• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 11 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Dari Anda Opini

Manage Emosimu, Ummi

Oleh Rifki M Firdaus
7 tahun lalu
in Opini
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pinterest

Foto hanya ilustrasi. Sumber: Pinterest

1
BAGIKAN

Oleh: Fatimah Azzahra, S.Pd
Ibu Rumah Tangga tinggal di Bandung

“HUWAAA..” tiba-tiba tangis si kecil pecah. Segera kutengok. Ternyata, ia digigit kakaknya. Dalam sepersekian detik, langkah kaki dipercepat. Jantung berdegup cepat. Nafas memburu hebat. Hingga volume suara naik beberapa oktaf. “Kakak, adiknya jangan digigit. Kan sakit!”

Segera kudekap tubuh si kecil. Namun, tak berhenti di situ. Kalau emosi sudah meninggi. Anggota tubuh lainnya bisa beraksi. Bisa jadi, mendorong, menarik, atau menyubit kakaknya.

“Kakak mau ummi gigit juga?” Si sulung menggeleng.

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

“Kalau kakak ga mau digigit. Ga boleh gigit orang. Ga ada yang mau nemenin kakak nanti.” Masih dengan nada tinggi.

The Devil

Kesetanan, mungkin jadi satu kata yang tepat menggambarkan orang yang sedang marah. Pikirannya jadi buntu. Perilakunya diburu nafsu. Gejala yang terlihat, mulai dari wajah memerah, pupil melebar. Otot tegang dan jantung berdegup kencang karena terjadi pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Ya, tubuh mempersiapkan diri untuk kondisi bertarung. Mirip dengan gambaran devil dengan muka merahnya, mata yang melotot, juga taring dan tanduknya.

BACA JUGA: Ketajaman Do’a Ibu

Ternyata, devil ini ada dalam setiap diri kita. Ia menampakkan wujudnya kala kita sedang marah. Marah kita timbul bisa jadi karena beberapa sebab. Bisa jadi karena tubuh sudah lelah, tidak punya ilmu menyelesaikan masalah dengan cara lain, atau ada trauma masa kecil.

Siapa yang suka dimarahi? Tak ada satu orang pun yang senang dimarahi. Bahkan bagi pemarah sekalipun. Kalimat yang meluncur dari mulut kita kala marah, mungkin tidak salah. Tapi, jadi berbeda ceritanya kala volume suara tinggi bahkan membentak. Memang fisik anak tak ada yang terluka. Tapi, sadarkah kita telah menggores hatinya? Astagfirullah.

Ingat kembali, anak kita titipan ilahi. Bukan milik kita dan suami. Harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Maka, agar sang devil tak lagi muncul dalam diri. Kita harus bebenah. Kenali penyebab marah, belajar mengelola emosi. Agar anak dan keluarga tak ada yang tersakiti, baik fisik atau hati.

Anak Kecil yang Bersembunyi

Salah satu faktor marah kita pada anak adalah karena kita pun dulu sering dimarahi oleh orang tua. Rasa kesal, marah, benci, kala dimarahi saat kita kecil itu tertanam dalam alam bawah sadar. Ya, ia investasi terbesar devil dalam diri. Walaupun kita tahu rasa tak enak kala dimarahi. Tahu teori parenting yang melarang kita membentak anak, memarahi mereka kala bereksplorasi. Tapi, secara ‘refleks’, tubuh ini justru bereaksi negatif, alias marah. Karena alam bawah sadarlah yang memiliki porsi lebih besar pada diri kita dibandingkan semua teori parenting.

BACA JUGA: Ibunda Orang Miskin

Ada anak kecil yang terjebak dalam diri kita. Ia akan tetap hadir di sana. Menguasai diri kita hingga jatuh dalam lingkaran pengasuhan yang sama dengan apa yang dulu kita rasakan. Inner child ini hanya bisa hilang kala kita bisa menerima rasa kesal, marah, benci yang dulu kita rasa. Kemudian, memaafkan semua yang pernah menghadirkan rasa itu. Hingga akhirnya berdoa dan berazzam untuk tidak mengulangi lingkaran setan.

Hadiah Surga

“Jangan marah dan bagimu surga” (HR. Ath Thabrani)

Begitu mahal hadiah bagi yang bisa menahan amarah. Surga. Keindahan dunia tak ada yang bisa menyainginya. Siapa yang tak inginkan surga? Maka, jika kita benar-benar inginkan surga, harus mulai memenej emosi jiwa. Jika melihat polah ajaib anak-anak. Segera amankan jika ada yang tersakiti. Diam dulu sejenak. Istigfar, 3 kali, 5 kali, 7 kali. Lalu, bermonologlah. Kenapa bisa terjadi hal begini? Haruskah kita marah pada anak? Apa yang harusnya dilakukan agar anak tak mengulanginya lagi tapi tidak menimbulkan trauma?

Rasulullah saw pun memberikan tips bagaimana memenej emosi.

“Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring.”(HR. Ahmad)

BACA JUGA: Marah, Apakah Membatalkan Puasa?

“Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.”(HR. Ahmad)

Walaupun marah adalah emosi alami pada manusia. kita tetap diminta untuk membingkainya sesuai dengan petunjuk nabi. Diantaranya diam, dan mengubah posisi. Bisa ditambah dengan istigfar, dan berwudhu.

Jangan biarkan setan menang, menguasai kita. Taklukan ia dengan iman dan takwa kita. Perkuat taqorrub ilallah. Hujamkan dalam diri, bahwa kita inginkan surga tertinggi. Maka, bersabarlah, jangan marah. Jangan marah.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita dari menyakiti orang lain baik fisik atau verbal kala emosi melanda. Dan semoga kita menjadi pribadi yang bisa memenej dengan baik emosi diri dari hari ke hari. Wallahua’lam bish shawab. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Tags: AnakibuMarahParentingUmmi
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Laki-laki Tidak Boleh Lemah

Next Post

Pancake, Sarapan Simpel

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Terkait Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

25 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan di Tempat Kerja

Oleh Dini Koswarini
13 Mei 2025
0
Cara Pengembangan Diri, Zakat Online, Tips Agar Nggak Ngantuk di Siang Hari, keutamaan syukur, Cara Jaga Hati yang Sehat, Syarat Bekerja dalam Islam, Tempat Kerja

Apa saja hal-hal yang tampaknya sepele, tapi sebenarnya berdampak besar jika dilakukan di tempat kerja?

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Hadist tentang Muamalah

Oleh Sufyan Jawas
25 Oktober 2021
0
Hadist tentang muamalah

Dikutip dari halaman Swm, berikut hadist-hadist tentang muamalah.

Lihat LebihDetails

Jangan Penuhi Hidupmu dengan Keluhan

Oleh Haura Nurbani
7 Juli 2025
0
Keluhan

Jangan jadikan keluhan sebagai bahasa utama dalam hidupmu.

Lihat LebihDetails

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.