islampos
Media islam generasi baru

Nikah di Bulan Syawal, Huhuy…

0

Mengapa ujan gerimis aje

Pergi berlayar ke tanjung cina

Mengapa adek menangis aje

Kalo memang jodo ngga kemana, hei hei

Eh ujan gerimis aje

Ikan bawal diasinin

Eh jangan menangis aje

Bulan syawal mau dikawinin

HUJAN GERIMIS-BENYAMIN SUEB

ITU hanya sepenggal lirik lagu dari almarhum Benyamin Sueb yang sangat terkenal. Kawin (baca: nikah) di bulan Syawal sudah terkenal. Kita tahu, puasa Ramadhan adalah hukumnya wajib dan Allah hanya mengajak orang yang berakidah Islam untuk berpuasa, sebagaimana ayat Allah dalam Surat Al Baqarah 183 yang intinya adalah ajakan kepada orang yang beriman untuk berpuasa sebagaimana ajakan kepada orang sebelum kita, agar kita memperoleh derajat taqwa.

Setelah bulan Ramadhan, maka menjelanglah bulan Syawal. Seperti kita ketahui, di bulan Syawal, banyak yang melangsungkan pernikahan.

Dalam salah satu ceramah Ramadhannya, seorang ustad mengambil tema yang sangat jarang. Beliau berkata bahwa penyebab batalnya puasa kebanyakan selain makan dan minum adalah berhubungan suami istri, terutama pengantin baru. Beliau berujar tentang pengalaman nyata beliau, “Saya punya rekan sesama ustad yang pengantin baru (menikah seminggu sebelum Ramadhan). Karena gelora yang sangat luar biasa bagi pengantin baru, akhirnya jebol deh puasanya.”

Beliau yang batal puasa ini curhat kepada pak ustad tentang kecerobohannya, dan pada akhir pembicaraan pak ustad menyarankan untuk menggantinya selama 2 bulan berturut-turut di luar bulan Ramadhan.

Dalam ceramahnya, beliau tidak menyalahkan rekannya itu secara langsung atau bahkan menghakiminya, karena memang sebagai pengantin baru berjima’ adalah hal yang hampir setiap waktu ada dalam pikiran suami istri. Tidak hanya di malam hari, siang hari pun dalam kondisi berpuasa kadang hal itu juga terjadi.

Oleh karenanya Rasulullah yang mulia pernah menyampaikan kepada sahabat, bahwa menikah menjelang datangnya bulan suci adalah makruh (lebih baik tidak dilakukan, tetapi tidak haram), karena Rasul sudah memprediksi umatnya akan melakukan hal yang tidak pantas dilakukan orang yang berpuasa.

Beliau melanjutkan lagi, menikah justru disunnahkan (sangat dianjurkan) di bulan Syawal, atau seusai lebaran. Sungguh sangat berbahaya menikah menjelang Ramadhan, godaan untuk berjima’ begitu besar (bukan datang dari syaithan) tetapi datang dari diri sendiri. Kita adalah mahluk normal, mahluk yang memiliki nafsu, yang manakala berdua-duaan dengan lawan jenis akan terjadi hal yang tidak diinginkan (eh diingakan kah?) itu.

Nah, bisa dipahami kan mengapa banyak orang yang melangsungkan pernikahan di bulan Syawal? []

loading...
loading...