau paling hebat itu telah bersarang dalam benak kita, berarti secara tidak langsung kita telah bersikap sombong. Itu berarti kita membanggakan diri sendiri dengan melupakan bahwa ada yang paling tinggi daripada diri kita.

ArtikelTerkait

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Akibat Menyebarkan Kejelekan terhadap Seorang Mukmin

3 Sungai Sebagai Pembersih Dosa di Dunia

Siapa yang Allah Beri Hidayah untuk Berdoa

Sudah tentu Allah SWT-lah yang memiliki posisi paling tinggi tersebut. Tapi, sebelum kita mencapai ke sana pun, masih ada orang-orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi daripada kita. Misalnya, jika kita seorang sarjana, dan orang-orang memuji kita karena kita sudah memiliki gelar tersebut. Hingga, akhirnya kita terlena dengan merasa kedudukannya paling tinggi. Dan, kita lupa bahwa ternyata ada orang lain yang sudah menjadi doktor bahkan professor, yang sudah pasti kedudukannya itu lebih tinggi daripada seorang sarjana.

Maka dari itu, jangan dulu senang menerima pujian dari seseorang. Jika hidup kita hanya ingin terlihat memiliki segalanya daripada orang lain, agar orang lain memuji kita, itu tak ada artinya. Apa sih yang akan kita peroleh dari pujian itu? Senang? Memang iya, tapi hanya sesaat. Tahukah Anda, jika kesenangan itu berujung dengan kita membanggakan diri, maka petaka itu akan hadir dengan sendirinya.

Seperti halnya iblis yang membanggakan dirinya karena terbuat dari api hingga ia tak mau bersujud kepada Adam AS. Apa yang terjadi padanya? Akhirnya ia dikeluarkan dari surga oleh Allah SWT. Itulah contoh dari orang yang selalu membanggakan diri, hingga lupa bahwa kita bukanlah makhluk yang sempurnya. Pasti kelemahan itu ada dan melekat pada diri kita.

BACA JUGA: Pujian dan Celaan, Termasuk Perkara Ijtihadi

Ingatlah bahwa pujian itu hanya milik Allah SWT semata. Kita tidak memiliki hak itu. Maka, jangan mau untuk dipuji. Kalau pun ada orang yang memuji kita, tanpa ada niat sedikit pun diri kita ingin dipuji, lebih baik kita kembalikan pujian itu kepada Allah. Bagaimana caranya?

Ketika kita dipuji ucapkanlah alhamdulillah, yang berarti kita mensyukuri nikmat atas kelebihan yang diberikan oleh Allah. Lalu ucapkanlah masya Allah, yang berarti hanya Allah-lah yang Mahasuci, tak ada sedikit pun kekurangan dari-Nya, sedangkan kita hanyalah makhluk yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan. Setelah itu barulah kita ucapkan astaghfirullahaladziim, karena takutnya ada pikiran yang menunjukkan kepuasan karena dipuji, yang membuat kita merasa membanggakan diri. Wallahu ‘alam. []

Disarikan dari Hj. Eti Sumiati, pimpinan majlis ta’lim Istiqamah Purwakarta

Tags: hinaanpejakaPujian
ADVERTISEMENT
Previous Post

Jembatan Shirath Seperti Rambut Dibelah Tujuh?

Next Post

Bagaimana Cara Taubat Jika Banyak Sengaja Meninggalkan Shalat?

Yudi

Yudi

Related Posts

Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Adab Bertetangga, percaya diri, tetangga, Akibat Berbuat Benar, Tetangga, kejelekan

Akibat Menyebarkan Kejelekan terhadap Seorang Mukmin

15 Juni 2025
Wudhu Dulu Sebelum Mandi Junub, nasihat ibnul qayyim, Macam Cemburu, Cara Membersihkan Najis, Dosa

3 Sungai Sebagai Pembersih Dosa di Dunia

10 Juni 2025
Waktu Terbaik Shalat Dhuha, Muslim yang Bersyukur,Doa Minta Kaya, Manfaat Mendoakan Orang Lain, Doa, Keutamaan Doa, Penyebab Doa Tidak Terkabul, Doa Sapu Jagat, Doa

Siapa yang Allah Beri Hidayah untuk Berdoa

6 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.