• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menjadi Orangtua Dambaan Buah Hati Tercinta

by Saad Saefullah
8 tahun ago
in Dari Anda
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Foto: Abu Umar/Islampos

Foto: Abu Umar/Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh : Irfan Juhari
Kepala SDIT Khairul Ikhwan, Paseh Kab. Bandung
irfanjuhari2014@gmail.com

ADA pepatah Arab yang kurang lebih artinya “anak singa ini lahir dari singa betina itu”. Dalam pepatah lain, “buah tidak jauh dari pohonnya”. Jika kita mau sedikit merenungi pepatah semacam itu, tentu kita akan mendapati bahwa orangtua adalah sekolah pertama bagi anak.

Bagaimana tidak, setiap anak akan mulai imitating (meniru) ucapan, kebiasaan hingga cara berpikir dari orang yang pertama kali mereka kenal. Siapa lagi jika bukan orangtua?
Islam memerintahkan umat Islam agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka sesuai dengan Firman Allah dalam surat At Tahrim ayat 6 ;

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا … ٦

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Paksakan Bangun Shalat Malam

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim ;6)

Salah satu cara agar terhindar dari api neraka selain harus memiliki keimanan yang kuat adalah taat terhadap segala perintah dan menjauhi setiap larangan Allah. Dengan demikian setiap muslim harus memiliki metode pendidikan yang tepat agar buah hati tercinta bisa sesuai dengan apa yang syari’at tuntut, yakni menjadi pribadi yang tuntuk patuh terhadap aturan Allah.

BACA JUGA: Membentuk Keteladanan Orangtua dalam Pendidikan Anak

Maka tidak mengherankan dewasa ini banyak orangtua yang mengincar sekolah-sekolah yang bernafaskan Islam semata-mata agar bisa memiliki anak yang sholeh dan sholehah. Namun, apakah dengan memasukan anak ke sekolah bernuansa Islami sudah cukup? Tentu tidak.

Sekolah bukanlah pabrik celup kain yang hanya tinggal memasukkan kain ke dalam suatu larutan kemudian bisa menghasilkan warna sesuai dengan apa yang kita mau. Sekolah juga bukanlah tempat penitipan anak yang bisa kita gunakan jasanya saat dibutuhkan saja. Lebih dari itu, sekolah mesti dijadikan sebagai partner kita sebagai orangtua dalam mendidik sang buah hati agar sesuai dengan apa yang Allah ridhoi.

Alangkah tidak adil jika kita selaku orangtua sebatas menuntut anak-anak untuk menjadi sholeh maupun sholehah tanpa ada perjuangan dari kita sendiri untuk menjadi orangtua yang sholeh juga agar minimalnya bisa mengimbangi anak-anak. Bukankah akan menjadi indah jika kelak selepas kehidupan fana di dunia ini berakhir, kita bisa berkumpul kembali dengan anak-anak yang kita cintai di syurga-Nya?

Maka dari itu, perlu adanya usaha lebih dari kita sebagai orangtua agar mampu menjadi dambaan buah hati tercinta. Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah dengan membuat visi misi yang sama dengan pasangan kita, syukur-syukur visi misi ini sudah tercipta saat masih belum menikah. Tentunya sebagai muslim yang mengharapkan syurga-Nya, visi misi yang dibuat pun harus sejalan dengan keridhoan Allah.

Mendidik anak bukanlah kewajiban ayah atau bunda saja, melainkan kewajiban bersama. Maka visi misi yang jelas dan sama tentu akan memudahkan kita selaku orangtua dalam memberikan pendidikan yang terbaik. Setelah visi misi terbentuk, konsistensi dalam menjalankan visi misi harus berjalan dengan baik dan benar pula.

Semisal kita ingin memiliki anak penghafal Al-Qur’an maka kita selaku orangtua harus meluangkan waktu untuk membantu hafalan buah hati, bahkan jika diperlukan, kita “bersaing” hafalan dengan anak kita. Contoh lain misalnya ingin anak rajin shalat ke masjid, tentu tidak tepat jika kita malah lebih asik dengan gadget atau TV saat adzan magrib berkumandang. Ingin punya anak dengan kepribadian Islami, tentu akan lebih mudah jika anak melihat contoh dari orangtuanya secara langsung.

Setelah visi misi dijalankan sesuai kadar kemampuan kita, maka selanjutnya kita harus memilihkan lingkungan yang tepat bagi anak kita. Bagaimanapun juga, lingkungan memiliki andil yang cukup besar dalam mempengaruhi perilaku buah hati kita.

Menurut Freud (Santrock, 2012) kepribadian dasar seseorang dibentuk dalam kurun waktu lima tahun dari kehidupan. Artinya kita harus mencarikan anak kita sebuah lingkungan yang bisa menjamin visi misi yang telah dibuat bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya sejak dini. Selain itu kita juga bisa menggaet “partner” dalam mendidik anak kita, yakni sekolah. Tentu partner yang kita pilih mestilah mampu memberikan penguatan kepada nilai-nilai ke-Islaman.

Selanjutnya kita juga harus mampu menjalin komunikasi dua arah yang baik dengan buah hati kita. Ucapan “tolong” saat menyuruh, “terima kasih” saat sudah dibantu, “maaf” ketika kita membuat anak kecewa atau menangis dan kata-kata lainnya yang sejenis harus kita kuasai dengan baik. Saat bicara dengan anak, tidak ada salahnya kita jongkok atau sama-sama duduk agar anak merasa dihargai dan diberi kesempatan untuk bicara.

Tataplah wajah anak kita sambil mendengarkan dengan baik saat ia bercerita atau menyampaikan sesuatu. Tanggapan kita yang menunjukkan kepedulian akan menambah ikatan kita dengan anak. Jika anak kita salah, tidaklah rugi bila kita peluk dia sambil mengatakan “tidak apa-apa,”. Jika anak kita berhasil melakukan sesuatu, maka pastikan kita menjadi orang pertama yang bangga dan memuji anak akan keberhasilan tersebut.

BACA JUGA: Pendidikan Sex pada Anak dalam Tinjauan Syariat

Tidak berhenti di sana, kita juga sebagai orangtua mempunyai kewajiban memberikan makanan maupun kebutuhan lainnya yang halalan thoyyiban. Bukan cuma halal tapi juga harus baik. Cara memperoleh dan menggunakan harta tentu harus sesuai dengan ketentuan yang sudah Allah tetapkan. Karena prinsip sederhananya, segala sesuatu yang bermula baik maka akan baik pula selanjutnya.

Tidak kalah penting dari itu semua adalah do’a yang selalu dipanjatkan kepada Allah setiap hari agar buah hati kita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Usaha tanpa disertai do’a hanya akan menyebabkan kita sombong. Agar terhindar dari sifat tercela itu, maka sertailah setiap ikhtiyar kita dengan do’a yang tulus dari hati.

Tidak boleh ada kata “cukup” untuk belajar cara mendidik anak. Jika anak adalah investasi kita di akhirat, lalu apa alasannya bagi kita untuk tidak maksimal dalam memberikan pendidikan terbaik untuk anak dan tidak maksimal untuk menjadi orangtua yang sholeh? []

Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi di luar tanggung jawab redaksi.

Tags: AnakorangtuaPendidikan anak
ADVERTISEMENT
Previous Post

Dijenguk Sederet Ulama, Ini Permintaan Ustaz Arifin Ilham kepada Putranya

Next Post

Penelitian Ungkap Kelebihan Orang yang Gemar Membaca

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.