islampos
Media islam generasi baru

Penelitian: Korban Selamat Holocaust banyak Menderita Kanker

Foto: Ynetnews
0

ISRAEL—Korban Holocaust memiliki kemungkinan lebih besar menderita kanker dibandingkan orang lain. Hal ini dibuktikan berdasarkan statistik dari sebuah penelitian Israel terbaru yang diterbitkan pekan ini, Ynetnews melaporkan.

Penelitian tersebut telah menganalisis data dari 45 tahun terakhir. Penelitian dilakukan oleh tim peneliti yang dipimpin Profesor Siegal Sadetzki di Institut Gertner di Pusat Kesehatan Chaim Sheba dan hasilnya dipublikasikan di jurnal bergengsi ‘Cancer.’

Sebanyak 153 ribu orang yang selamat dari Perang Dunia II di Eropa dinilai untuk analisis tersebut, bersama dengan mereka yang berada dipenjara di kamp konsentrasi dan kamp kematian. Juga mereka yang tinggal di negara-negara yang pernah diduduki oleh Nazi.

Menurut hasil, 22 persen korban selamat Holocaust didiagnosis dengan berbagai jenis kanker, dibandingkan dengan 16 persen populasi lainnya. Selain itu, tingkat kanker paru-paru di antara korban selamat adalah 36 persen lebih tinggi daripada populasi lainnya.

Analisis juga memperlihatkan bahwa korban selamat memiliki kemungkinan 12 persn lebih tinggi untuk menderita kanker kolon dan rektum daripada orang-orang yang tidak masuk kamp Nazi.

Profesor Sadetzki dan rekan penelitinya, Profesor Laurence S. Freedman dan Angela Chetrit, berdasarkan temuan tersebut, bahwa tingkat morbiditas kanker yang meningkat di antara korban selamat Holocaust dapat dikaitkan dengan kondisi traumatis dan ekstrem yang harus dipikul ketika Eropa jatuh di bawah aturan Nazi.

Termasuk keadaan ekstrem seperti kelaparan, penganiayaan fisik dan mental, kondisi kehidupan yang padat, kurangnya sanitasi dan penyakit menular. Selain itu tekanan mental di kamp kematian dan ketakutan permanen di antara mereka yang tinggal di negara-negara yang dikuasai dan diperintah oleh tentara Hitler ikut berpengaruh.

Studi ini tidak menjawab pertanyaan mengapa kanker paru-paru, usus besar dan dubur adalah bentuk penyakit yang paling umum di antara orang yang selamat dari Holocaust.

Para peneliti juga mencatat bahwa penyakit ini baru berkembang bertahun-tahun setelah pengalaman traumatis mereka di antara banyak korban. []

loading...
loading...