• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kenapa Seorang Teknisi Ikut Terbang di Dalam Pesawat JT-610?

by Rifki M Firdaus
8 tahun ago
in Berita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
lion air jatuh

Foto: Kolase Tribun Bali

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JAKARTA—Seorang engineer expert atau teknisi untuk pesawat Boeing 737 Max 8, diketahui menjadi salah satu korban dari jatuhnya pesawat Lion Air nomor register PK-LQP.

Engineer yang diterbangkan bersama pilot, kopilot, serta lima awak kabin tersebut, merupakan teknisi Lion Air gelombang pertama yang mendapatkan pelatihan langsung dari produsen pesawat Boeing.

BACA JUGA: Tuntun Sepeda Motor Ketika Lewati Rumah Korban Lion Air, Aksi Warga Ini Tuai Pujian

Keberadaan teknisi tersebut menjadi misteri tersendiri, karena apakah ada kerusakan dalam pesawat itu sehingga ia diharuskan on board dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir.

ArtikelTerkait

Setujui Gencatan Senjata, Negosiator Israel Segera Tiba di Qatar untuk Gelar Perundingan

24 Jam Terakhir, Rumah Sakit Gaza Konfirmasi 80 Korban Jiwa, Jumlah Syuhada Tewas Meningkat Jadi 57.418

Innalillahi, Dr. Marwan Al-Sultan asal Indonesia, Syahid di Gaza

Euro-Med: Israel Sedang Lakukan Depopulasi di Gaza!

“Yang on board itu (teknisi yang) sudah expert, gelombang pertama yang dilatih Boeing,” ujar Plt Direktur Teknik Lion Air Muhammad Rusli, di kantor Lion Air Flight Operation Engineering and Service (FOES), Neglasari, Kota Tangerang.

Teknisi yang menjadi korban ke-189 (sebelumnya ditulis 188) tersebut sengaja on board dari Jakarta menuju Pangkal Pinang. Angka 189 itu rinciannya adalah 178 penumpang dewasa, 1 orang anak-anak, 2 bayi, 7 orang kru pesawat (pilot dan kopilot, lima awak kabin), dan satu orang teknisi.

Menurut Rusli, teknisi itu sengaja ikut terbang untuk berjaga-jaga jika ada perbaikan yang diperlukan saat berada di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

Perbaikan tersebut, menurut Rusli, adalah perawatan rutin. Karena pesawat yang baru dan dengan rute yang tak semuanya memiliki teknisi yang andal, maka ia sengaja dinaikkan ke pesawat.

BACA JUGA: Mengaku Lihat Pesawat Lion Air Keluarkan Asap, Ini Cerita Wanita Driver Ojol

“Sengaja ada teknisi yang kita on board sebab di Pangkal Pinang kita tak punya teknisi dengan kemampuan untuk Boeing 7373 Max 8,” lanjut Rusli.

Dengan dinaikkannya seorang teknisi ke pesawat JT-610 yang jatuh di perairan Karawang setelah hilang kontak di menit ke-13 mengudara itu, timbul pertanyaan, apakah pesawat dalam keadaan rusak parah?

Rusli membantah hal tersebut. Menurutnya, selain 40 teknisi, Lion Air memiliki puluhan teknisi lainnya yang sudah di ToT (training of trainer) atau dilatih ulang oleh teknisi yang langsung belajar dari Boeing tersebut. Ia menampik jika keberadaaan teknisi itu karena pesawat mengalami kerusakan parah.

“Jadi, tidak di semua bandara kami menyebar teknisi, hanya bandara besar yang ditempatkan teknisi. Selebihnya, jika menuju bandara-bandara kecil, teknisinya on board,” kata Rusli menjelaskan.

Rusli mengatakan, dengan diterbangkannya satu teknisi itu untuk upaya antisipasi gangguan teknis pada pesawat saat mendarat di Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang. Sebab, menurut dia, di bandara tersebut tidak ada teknisi yang mengerti soal Boeing 737 Max 8.

Meskipun beberapa peralatan dan sistem di pesawat tak jauh berbeda dengan jenis Boeing sebelumnya, pihak Lion Air tetap menerbangkan teknisi itu untuk mengantisipasi dan memperbaiki pesawat jika ada kendala teknis ditemukan saat mendarat.

“Memang sengaja (menaikkan teknisi), kalau ada kendala teknis bisa diatasi dengan cepat, nggak harus menunggu teknisi dari Jakarata ke sana (Depati Amir),” ujar Rusli. []

SUMBER: REPUBLIKA

Tags: Lion AirTeknisi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tahun Depan Pemerintah Tidak Akan Naikan Harga Rokok

Next Post

Massa Bela Tauhid 211 Doakan Korban Gempa NTB, Palu dan Korban Jatuhnya Lion Air

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Israel

Setujui Gencatan Senjata, Negosiator Israel Segera Tiba di Qatar untuk Gelar Perundingan

7 Juli 2025
Rumah Sakit Gaza

24 Jam Terakhir, Rumah Sakit Gaza Konfirmasi 80 Korban Jiwa, Jumlah Syuhada Tewas Meningkat Jadi 57.418

7 Juli 2025

Innalillahi, Dr. Marwan Al-Sultan asal Indonesia, Syahid di Gaza

3 Juli 2025
Israel

Euro-Med: Israel Sedang Lakukan Depopulasi di Gaza!

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.