islampos
Media islam generasi baru

Pelaku Pemerkosaan di Serawak Diusulkan Dihukum Kebiri

0

SERAWAK—Menanggulangi kejahatan seksual, pemerintah negara bagian Serawak, Malaysia, mengusulkan hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosaan.

Menteri Perempuan dan Pengembangan Keluarga dari Badan Kesejahteraan Masyarakat Serawak, Fatimah Abdullah mengatakan, usulan hukuman kebiri bagi pelaku pemerkosaan ini kabarnya sedang dikaji pemerintah Serawak dalam sebuah rapat pemerintahan.

Hukuman tersebut digagas karena kasus tindakan asusila, khususnya yang terjadi di sekitar keluarga dekat mengalami peningkatan.

“Kami akan melihat proposal ini pada pertemuan wanita dan dewan keluarga di negara bagian kami,” ujar Fatimah, seperti dilansir oleh Free Malaysia Today, Selasa (12/9/2017).

Tidak hanya hukuman kebiri, proposal hukuman yang diajukan bagi pelaku pemerkosaan juga membahas metode lain memerangi kejahatan seksual, terutama yang terjadi di antara anggota keluarga.

Karena rasa takut atau berada di bawah ancaman, kasus anggota keluarga yang melakukan tindakan seksual hingga pemerkosaan sering tidak segera dilaporkan.

“Karena hubungan keluarga, korban biasanya butuh banyak keberanian agar dia mau melaporkan kasus tersebut ke polisi,” ujar Fatimah.

Lebih lanjut ia mengatakan, hukuman kebiri sendiri baru berupa usulan karena proposal pengajuan ini membutuhkan amandemen KUHP.

Tercatat ada beberapa kasus yang melibatkan anggota keluarga sebagai pelaku pemerkosaan. Termasuk kasus di mana seorang gadis berusia 12 tahun diperkosa oleh kakek, ayah dan 3 orang sepupu pria.

Kasus lain melibatkan dua remaja putri berusia 14 dan 19 tahun yang diperkosa oleh ayah, kakek dan dua paman mereka selama enam tahun terakhir. Kasus ini dilaporkan saat sang kakak hamil dan dibawa ke rumah sakit. Pihak rumah sakit kemudian melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

Hukuman kebiri ini diharapkan bisa memberikan efek jera kepada para pelaku. Meski begitu, ada kontroversi yang terjadi di kalangan warganet. Beberapa setuju dengan usulan hukuman tersebut, namun banyak juga yang mengusulkan agar Pemerintah menggunakan metode kebiri secara kimiawi.

 

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari kepolisian, organisasi non-pemerintah dan departemen kesehatan untuk membahas usulan tersebut. Polisi diundang hadir karena mereka diperlukan untuk memberikan data statistik terbaru tentang kejahatan seksual yang terjadi di Sarawak. []

loading...
loading...