islampos
Media islam generasi baru

Mendagri Inggris Desak Badan Intelijen Diberi Akses Pantau Percakapan di WhatsApp

Foto: MakeUseOf
0

LONDON – Menteri Dalam Negeri Inggris Amber Rudd berharap badan intelijen dan keamanan seharusnya diberi akses ke layanan pesan terenkripsi seperti WhatsApp. Hal ini untuk mencegah dan menangkal potensi serangan teroris.

Hal itu disampaikannya setelah terjadi serangan teror oleh Khalid Masood di London pada Rabu pekan lalu di Jembatan Westminter dan kompleks parlemen di London. Serangan itu menewaskan lima orang, termasuk pelaku.

Diyakini, Masood melakukan komunikasi melalui WhatsApp dua menit sebelum melancarkan serangan pada pukul 14.40.

“Mestinya tak ada tempat yang bisa dipakai oleh teroris untuk bersembunyi. Kita harus memastikan WhatsApp dan layanan-layanan serupa lainnya tidak bisa dimanfaatkan sebagai jalur komunikasi rahasia oleh para teroris,” kata Rudd dalam wawancara dengan BBC One, Ahad (26/3/2017).

“Dalam situasi-situasi tertentu, badan-badan intelijen harus bisa mengakses pesan yang dikirim melalui WhatsApp.”

Semua pesan di WhatsApp terenkripsi yang berarti pesan-pesan ini tak terbaca jika diretas oleh pihak-pihak lain. Dengan begitu, kalau pun polisi bisa mengakses atau menyadap pesan-pesan Masood di WhatsApp, polisi bisa jadi tidak bisa menduga apa yang tengah dikomunikasikan oleh Masood.

Amber berencana akan menemui sejumlah perusahaan teknologi pekan ini.

Juru bicara WhatsApp mengatakan pihaknya mengecam serangan di London dan siap bekerja sama jika dilakukan investigasi atas kasus ini.

WhatsApp—perusahaan milik Facebook—juga mengatakan sangat penting untuk melindungi kerahasiaan komunikasi di antara para pengguna.

Ini bukan kali pertama pemerintah atau aparat keamanan ingin mengakses layanan komunikasi terenkripsi. [fq/islampos]

loading...
loading...