KETIKA waktu terasa semakin singkat …
Pernahkah kita merasa…
Waktu berjalan begitu cepat?
Baru saja Subuh, tahu-tahu sudah Maghrib.
Baru hari Senin, tahu-tahu sudah akhir pekan.
Padahal aktivitas kita… terasa belum seberapa.
Pernahkah kita merasa hari-hari berlalu begitu cepat, seolah waktu berlari dan kita hanya bisa mengejarnya dari kejauhan? Baru kemarin rasanya kita menyambut pagi, kini sudah malam. Baru saja pekan berganti, kini sudah akhir bulan. Tapi meski waktu terus berjalan, mengapa kita merasa tidak banyak hal yang tercapai? Tidak banyak amal yang bertambah, tidak banyak kebaikan yang dilakukan?
BACA JUGA: Kenapa Laki-laki Harus Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid?
Rasulullah ﷺ telah mengabarkan hal ini…
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, beliau bersabda:
“Tidak akan datang hari Kiamat hingga waktu terasa semakin singkat. Satu tahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti satu jam, dan satu jam seperti nyala api.” (HR. Tirmidzi – hasan shahih)
Waktu tak benar-benar berubah…
Satu hari tetap 24 jam.
Tapi keberkahannya… yang menghilang.
Dulu, para ulama bisa menulis ratusan kitab dalam usia yang tak sepanjang itu.
Sekarang?
Kita membaca satu halaman pun terasa berat.
Lalu kita bertanya, “Ke mana perginya waktu kita?”
Jawabannya…
Bisa jadi waktu kita habis oleh hal yang tak membawa manfaat.
Atau…
Allah cabut keberkahannya karena hati yang jauh dari-Nya.
Mari kita renungkan…
Apakah waktu kita penuh dengan zikir, ilmu, amal, dan taat?
Ataukah habis untuk lalai, dunia, dan kesia-siaan?
Keberkahan waktu bukan tentang lamanya, tapi tentang bagaimana ia diisi. Dulu, para ulama bisa menghafal ribuan hadits, menulis puluhan kitab, mengajar, beribadah, dan tetap sempat mengurus keluarga—semua dalam rentang waktu yang sama dengan kita: 24 jam sehari. Apa bedanya? Mereka diberi keberkahan dalam waktunya.
Sedangkan kita, kadang sehari penuh habis hanya untuk berselancar di media sosial, menonton video pendek, atau tenggelam dalam urusan dunia yang tak berujung. Waktu cepat berlalu, tapi hati tetap gersang, ilmu tak bertambah, dan amal tak terasa.
BACA JUGA: Kenapa Harus Berteman dengan Orang Shaleh
Keberkahan waktu hadir ketika kita menjaga niat, mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat, dan menjadikan Allah sebagai tujuan utama. Ia datang ketika pagi diawali dengan dzikir, ketika sela-sela aktivitas diisi dengan tilawah, ketika langkah kecil dipenuhi dengan niat mulia.
Kalau hari-hari kita berlalu tanpa makna,
Maka itu bukan karena waktu yang kurang,
Tapi karena keberkahan yang hilang.
Semoga Allah mengembalikan keberkahan dalam umur dan waktu kita…
Aamiin. []









