• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Mengenal Sanak Kerabat Rasulullah

by Ari Cahya Pujianto
6 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Nabi dan orang badui, Ali bin Abi Thalib, Amr bin Luhai, Fakta Nabi Dzulkifli, Fatimah az-Zahra

Foto: Pinterest

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KERABAT merupakan orang-orang terdekat yang ada di sekeliling kita. Merekalah yang sangat dekat dengan diri kita. Jika kita memiliki masalah apapun, maka yang pertama kali membantu adalah mereka. Tidak jauh berbeda dengan kita, Rasulullah SAW pun memiliki sanak kerabat. Melihat dari beliau, maka kita dapat mempelajari seperti apa berkerabat yang baik.

Kesetiaan Nabi umat ini dalam bersilaturahim tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dalam masalah ini beliau merupakan manusia yang paling sempurna, sehingga orang-orang kafir Quraisy memuji beliau dan memberinya gelar “As shaddiq al amin” (pembenar, pemjujur) sebelum beliau diutus menjadi Nabi. Sedangkan Khadijah mengatakan kepada beliau, “Sesungguhnya engkau bersilaturahim dan jujur dalam berbicara.”

Rasulullah telah menunaikan hak yang paling agung dan kewajiban yang paling besar. Beliau berziarah kepada ibunya yang telah meninggalkan beliau ketika beliau berumur tujuh tahun.

Abu Hurairah RA berkata, “Nabi SAW berziarah kepada ibunya, lalu beliau menangis dan menjadikan orang-orang di sekelilingnya menangis, beliau bersabda, ‘Aku minta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampunan untuk ibuku, namun aku tidak diberi izin, dan aku minta izin berziarah ke kuburnya, karena ia mengingatkan kepada kematian’,” (HR. Muslim).

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Perhatikan kecintaan beliau terhadap kerabatnya dan semangat beliau berdakwah kepada mereka agar mereka mendapat petunjuk, untuk menyelamatkan mereka dari api neraka. Beliau telah mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hal ini.

Dari Abu Hurairah RA berkata, tatkala turun ayat, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatamu yang terdekat,” (QS. As-Syuara: 214). Rasulullah SAW memanggil bangsa Quraisy, lalu mereka berkumpul, kemudian beliau memanggil mereka semua baik secara umum maupun secara khusus dan berkata, “Wahai bani Abd Syams, wahai bani Ka’ab bin Lu’ay, selamatkan dirimu dari neraka. Wahai bani Murrah bin K’ab selamatkan dirimu dari neraka. Wahai bani Abd manaf, selamatkan dirimu dari neraka. Wahai bani Abdul Muthallib, selamatkan dirimu dari neraka. Wahai Fatimah, selamatkan dirimu dari neraka. Aku tidak bisa menjamin kalian, kecuali kalian hanya punya hubungan kerabat, saya akan tetap menyambungnya di dunia,” (HR. Muslim).

Rasulullah SAW tidak pernah bosan dan tidak pernah kendor berdakwah kepada pamannya, Abu Thalib. Beliau selalu berdakwah padanya berulang kali. Sampai ketika ia menjelang wafat, Rasulullah SAW datang kepadanya. Tatkala Abu Thalib menjelang wafat, Rasulullah SAW masuk menemuinya, di sisinya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayah, beliau berkata, “Wahai paman! Ucapkanlah, ‘Laa ilaaha illallah,’ suatu kata yang bisa aku jadikan bukti di sisi Allah.” Maka, Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayah berkata, “Wahai Abu Thalib, apakah engkau akan meninggalkan agama Abdul Mutahalib?” keduanya terus berbicara kepadanya hingga kata terakhir yang ia katakana kepada mereka adalah bahwa ia tetap pada agama abdul mutthalib.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh aku akan memohonkan ampunan bagimu selama aku tidak dilarang.” Maka, turunlah ayat, “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walau pun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahannam,” (QS. At-Taubah: 113).

Dan turun ayat, “Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai,” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim).

Rasulullah SAW telah mengajarkannya masuk Islam di masa ia hidup berulang kali, dan pada saat akhir hayatnya. Kemudian disambung dengan permohonan ampunan baginya karena bakti dan kesayangan beliau hingga turun ayat, maka beliau mendengarkan dan mentaati, lalu berhenti mendoakan kerabatnya yang musyrik.

Ini merupakan salah satu contoh agung dari kesayangan beliau kepada umat , kemudian selain itu merupakan salah satu contoh loyalitas kepada agama ini. Serta berlepas diri dari orang-orang kafir dan musyrik walaupun mereka sanak kerabatnya.

Nabi telah datang kepada kami setelah putus asa dan lama. Tidak diutus Rasul, sedangkan berhala disembah di muka bumi. Maka, beliau menjadi pelita yang bersinar dan memperi petunjuk. Memancar seperti kilauan pedang yang putih. Beliau mengancam kami dengan neraka dan menjanjikan surge. Dan mengajarkan kami Islam, maka puji syukur kepada Allah. []

Sumber: Suatu Hari di Rumah Rasulullah/Karya: Abdul Malik al Qasim/Penerbit: Daarul Qasam

Tags: nabi muhammadrasulullahsanak kerabat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ibadah Kurban Tahun Ini, Singapura Tak akan Impor Hewan Ternak

Next Post

Wow, Udang Goreng Segar, Yuk Bikin!

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.