• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ketika Ka’bah Dirobohkan Pertama Kali

by Eva F Hasan
9 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Imam As Syafi'i Membaca Kitab di depan Rasulullah, Asal Usul Tanah Penciptaan Rasulullah, Mekkah, Keutamaan Kota Mekkah, kabah

Ilustrasi: The Humble

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PADA saat usia Nabi Muhammad SAW 35 tahun, kabilah Quraisy membangun kembali Ka’bah. Sebelumnya kondisi fisik Ka’bah hanyalah berupa tumpukan-tumpukan batu-batu berukuran di atas tinggi badan manusia. Yaitu setinggi Sembilan hasta semenjak dari masa Nabi Ibrahim AS, dan tidak memiliki atap. Sehingga adanya kekhawatiran barang yang tersimpan di dalamnya dapat dicuri oleh segerombolan pencuri.

Di samping itu, karena merupakan peninggalan sejarah yang berumur tua, Ka’bah sering diserang oleh pasukan berkuda. Sehingga merapuhkan bangunan dan merontokkan sendi-sendinya. Hal lainnya, lima tahun sebelum beliau diutus menjadi Rasul, Makkah pernah dilanda banjir bandang, airnya meluap dan mengakibatkan bangunan Ka’bah hampir ambruk.

Orang-orang Quraisy terpaksa merenovasi bangunannya demi menjaga pamornya dan bersepakat tidak membangunnya, kecuali dari sumber usaha yang baik. Mereka tidak mau mengambilnya dari dana mahar yang didapat secara zhalim, transaksi ribawi dan hasil tindak kedzaliman kepada seseorang.

Semula mereka merasa segan merobohkannya sehingga akhirnya diprakarsai oleh al-Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi. Setelah itu barulah orang-orang mengikutinya setelah melihat tidak terjadi apa-apa terhadap dirinya. Mereka terus melakukan perobohan sehingga mencapai pondasi pertama yang dulu diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS. Kemudian mereka ingin membangun kembali dengan cara membagi-bagi per-bagian bangunan Ka’bah.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Setiap kabilah mengumpulkan sejumlah batu sesuai dengan jatah masing-masing, lalu dimulailah pembangunannya. Sedangkan yang menjadi pimpinan proyeknya adalah seorang arsitek asal romawi yang bernama Baqum.

Tatkala pengerjaan tersebut sampai pada peletakkan Hajar Aswad, mereka bertikai siapa paling berhak mendapat kehormatan meletakannya. Pertikaian tersebut berlangsung selama empat atau lima malam. Bahkan semakin meruncing hingga hampir terjadi perang dahsyat di tanah Al-Haram.

Untunglah Abu Ummayah bin Al-Mughairah al-Makhzumi menawarkan penyelesaian pertikaian di antara mereka lewat satu cara, yaitu menjadikan pemutus perkara tersebut kepada siapa yang paling dahulu memasuki pintu masjid. Tawaran ini dapat diterima oleh semua pihak.

Atas kehendak Allah SWT, Nabi Muhammad SAW adalah orang yang pertama memasukinya. Tatkala mereka melihatnya mereka saling menyeru, “Inilah Al-Amin! Kami rela, inilah Muhammad!”. Dan ketika beliau mendekati mereka, dan mereka memberitahukan hal tersebut kepadanya, beliau meminta sehelai selendang dan meminta meletakkan Hajar Aswad di tengah-tengahnya. Lalu meminta agar semua kepala kabilah yang bertikai memegangi ujung selendang tersebut dan memerintahkan mereka mengangkatanya tinggi-tinggi. Hingga manakala mereka telah mengangkatnya sampai ke tempatnya, beliau SAW mengambilnya dengan tangannya dan meletakannya di tempat yang semula. Ini merupakan solusi yang tepat dan jitu dan membuat semua orang rela.

Itulah Muhammad SAW, cerdas dalam memberikan solusi. Sang Al-Amin. Betapa damainya jika kepemimpinan berada di bawah tangan kebijaksanaan beliau SAW. Subhanallah. []

Sumber: Perjalan Hidup Rasul yang Agung Muhammad SAW/Karya: Syaikh Shafiyyurahman al-Mubarakfuri/Penerbit: Darul Haq

Tags: Ka'bahKisah Nabi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Luka Penjerumus

Next Post

Sungguh, Kini Aku Telah Maafkan Saudaraku Ini

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.