• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Mintalah Firdaus Yang Paling Tinggi

by TIa
9 tahun ago
in Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: The Gospel Herald

Foto: The Gospel Herald

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JIKA hiudp adalah sebuah fungsi waktu, maka bagi seorang mukmin nilai puncaknya harus diraih dalam grafik di ujung kanan, kematian. Di sanalah harus dicitakan sebuah akhir yang setinggi-tingginya. Apapun yang kau minta, mintalah kepada Allah yang tertinggi. Surga pun bertingkatan. Maka mitalah yang paling tinggi, Firdaus. Maka dalam hal mati, ambil pilihan yang tertinggi untuk menjadi cita dan rencana. Syahid. Ah… Betapa indah dan menggetarkannya satu kata ini.

Dalam perjalanan kita meniti hidup, terkadang kita didera ragu dan bimbang tentang sang cita tinggi. Jika ‘Abdullah ibn Rawhah bimbang karena menyangkut pasukan yang dipimpinnya, kita kadang bimbang oleh alasan yang lebih mendasar; pantaskah kita meraihnya?

Seorang ikhwan yang saya cinta pernah berucap, “Ya. Cita kita memang syahid Akhi… Tetapi inilah yang ku khawatirkan; maksiat. Kemaksiatan yang kulakukan tentu telah menjauhkanku darinya. Bila selangkah aku durhaka pada Allah, rasanya aku terlempar jauh dari dakian tangga menujunya. Cita syahid itu begitu tinggi, semakin kita bermaksiat kepada Allah, dia jadi semakin tinggi. Tak tergapai.”

“Betul Akhi”, jawab saya. “Tapi sebenarnya bukan ia yang semakin tinggi. Kitalah yang terjerembab ke dalam lubang lumpur yang kita gali sendiri. Maksiat itu. Saat itulah kita yang tersuruk jadi makin jauh dari cita yang tinggi.

ArtikelTerkait

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

Bagaimana agar kita merasa pantaskembali? ‘Abdullah ibn Rawhah mengajari kita untuk mengulang-ngulang cita tinggi itu dalam ucapan, terutama pada diri sendiri. Agar apa? Agar sang jiwa selalu ingat dan tidak lupa. Agar ia menjadi sebuah doa yang makhluq-makhluq mulia mengaminkannya. Panggillah selalu yang masih terasa tak tergapai, agar ia mendekat. Teringat saya akan sebuah ayat yang selalu kerap memberi harap.

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah janjinya.” (QS. AlAhzab : 23)

Mari kita jaga cita itu di jalan cinta para pejuang. []

Sumber: Jalan Cinta Para Pejuang/Salim A. Fillah/Pro-u Media

Tags: cita-citasurga firdaus
ADVERTISEMENT
Previous Post

Suatu Kali Imam Syafi’i Tidak Qunut dalam Shalat Shubuh

Next Post

Negara Teluk Sekutu Setuju Perpanjang Batas Waktu Bagi Qatar

TIa

TIa

Related Posts

gunung, naik gunung, shalat

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

8 Juli 2025
menikah, KUA

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

6 Juli 2025
gunung, mendaki gunung

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

2 Juli 2025
rasa benci, anak, ayah

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

30 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.