ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

MA Perbolehkan Eks Koruptor Nyaleg, Mantan Pimpinan KPK: Putusan Itu Tidak Responsif

0

Advertisements

JAKARTA— Mantan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi perihal kebijakan Mahkamah Agung (MA) yang memperbolehkan mantan napi korupsi maju sebagai caleg dalam Pemilu 2019.

Busyro menilai bahwa MA tidak responsif dan tidak miliki ketajaman sense of crisis terkait putusan itu. Dia juga menilai putusan itu bisa jadi memiliki kelemahan konsep.

BACA JUGA: MA Bolehkan Eks Koruptor Nyaleg, Begini Tanggapan KPK

“Kami menyayangkan isi putusan itu. Tidak responsif, tidak miliki ketajaman sense of crisis tentang korupsi itu,” ujarnya, pada Selasa (18/09/2018) kemarin

Related Posts
1 of 13

Kemudian, Busyro menyatakan bahwa putusan seorang hakim itu merupakan produk hukum, sedangkan hukum seharusnya responsif terhadap situasi. Karena saat ini korupsi semakin massal dan masif maka semestinya putusan hukum itu mencerminkan fungsi hukum yang salah satunya fungsi pencegahan.

Sebelumnya, MA mengabulkan permohonan agar mantan napi korupsi bisa maju sebagai caleg. Salah satu pertimbangan MA dalam mengabulkan gugatan tersebut adalah bertentangan dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

BACA JUGA: MA Putuskan Eks Napi Koruptor dan Bandar Narkoba Boleh Nyaleg

“Jadi PKPU itu dinyatakan bertentangan dengan undang-undang,” kata juru bicara MA Suhadi. []

SUMBER: DETIKNEWS

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline