• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 16 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Keluarga Parenting

Orangtua Pembentuk Karakter Anak

Oleh Laras Setiani
6 tahun lalu
in Parenting
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Foto: Nutriclub

Foto: Nutriclub

343
BAGIKAN

SEMUA orang tua tentu menginginkan anak bisa tumbuh dengan karakter positif. sayangnya, emmbentuk karakter anak usia dini tidak semudah membalikkan telapak tangan. lantas bagaimana caranya? Dalam hal ini Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S. Psai., selaku psikolog anak dan remaja mengingatkan bahwa pembentukkan karakter anak menjadi fondasi bagi perkebangan karakter seorang anak.

Artinya jika orangtua menginginkan anak bisa hidup mandiri dan memiliki beragam kemampuan dalam hidup, pembentukkan karakter anak perlu dilakukan sejak usia dini.

BACA JUGA: Ingatlah Bahwa Anak Bukanlah Miniatur

“karakter sendiri bisa diartikan sebagai kualitas mental seseorang. oleh karena itu, membentuk karakter anak usia dini perlu dilakukan agar anak memiliki potensi, kemampuan dan bakat yang bisa terus dikembangkan.” ujarnya.

ArtikelTerkait

10 Nasihat untuk Anak Laki-laki Sebelum Mereka Dewasa

Ibu Hamil, Lakukan 3 Hal Ini Agar Lahirkan Anak Shaleh!

Evolusi Pemukim Ilegal Yahudi: dari Alat Penjajahan hingga Memusuhi IDF

4 Hal yang Harus Anak Lihat dari Ayahnya

Lebih lanjut, psikolog anak lulusan universitas Indonesia ini memberikan contoh, pada saat bakat anak ingin dikembangkan tentu saja diperlukan karakter agar tidak mudah menyerah sehingga bakatnya dapat dikembangkan melalui latihan dan menjadi sesuatu yang membanggakan.

“Nah untuk mencapai keberhasilan hidup, anak tak hanya butuh kecerdasan dalam berpikir semata namun juga karakter kuat. hal inilah yang menjadi dasar agar mereka siap menghadapi tantangan yang akan datang.” tegasnya.

Priskolog Vera menjelaskan bahwa pembentukan karakter anak tentu saja perlu dimulai sejak dini. sebab lima tahun pertama kehidupan anak merupakan waktu di mana anak cepat menyerap apapun yang diajarkan. dan momen ini akan tertanam hingga usia selannutnya.

Agar pembentukkan karakter anak dapat lebih maksimal, sebenarnya ada beberapa faktor yang perlu diingat. di mana menurut psikolof Vera, lingkungan di mana anak tumbuh sangat berkontribusi besar terhadap pembentukkan karakter. hal ini juga tentu terkait dengan gaya pengasuhan orangtua sebagai wadah tumbuh kembang anak yang pertama dan utama.

Tak hanya itu sebuah riset yang dilakukan oleh Marian Diamond, Phd., ahli saraf dari University of California Berkeley, Amerika Serikat meneliti 200 ibu membuktikan bahwa kualitas ikatan emosional dengan anak, mulai dari bayi hingga remaja (16 tahun) sangat memengaruhi karakter seorang anak. Rupanya hal ini dikarenakan kedekatan yang baik antara ibu dan anak juga membuat anak merasa diterima, diinginkan dan dicintai.

“Perasaan seperti ini merupakan modal dasar bagi anak untuk merasakan nilai-nilai positif yang terdapat dalam dirinya. Sehingga hal ini berpengaruh terhadap kepercayaan dirinya untuk mengembangkan diri dan berinteraksi dengan sekitarnya. Kelekatan atau ikatan emosional yang baik juga membuat anak merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri.” papar Vera.

Atas dasar alasan itulah, psikolog Vera mengingatkan agar orangtua bisa menciptakan ikatan emosional yang kuat agar anak memiliki karakter positif seperti yang diharapkan. Menurut Psikolog Vera, untuk membangun ikatan emosional dengan anak sejak dini sebenarnya tidaklah sulit. Pasalnya, ada ragam kegiatan yang bisa dilakukan orangtua bersama si kecil.

1. Menghabiskan waktu secara rutin

Setiap anak butuh waktu khusus bersama dengan salah satu orangtuanya secara bergantia. Setidaknya selama 10-15 menit setiap harinya, atau di waktu-waktu yang telah ditentukan bersama. Misalnya setiap Jumat sore ‘kencan’ dengan ibu sementara sabtu pagi adalah jadwal kencan dengan ayah tanpa saudara yang lain.

2. Pilih aktivitas menyenangkan

“Aktivitasnya dapat bermacam-macam. Bisa bermain interaktif yang disesuaikan dengan usia anak. Bisa dengan membacakan buku atau sekedar bercakap dengan saling bertukar cerita.”

Salah satu media yang bisa dipilih adalah dengan menikmati beragam aktivitas seru dan menyenangkan dari Kodomo Challenge. Di mana program-programnya telah dikemas dan disesuaikan dengna kelompok usia si kecil.
Jadi ketika si kecil berusia 1-2 tahun misalnya, aktivitas bermain untuk si kecil akan dirancang berbeda dengan anak berusia 2-3 tahun, begitu pula usia 2-3 tahun akan berbeda dengan 3-5 tahun, namun tetap saling berkaitan.

Harapannya, tumbuh kembang si kecil dapat berjalan sesuai dengan milestone pada usianya karena telah mendapatkan stimulus baik dari perkembangan sensorik, motorik, kemampuan berbahasa bahkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah, hingga menanamkan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya beragam karakter yang dihadirkan dalam materi edukasi Kodomo Challenge, tentu menjadi salah satu daya tarik untuk Si kecil. Misalnya, Shimajiro yang berperan sebagai learning buddy yang bisa menjadi teman belajar yang mengasyikkan dan memberikan inspirasi bagi si kecil.

Program inipun diciptakan untuk mempererat hubungan orangtua dengan si kecilkarena semua materinya merupakan materi pembelajaran di rumah. Artinya, orangtua memang perlu mendampingi si kecil saat bermain dan belajar. Program edukasi Kodomo Challenge sangat beragam dan penting sekali untuk mengajarkan si kecil mengenai nilai-nilai penting yang ada dalam hidup, agar ia siap menghadapi lingkungan sosialnya nanti.
Si kecil dapat belajar mengenai kemandirian, motivasi belajar dan rasa ingin tahu yang besar sehingga ia terus bereksplorasi. Selain itu ada juga kebiasaan baik agar ia memiliki sifat dan sikap yang baik dan juga kepercayaan diri. Apabila orangtua ikut andil, maka nilai-nilai tersebut tentu akan tumbuh menjadi karakter positif seperti yang diharapkan.

BACA JUGA: Adab Orangtua pada Anaknya

Jadi, Sudahkah orangtua mulai melatih dan membantu mengemangkan karakter si kecil? seperti yang diajarkan Psikolog Vera, apabila pendidikan karakter ini tidak ditanamkan sejak dini maka besar pengaruh dan resikonya bagi anak kelak. Jangan sampai ia tak memiliki karakter seperti yang sama-sama diharapkan.

“Mungkin saat ia tumbuh dewasa, anak akan selalu bergantung pada orang lain atau orangtuanya untuk menyelesaikan suatu masalah. Bisa mudah depresi atau memiliki pembawaan yang sulit beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.” []

SUMBER: THEASIANPARENT

 

Tags: Anakkarakterorangtuapembentuk
Share343SendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Bukti Pertolongan Allah Itu Dekat

Next Post

6 Keadaan yang Membolehkan Istri Meminta Cerai

Laras Setiani

Laras Setiani

Terkait Posts

Anak Laki-laki

10 Nasihat untuk Anak Laki-laki Sebelum Mereka Dewasa

8 Juli 2025
mitos kehamilan, Pengaruh Ibadah, Hamil

Ibu Hamil, Lakukan 3 Hal Ini Agar Lahirkan Anak Shaleh!

3 Juli 2025
Israel, IDF, Yahudi

Evolusi Pemukim Ilegal Yahudi: dari Alat Penjajahan hingga Memusuhi IDF

30 Juni 2025
Doa Memohon Rezeki kepada Allah, Niat Puasa Ramadhan, Anak

4 Hal yang Harus Anak Lihat dari Ayahnya

24 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails

21 Sifat Manusia Menurut Al Quran

Oleh Laras Setiani
17 Oktober 2019
0
ilustrasi.foto: kiblat

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya...

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Khutbah Jumat – Bahaya Tasyabuh dengan Tradisi Non-Muslim

Oleh Sodikin
27 Desember 2019
0
Ilustrasi. Foto: Tribun

Dengan pengetahuan kita tentang bahaya Tasyabbuh, akan menyadarkan kita pentingnya membangun rasa percaya diri sebagi seorang muslim

Lihat LebihDetails

Jawab 20 Pertanyaan tentang Islam Ini, dari yang Paling Mudah sampai yang Agak Sulit

Oleh Dini Koswarini
2 Mei 2025
0
Teka Teki Fiqih, Pertanyaan, Pertanyaan tentang Islam

Berikut 20 soal pilihan ganda bertema Islami, disusun dari tingkat mudah hingga sulit, lengkap dengan jawabannya,

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.