• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 26 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

5 Pelajaran di Balik Hari Kemenangan

by Saad Saefullah
4 tahun ago
in Ramadhan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Pelajaran di Balik Hari Kemenangan, Tanda Orang Bertaqwa, Hukum Mengucapkan Selamat Sebelum Hari Raya, Shalat Hari Raya

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ammylia Rostikasari, S.S.
Akademi Menulis Kreatif
ammyliarostikasari93571@gmail.com

SETELAH berbahagia dengan datangnya Ramadhan yang mulia, kaum Muslim pun menanti kehadiran kebahagiaan berikutnya. Ya, datangnya hari kemenangan, Idul Fitri.

Lazimnya gegap gempita masyarakat nusantara yang biasa mempersiapkan baju baru, kue kering, juga tradisi mudik untuk merayakan hari kemenangan. Namun, ternyata ada beberapa pelajaran yang lebih bermakna, yang dapat dipetik di balik perayaan Hari Kemenangan, yaitu.

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan yang Pertama, kebahagiaan dan syukur.

Tak ada Muslim yang tak bahagia jika Idul Fitri tiba. Mengingat makna ‘ied itu adalah hari raya, hari perayaan, hari yang dirayakan.

ArtikelTerkait

Yang Biasanya Dibeli oleh Anak-anak 90-an ketika Lebaran

7 Tips bagi Penderita GERD saat Lebaran agar Tetap Sehat dan Nyaman

Puasa Syawal Dulu Atau Puasa Qadha Ramadhan?

Apa Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum?

Rasulullah ﷺ menyampaikan. Dari Abu Hurairah ra., berkata, “Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Setiap amal anak Adam dilipat-gandakan pahalanya. Satu kebaikan diberi pahala 10 hingga 700 kali. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman; selain puasa, karena puasa itu adalah untuk-Ku dan Akulah yang langsung akan memberinya pahala. Sebab, ia telah meninggalkan nafsu syahwat dan nafsu makannya karena-Ku. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua momentum kegembiraan: kebahagiaan ketika ia berbuka (berhari raya fitri), dan ia bertemu dengan Rabb-Nya. Sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi di sisi Allah daripada aroma kesturi.” (HR. Mutaffaq ‘Alaih)

BACA JUGA:  7 Cara Menyambut Idul Fitri Menurut Islam

Namun, kebahagiaan yang dimaksud tentu saja karena kesyukuran atas karunia taufik Allah kepada hamba-Nya. Setelah meraih sukses Ramadhan dengan persembahan amal yang istimewa guna mencapai takwa.

Sejatinya, itulah kebahagiaan hakiki seorang hamba. Mengisi hidup agar senantiasa tunduk patuh kepada Sang Pencipta.

Taqabbalallahu Minna Wa Minkum, Pelajaran di Balik Hari Kemenangan
Foto: Freepik

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan yang Kedua, pengokohan iman.

Penyambutan Idul Fitri disunahkan untuk mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih, serta tahmid. Lisan basah dengan memuliakan dzikir memuliakan Ilahi Rabbi sebagai penegasan keimanan dan tauhid.

Sebagaimana juga yang diperintahkan kepada Rasulullah Saw. Saat memperoleh karunia kenikmatan puncak yang telah dicita-citakan bertahun-tahun. Cita-cita mulia dalam kemenangan dakwah yang gemilang, dengan menaklukkan Kota Makkah. Selanjutnya, berbondong-bondonglah penduduk jazirah Arab masuk ke dalam Islam. Dalam sembah syukurnya, Rasulullah Saw. Diperintahkan oleh Allah Swt. untuk bertasbih, bertahmid dan beristighfar.

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan yang Ketiga, kembali ke fitrahnya.

Telah begitu santer terdengar di telinga, idul fitri menjadikan jiwa-jiwa manusia yang berupaya taat menjadi kembali suci. Oleh sebab itu, fitrah ini mestilah secara kontinyu untuk dapat dijaga juga dipertahankan.

Seperti yang yang dinyatakan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, “Hari raya orang Mukmin itu ada lima:Pertama, ketika tidak tercatat satu pun dosa padanya di hari itu. Kedua, ketika dia meninggalkan dunia ini dalam keadaan beriman. Ketiga, ketika dia selamat melintasi titian di akhirat. Keempat, ketika dia masuk surga. Kelima, ketika dia melihat Allah’Azza wa Jalla.” Demikianlah lima hari raya seorang Mukmin.

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan yang Keempat, kepekaan sosial.

Islam merupakan agama yang mengajarkan hambanya untuk memiliki kepekaan sosial. Peka juga peduli terhadap sesama umat manusia. Karakter inilah yang tampak nyata selama bulan Ramadhan yang akan segera berlalu.

Semangat berbagi, menyisihkan separuh rizki untuk menjalankan sunah Rasulullah dalam infak sedekah. Semua dilakukan karena kecintaan kepada baginda Muhammad ﷺ. Karena ini merupakan perintah Allah Swt. Dengan berbagi akan menumbuhkan kecintaan kepada sesama umat manusia.

Yang berlebih memberi kepada yang membutuhkan, memudahkan mereka dalam pemenuhan akan kebutuhan hidup. Aktivitas berbagi ini pun akan semakin indah jika bukan hanya diindahkan dalam Ramadhan, tetapi di setiap masa guna meraup pahala.

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan
Foto: Nano Pertapan

Pelajaran di Balik Hari Kemenangan yang Kelima, kebersamaan dan persatuan umat.

Ramadhan kental dengan nuansa kebersamaan juga persatuan umat. Mengawali saum bersama-sama, menunaikan tarawih berjamaah di masjid, tadarus bersama, buka bersama yang menjadi seremonial tahunan , itikaf di 10 hari terakhir, zakat fitrah bersama sampai merayakan Idul Fitri pun bersama.

BACA JUGA: Idul Fitri, Inilah 10 Tanda Orang yang Meraih Kemenangan Pasca Ramadhan

Dari Abu Hurairah bahwasanya Nabi ﷺ bersabda: “Berpuasa itu adalah pada hari di mana kalian berpuasa (secara bersama-sama), dan beridul fitri itu adalah pada hari di mana kalian semua beridul fitri (secara bersama-sama), demikian juga dengan Idul Adha, yaitu pada hari di mana kalian semuanya beridul Adha (secara bersama-sama)” (HR Tirmidzi, Abu Dawud dari Ibnu Majah).

Semoga kita sebagai Mukmin yang hendak meraih takwa dapat konsisten mengamalkan 5 pelajaran berharga tersebut. Karena ketaatan kepada Allah Swt. tak hanya ada di dalam Ramadhan saja, melainkan di setiap bulan, hari juga detik. Semoga kita tergolong kepada hamba yang beruntung karena memelihara takwa. Wallahu’alam bishowab. []

ADVERTISEMENT
Previous Post

ICW Laporkan 55 Anggota DPR ke MKD Diduga Tak Patuh LHKPN, Formappi: Hampir Setiap Tahun

Next Post

Hukum Perempuan Itikaf di Masjid

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Lebaran

Yang Biasanya Dibeli oleh Anak-anak 90-an ketika Lebaran

30 Maret 2025
gerd

7 Tips bagi Penderita GERD saat Lebaran agar Tetap Sehat dan Nyaman

30 Maret 2025
Puasa, Sunnah Puasa Ramadan, Puasa Syawal

Puasa Syawal Dulu Atau Puasa Qadha Ramadhan?

30 Maret 2025
Hukum Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah, Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum

Apa Jawaban Taqabbalallahu Minna wa Minkum?

30 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.