• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Mungkin Ayah Bukan Orang Baik-baik?

by Dini Koswarini
5 tahun ago
in Wacana
Reading Time: 2 mins read
A A
0
teka teki fiqih Penyebab Lemahnya Iman, Manfaat Dzikir Pagi dan Petang, Penyebab Kinerja Otak Menurun, Makna Ubun-ubun yang Berdusta

Foto: Pexels

Oleh: Saad Saefullah

PERCAKAPAN barusan sore dengan anakku perempuan, 13 tahun, di tempat makan.

Saya: Kamu lihat om yang di ujung sana, dengan istri dan anaknya—kayaknya?

Anak saya: Ya, kenapa Yah?

ArtikelTerkait

O Ternyata Ini 3 Arti Istilah “Nggak Ada Obat”!

Damaskus Jatuh, Basyar Al-Assad Dilaporkan Kabur; Akhir 50 Tahun Kekuasaan Keluarga Assad?

Ga Bisa Baca Hadist

Gendong Ala Drakor

Saya: Dia sahabat dekat ayah waktu di SMA dulu. Sangat dekat.

Anak saya: Mengapa Ayah tak menyapa dia?

BACA JUGA: Si Kribo

Saya: Ayah khawatir jika Ayah menyapa dia duluan, dia akan merasa segan. Tidak siap. Atau mungkin takut.

Anak saya: Kenapa? Apakah dia tidak melihat Ayah?

Saya: Ayah nggak tahu. Seharusnya dia melihat Ayah. Tempat ini kan kecil.

Anak saya: Apa mungkin itu Ayah yang tidak siap bertemu dengan dia? Ayah takut? Nggak merasa nyaman?

Saya: Bisa jadi ya begitu.

Anak saya: Kenapa begitu?

Saya memandang anak saya sejenak. Kemudian menjawab: Ayah ceritakan ini padamu. Untuk kamu, cerita ini tidak penting. Dia bertemu lagi dengan pacar lamanya waktu di SMA.

Anak saya: Terus?

Saya: Katanya menikah lagi. Ayah nggak tahu. Yang pasti, dia memutus semua akses komunikasi dengan ayah. Putus silaturahim. Mungkin karena Ayah tahu dia dan segala ceritanya dengan si cinta lamanya itu.

Anak saya: Jangan-jangan Ayah nggak mau nanya duluan karena Ayah sakit hati sama si om?

Saya: Bisa jadi. Tapi itu bukan urusan Ayah—cara dia memutus komunikasi dengan Ayah. Itu urusan dia dengan dia sendiri.

Anak saya: Ayah terganggu dengan pertemuan ini? Atau entar jika tak sengaja melihat si om?

Saya: Biasa aja. Kamu harus tahu, entar, ada banyak alasan mengapa seorang lelaki dewasa harus menikah lagi, dan itu Ayah terima. Cuma yang Ayah anggap nggak fair adalah cara dia menghentikan semua kontak dengan ayah.

BACA JUGA:  Si Mas Punya 2 Istri

Anak saya: Apa dia memutus kontak dengan yang lain juga? Dengan teman-teman Ayah yang lainnya?

Saya: nggak tahu. Sepertinya nggak.

Anak saya: Kalau begitu Ayah mungkin bisa jadi bukan orang baik-baik seperti yang Ayah pikirkan selama ini. Sahabat Ayah saja merasa tak nyaman pada Ayah.

Saya diam. Sebentar. Kemudian menjawab pelan: Ya, bisa jadi.

Bisa jadi begitu. Bisa jadi kamu benar. Ngomong-ngomong, kenapa kamu jadi membuat Ayah tidak nyaman? []

Tags: anak perempuanfatheringNotePoligamisahabat
Previous Post

Kisah Nabi Ibrahim Berdebat dengan Ayah dan Kaumnya

Next Post

3 Kriteria Wanita Shaliha yang Wajib Diketahui

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.