• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Kisah Nabi Musa Meninggalkan Mesir, Menikah, dan Tiba di Bukit Tursina

by Haura Nurbani
2 tahun ago
in Kisah Nabi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Fakta Nabi Yakub, Nabi Muhammad, Abu Bakar,Nabi Sulaiman, Kisah Ashabul Kahfi, Khalid bin Walid, Fakta Ali bin Abi Thalib,Abu Bakar, Nabi Sulaiman, Abu Bakar Ash-Shidiq, Keutamaan Khadijah, Abdurrahman bin Auf, birul walidain, Mukjizat Nabi di Gua Tsur, Ubaid bin Umair, Orang Shalih, Sejarah Bulan Syawal, ali bin abi thalib, Umar bin Abdul Aziz, abdullah ibn umar, Nabi Sulaiman, Zubair bin Awwam, Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash, Salman Al-Farisi, Abu Hurairah, Syuraih, Keutamaan Ustman bin Affan, Nabi Sulaiman, Abul Hasan, Nabi Daud, Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Malik, Kisah Seorang Wanita, Abu Lahab, Yahudi, Nabi Yahya, Keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq, Abu Thalib, Nabi Ibrahim, Miswar, Ali bin Abi Thalib, Nasihat Umar bin Khattab, Rabiah Adawiyah, Nabi Musa, Utsman bin Affan, Sahabat Nabi, Umar bin Khattab, Nabi Daud, Perjanjian Hudaibiyah, Khidir, Nabi Harun, Abu Bakar, Keutamaan Ali bin Abi Thalib, Musailamah Al-Kazzab, Anak-anak di Zaman Nabi, Ali bin Abi Thalib

Foto: PInterest

TENTANG Nabi Musa, salah satunya dalam Surah Thaha (20) ayat 40, Allah berfirman:

وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنٰكَ مِنَ الْغَمِّ وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا ەۗ فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى

“Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mengujimu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan.”

Tentang kisah tersebut, Allah pun berfirman dalam ayat lainnya, yakni dalam Surah Qashash (28) ayat 15:

ArtikelTerkait

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

Kesabaran Nabi Ayyub

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

وَدَخَلَ الْمَدِيْنَةَ عَلٰى حِيْنِ غَفْلَةٍ مِّنْ اَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيْهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلٰنِۖ هٰذَا مِنْ شِيْعَتِهٖ وَهٰذَا مِنْ عَدُوِّهٖۚ فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِيْ مِنْ شِيْعَتِهٖ عَلَى الَّذِيْ مِنْ عَدُوِّهٖ ۙفَوَكَزَهٗ مُوْسٰى فَقَضٰى عَلَيْهِۖ قَالَ هٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِيْنٌ:

“Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah maka didapatinya di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang lagi dari musuhnya (kaum Fir’aun). Maka, orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya, lalu Musa meninjunya dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, “Ini adalah perbuatan setan sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lebih nyata (permusuhannya).”

Cerita ini disebutkan secara panjang lebar dalam Surah Al-Qashash. Tapi intinya, Nabi Musa menolong orang dari Bani Israil dan membunuh orang Qibthi sehingga akhirnya berita tersebut tersebar yang membuat Nabi Musa akhirnya diburu oleh bala tentara Fir’aun. Dalam kondisi yang demikian, datanglah seseorang kepada Nabi Musa memberitahukan kepadanya apa yang tercantum dalam firman Allah Surah Al-Qashash (28) ayat 20:

BACA JUGA:  Nabi Musa dan Seorang Lelaki yang Tertolak Doanya

وَجَاۤءَ رَجُلٌ مِّنْ اَقْصَى الْمَدِيْنَةِ يَسْعٰىۖ قَالَ يٰمُوْسٰٓى اِنَّ الْمَلَاَ يَأْتَمِرُوْنَ بِكَ لِيَقْتُلُوْكَ فَاخْرُجْ اِنِّيْ لَكَ مِنَ النّٰصِحِيْنَ

“Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu.”

Akhirnya, Nabi Musa pun pergi meninggalkan kota Mesir dengan penuh kegelisahan dan dengan penuh kekhawatiran. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Qashash (28) ayat 21:

فَخَرَجَ مِنْهَا خَاۤىِٕفًا يَّتَرَقَّبُ ۖقَالَ رَبِّ نَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ࣖ

“Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggul-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”

Akan tetapi Allah menyelamatkan Nabi Musa hingga beliau sampai di kota Madyan. Disebutkan dalam Surah Al-Qashash bahwa kemudian Nabi Musa menikah dengan salah seorang wanita di sana, yaitu putri seorang hamba yang Saleh ini adalah kenikmatan selanjutnya yang Allah berikan kepada Nabi Musa.

Allah kemudian berfirman:

وَفَتَنّٰكَ فُتُوْنًا

Dan kami telah memberi cobaan padamu dengan beberapa cobaan

Para ulama menjelaskan bahwa ujian-ujian tersebut sejatinya juga merupakan kenikmatan bagi Musa karena dengannya derajat Nabi Musa semakin tinggi dan semakin banyak pahala yang Allah berikan kepada beliau.

Fakta Abdurrahman bin Auf:, Utsman bin Affan, Al-Qamah, Nabi Khidir, Uzair, Umar bin Khattab, ﷺ, Abu Hurairah, Ali bin Abi Thalib, Ali bin Abi Thalib, Nabi Isa, Umar bin Khattab, Keutamaan Imam Hasan dan Imam Husein, Nabi Yusuf, umar bin khatthab, Utsman bin Affan,, Shalat Jenazah Rasulullah, Abu Thalib, Abu Bakar Ash-Shiddiq, Fakta Hijrah Nabi, Miqdad bin Amr, Jabalah bin al-Iham, Sejarah Bulan Syawal, bilal bin rabah, Fakta Umar bin Khattab, Umar bin Abdul Azis, Umar bin, Utsman bin Affan, Nabi Daud, pasar,, Nabi Musa
Foto: Pinterest

Demikianlah seharusnya pandangan seorang Mukmin terhadap ujian dan musibah yang menimpanya. Hendaklah ia berhusnudzan bahwa ini adalah sebuah tangga yang Allah ulurkan kepadanya agar ia dapat naik ke derajat yang tinggi di sisi-Nya. Jika seseorang menyadari hal ini, ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersabar dan selalu meminta pertolongan Allah agar ia bisa melewati ujian tersebut dengan baik.

BACA JUGA: Nabi Musa Berselisih Hebat dengan Nabi Harun

Kemudian Allah berfirman:

فَلَبِثْتَ سِنِيْنَ فِيْٓ اَهْلِ مَدْيَنَ ەۙ ثُمَّ جِئْتَ عَلٰى قَدَرٍ يّٰمُوْسٰى

Maka kamu tinggal beberapa tahun di antara penduduk Madyan kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan, hai Musa.

Nabi Musa bekerja kepada mertuanya di Madyan selama 8 sampai 10 tahun, sebagai mahar untuk menikahi sang istri. Kemudian, setelah waktu yang lama tersebut, beliau akhirnya hadir di Bukit Tursina. Semua itu sesuai dengan takdir yang sudah Allah tentukan. Allah menjelaskan kepada Nabi Musa bahwa mungkin saja semua itu tampak sebagai hal yang tiba-tiba atau kebetulan, tetapi sejatinya semua itu sudah diatur oleh Allah. Seluruh perjalanan hidup Nabi Musa yang dipenuhi keajaiban dan rahmat dari Allah telah Allah atur dan sudah ditentukan. Mahasuci Allah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.[]

SUMBER; TAFSIR AT TAYSIR | PUSAT STUDI QURAN

Tags: kisah nabi musaNabi Musa
Previous Post

Abu Bakar, Haramkan Khamr bahkan Sejak Masa Jahiliyah

Next Post

Manusia Berlagak Tuhan oleh Utsadz Felix Siauw

Haura Nurbani

Haura Nurbani

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.