• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 5 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ketika Pemuka Agama Yahudi Menagih Utang kepada Rasulullah

by Yudi
8 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
akad riba Gaji Dokter

Uang. Foto: Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Zaid bin Su`nah adalah salah satu pemuka agama Yahudi yang sangat terkenal di Madinah dan hidup pada zaman Nabi.

Menurut Abdullah ibn Salaam, Zaid ibn Su`nah melaporkan bahwa Nabi pernah mengambil pinjaman dari Zaid untuk membantu orang lain di kota tersebut dan berjanji untuk membayarnya pada tanggal tertentu. Dua atau tiga hari sebelum tanggal jatuh tempo, Zaid ibn Su’nah mendekati Nabi yang saat itu didampingi oleh mendampingi Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan sejumlah sahabat lainnya. Mereka semua sedang menunaikan shalat jenazah. Setelah Nabi melakukan shalat, Zaid ibn Su’nah mendatangi Nabi dan mencengkeram baju dan jubahnya, dan menatapnya dengan marah dan berkata:

“Wahai Muhammad! Kenapa kamu tidak melunasi hutang padaku? Demi Allah, aku tidak tahu apa-apa tentang keluargamu kecuali penangguhan atas hutang. Aku tahu betul bangsamu.”

BACA JUGA: Bolehkah Sedekah saat Masih Punya Utang?

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Pada saat ini Umar sangat marah dan berkata: “Hai musuh Allah! Apakah engkau benar-benar hanya mengatakan apa yang kudengar ini kepada Rasulullah? Apakah engkau benar-benar melakukan apa yang kulihat ini? Demi Dia yang memegang hidupku di tangan-Nya, jika aku tidak peduli kalau Nabi meninggalkan kami, aku pasti akan memukul kepalamu dengan pedangku.”

Nabi menatap Zaid ibn Su’nah dengan tenang dan sabar, sambil berkata kepada Umar, “Wahai Umar! Kita tidak membutuhkan ini. Aku lebih membutuhkan bantuanmu untuk melunasi pinjaman kepadanya dengan baik, dan bantuanmu untuk menghadapinya dengan sopan. Pergilah bersamanya, wahai Umar, lunasi pinjamanku kepadanya, dan beri dia dua puluh tambahan saa` ( sekitar 44 kilogram) kurma karena engkau sudah membuatnya takut. ”

Umar kemudian membawa Zaid ibn Su’nah, melunasi piutangnya, dan memberinya dua puluh kurma tambahan. Zaid kemudian menanyakan alasan pembayaran tersebut dan Umar menjawab bahwa Nabi memerintahkan untuk memberikannya karena Umar telah menakut-nakuti Zaid.

Zaid kemudian bertanya: “Apakah engkau mengenal aku, Umar?”

“Tidak,” kata Umar.

“Aku Zaid ibn Su`nah.”

“Pemuka agama orang Yahudi?” tanya Umar lagi.

“Ya.”

“Lalu apa yang membuatmu bertingkah laku dan berbicara kepada Rasulullah seperti itu?” tanya Umar.

BACA JUGA: Ingat, Janji adalah Hutang, Tepatilah!

“Wahai Umar!” jawabnya. “Aku mengenali semua tanda kenabian saat melihat wajah Muhammad kecuali dua tanda yang tidak terlihat: Satu, bahwa kesabarannya akan mendahului kebenciannya, dan bahwa kesabarannya akan meningkat saat menghadapi kebencian yang berlebihan. Sekarang aku telah mengenali dua tanda ini juga. Saksikanlah, wahai Umar! Aku menyatakan bahwa Allah sebagai Tuhanku, dan Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabiku. Saksikan juga bahwa aku memberikan setengah dari kekayaanku—dan aku memiliki banyak kekayaan—untuk umat Muhammad.”

Umar dan Zaid kemudian kembali ke Rasulullah SAW dan Zaid mengumumkan kepada publik: “Aku bersaksi bahwa tidak ada yang layak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya dan aku percaya pada dia.”

Zaid berpartisipasi dalam sejumlah ekspedisi bersama Nabi dan menjadi syuhada dalam ekspedisi Tabuk. []

Tags: Pemuka Agamasirahutangyahudi
ADVERTISEMENT
Previous Post

31 Muslim Rohingya Ditahan di India

Next Post

Merah Putih adalah Bendera Rasulullah SAW

Yudi

Yudi

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.