• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Nabi Musa dan Nabi Khidir

by Dini Koswarini
2 tahun ago
in Kisah Nabi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nabi Musa, Saad bin Abi Waqqash

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUATU kali, Nabi Musa ditanya oleh salah satu pengikutnya dari Bani Israil, “Siapakah yang paling berilmu?”

Nabi Musa menjawab, “Saya.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak sependapat dengan apa yang dikatakan Musa. Akhirnya Allah menegurnya dan memberitahukan bahwa ada seorang hamba yang memiliki ilmu lebih tinggi darinya. Hingga kemudian Musa memohon untuk dipertemukan dengannya.

Allah pun mengabulkan permintaan Nabi Musa. Ia bertemu dengan Nabi Khidir. Nabi Musa memohon untuk berguru padanya. Tetapi, Nabi Khidir menjawab bahwa Nabi Musa tak akan mungkin mampu bertahan dengannya. Hanya saja, Nabi Musa tetap bersikeras. Hingga akhirnya, Nabi Khidir memperbolehkan ikut dengannya dengan syarat Nabi Musa tidak boleh bertanya apapun atas perbuatan yang Nabi Khidir lakukan, hingga ia sendiri yang memberitahukannya.

ArtikelTerkait

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

Kesabaran Nabi Ayyub

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

BACA JUGA: Apakah Nabi Khidir Masih Hidup atau Sudah Meninggal?

Akhirnya mereka melakukan perjalanan. Mereka menaiki sebuah perahu. Tetapi, di perjalanan Nabi Khidir melubangi perahu itu. Nabi Musa tak kuasa menahan tanya, hingga akhirnya ia bertanya kepada Nabi Khidir. Kemudian, Nabi Khidir menegurnya untuk ingat terhadap janjinya.

Selanjutnya, sesampainya di daratan Nabi Khidir membunuh seorang anak. Nabi Musa pun tak bisa menahan rasa ingin tahunya, dan bertanya kepada Nabi Khidir. Hingga akhirnya, Nabi Khidir pun menegurnya dan mengingatkan akan janjinya. Nabi Musa pun meminta maaf dan berkata bahwa jika ia kembali bertanya maka pupuslah keinginannya untuk berguru pada Nabi Khidir.

Setibanya di suatu wilayah, mereka merasa kelelahan dan hendak meminta bantuan pada penduduk sekitar. Hanya saja, sikap penduduk sekitar begitu dingin, tidak bersahabat dan tidak menerima kedatangan mereka. Kemudian Nabi Khidir melihat suatu rumah yang akan roboh. Ia memperbaiki rumah itu. Hingga akhirnya menimbulkan tanya pada benak Nabi Musa. Dari situlah Nabi Musa tidak bisa lagi mengikuti perjalanan bersama Nabi Khidir dan berguru padanya.

Kemudian, Nabi Khidir menjelaskan atas perbuatan yang ia lakukan sebelumnya. Pertama tentang melubangi perahu. Dikatakan bahwa perahu itu milik seorang yang miskin. Dan di daerah itu tinggal seorang raja yang suka merampas perahu milik rakyatnya.

BACA JUGA:  Kisah Nabi Musa Sakit Gigi

Kedua, tentang pembunuhan seorang anak. Dikatakan bahwa anak tersebut merupakan anak dari kedua orangtua yang beriman. Setelah menginjak dewasa anak itu dapat membuat kedua orangtuanya menjadi tak beriman. Maka, Nabi Khidir membunuhnya. Dan Allah akan memberikan kembali seorang anak yang shalih yang akan lebih mengasihi kedua orangtuanya.

Ketiga, tentang memperbaiki salah satu rumah di suatu diwilayah yang orang-orangnya tidak bersahabat. Dikatakan bahwa rumah itu milik anak yatim yang masih kecil. Di bawah rumah itu terdapat harta peninggalan dari ayahnya. Anak itu belum bisa merawat harta tersebut. Jikalau rumah itu roboh, maka orang lain akan tahu bahwa di rumah itu ada harta dan merampasnya. Itulah sebabnya Nabi Khidir memperbaiki rumah tersebut, agar kelak ketika anak itu sudah dewasa dapat mempergunakan harta tersebut.

Nabi Khidir bisa mengetahui itu semua tiada lain datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itulah ilmu yang Allah berikan kepada Nabi Khidir. Ilmu yang tidak bisa dipelajari oleh sembarang orang. Bahkan Nabi Musa pun belum mampu untuk menguasai ilmu itu. Hanya orang-orang pilihan Allah sajalah yang mampu memiliki ilmu istimewa tersebut. []

 

Tags: nabi khidirNabi Musa
ADVERTISEMENT
Previous Post

Fakta Surat Al-Baqarah, Unik dan Luar Biasa

Next Post

Apakah Sering Wudhu Bisa Kurangi Dosa?

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Nabi Musa, Umar bin Khattab, Ujian, Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, Fakta Nabi Isa, Nabi, Nabi Adam

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

16 Mei 2025
Nabi Ayyub

Kesabaran Nabi Ayyub

16 Mei 2025
qabil dan habil

Kisah Qabil dan Habil

20 Februari 2025
Surat Al-Kafirun, Malam Lailatul Qadar, Nabi Ibrahim, Raja Namrud, Mimpi Nabi Yusuf

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

19 Februari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.