ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Pentingnya Studi Budaya Islam bagi Muslim Selandia baru

Foto: nzgeo
0 275

PENDUDUK Muslim Selandia Baru memang tak banyak. Bahkan hanya satu persen penduduk Selandia Baru yang memeluk Islam.

Terletak di Pasifik Selatan, Selandia Baru adalah sebuah negara yang memiliki penduduk sebanyak 3,9 juta jiwa, di mana kurang dari satu persen atau sekitar 37.000 di antara penduduknya memeluk Islam.

Islam di Selandia Baru dimulai dengan kedatangan Muslim Cina pada 1870-an. Sebagian kecil imigran Muslim berasal dari India dan Eropa Timur pada awal tahun 1900-an sampai 1960-an. Imigrasi besar-besaran Muslim dimulai pada tahun 1970an dengan kedatangan Fiji India, diikuti pada 1990-an oleh pengungsi dari berbagai negara yang dilanda perang. Pusat Islam pertama dimulai pada 1959 dan sekarang ada beberapa masjid dan dua sekolah Islam.

Muslim disana menjadi kelompok minoritas.  Konsentrasi muslim terbesar berada di Kota Auckland. Sementara sebagian kecil menyebar di beberapa kota meliputi Wellington, Christchurch, Hamilton, Dunedin, Hastings, Tauranga, New Plymouth, Hawera, Whangarei dan Palmerston North.

Seiring bertambahnya jumlah Muslim, kebutuhan akan tempat ibadah dan pendidikan keagamaan pun mendesak untuk dipenuhi. Dahulu sekitar tahun 1957 akhirnya Muslim di Selandia Baru akhirnya membeli sebuah rumah di Auckland untuk dijadikan pusat kegiatan keislaman bagi muslim disana.

Rumah itulah menjadi pusat Islam pertama di Selandia Baru. Yang secara rutin melaksanakan ibadah shalat berjamaah, mempelajari Alquran serta memotivasi Muslim di Selandia Baru untuk memperingati hari-hari besar Islam.

Data mencatat 63 persen populasi Muslim di Selandia Baru tinggal di Auckland. Dari sembilan masjid yang ada di Selandia Baru, lima di antaranya berada di Kota Auckland. Dengan masjid terbesar di Auckland berada di Ranuai, sebuah daerah di pinggir kota.

Bagi Muslim Selandia Baru, studi tentang kebudayaan Islam dan komunitasnya dinilai sebagai komponen penting dalam kehidupan, di mana Islam memberi kontribusi pada peradaban, sejarah dan juga percaturan politik dunia bagi orang-orang disana. .

Saking pentingnya komponen-komponen itu, sekolah dan universitas di Selandia Baru mengirimkan siswa mereka untuk mengunjungi pusat Islam dan masjid di luar negeri, dengan tujuan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang Islam dan kegiatan-kegiatannya.

Sebaliknya perguruan tinggi dan juga lembaga pendidikan lainnya dikunjungi oleh asosiasi Muslim. Program televisi dan radio juga memasukkan program keislaman, dan ilmuwan Islam terkenal dihadirkan untuk kuliah umum.

Sementara Al-Madinah adalah sekolah Islam pertama yang berdiri di Selandia Baru, berlokasi di daerah pinggiran Kota Auckland, Mangere.

Berdasarkan dari laporan terakhir, Al-Madinah yang memiliki 350 siswa ini menjadi sekolah dengan nilai terendah di Selandia Baru. Di Auckland  terdapat pula sekolah Islam khusus untuk peremuan bernama Zayed College. []

Comments
Loading...