islampos
Media islam generasi baru

Pria Enggan Shalat, Haruskah Terima Lamarannya?

0

KEIMANAN tak sekadar ucapan semata melainkan membutuhkan tindakan yang nyata. Dengan demikian Muslim yang tidak shalat, tidak puasa, tidak zakat dan sebagainya adalah orang-orang berdosa. Mereka harus bertobat dan memperbaiki diri. Ini adalah tugas sesama Muslim untuk memberi mereka nasihat yang tulus dan menjelaskan tentang pentingnya ibadah.

Dan ketika dihadapkan pada urusan pernikahan, kita harus tahu bahwa pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita tidak hanya urusan ‘duit’ dan ‘ranjang.’ Dalam Islam pernikahan adalah kontrak suci, meraih karunia Allah, meraih kebahagiaan dan memiliki keturunan.

Untuk pencapaian tujuan-tujuan tertinggi, Islam telah menetapkan kriteria tertentu dalam memilih pasangan seumur hidup, yaitu kesalehan dan akhlak yang baik. Islam mengarahkan umatnya untuk mencari pasangan hidup mereka dengan dasar kriteria Islam untuk menjamin keberhasilan pernikahan.

Nah, masalahnya bagaimana jika pasangan kita tak mau shalat atau ibadah wajib lainnya? Syeikh Ibnu Salim Bahsham, anggota Liga Cendikiawan Islam Maroko berpendapat:

Rasulullah SAW pernah bersabda ‘Jika datang seorang pria shaleh untuk yang hendak menikahi putri Anda dan Anda ridho dengan agama dan akhlaknya, maka terimalah ia. Jika tidak niscaya akan terjadi kerusakan besar di muka bumi. ‘”(HR. Ibnu Majah).

Dan bagi setiap Muslim, shalat adalah tiangnya agama. Jika seseorang mendirikan shalat berarti ia telah mendirikan agamanya, dan siapa saja yang mengabaikannya berarti telah menghancurkan agamanya.

Demikian pula ketika `Umar bin Khattab ra memanggil gubernurnya. Umar menginstruksikan “ Yang paling penting kau urus adalah kinerja shalat. Jika seseorang menjaga shalatnya, maka  ia akan menjaga kewajiban agama yang lain. Namun jika salah satu mengabaikannya, maka ia akan mengabaikan kewajiban yang lain. ”

Dengan demikian, siapa pun yang meninggalkan shalat berarti ia telah melakukan dosa besar. Hal ini telah dikonfirmasi oleh banyak hadits dan ayat-ayat Al-Qur’an. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang berdosa bertanya ‘Apa yang mendorong kami ke dalam neraka Api? Mereka akan mengatakan: Kami  adalah orang-orang yang shalat,’”(Al-Muddatstsir 74: 41-43).

Alangkah baiknya untuk mengikuti contoh dari Ummu Sulaim yang meminta mahar pernikahan yaitu calon suaminya mau memeluk Islam. Hal ini, menegaskan bahwa pria atau wanita yang ingin menikahi kita mau menjalankan shalat.

Jika dia tidak merespon atau Anda ragu dia akan melakukan itu, maka tidak ada gunanya memilih dia menjadi pasangan Anda. Ingat, siapa pun yang melepaskan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Juga selalu ingat untuk selalu bersabar dan insya Allah kita akan menikah dengan orang yang lebih baik. []

loading...
loading...