• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 6 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Keajaiban Penciptaan Langit (1)

by Yudi
6 tahun ago
in Tsaqofah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keutamaan Bismillah, kehidupan di luar angkasa, masuk surga tanpa hisab, Bukti Kebesaran Allah, hukum Allah, kasih sayang Allah, tajsim, Pertolongan Allah, surga

Foto ilustrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

ALLAH SWT dengan kuasanya telah menciptakan benda langit yang beragam. Pada malam hari, bintang-bintang dan benda angkasa lainnya terlihat seperti butiran-butiran emas yang ditaburkan di gelapnya langit malam. Betapa hiasan yang paling indah yang Allah ciptakan untuk kita syukuri keberadaanya.

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَجَعَلْنَاهَا رُجُومًا لِلشَّيَاطِينِ وَأَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيرِ

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala,” (QS. Al-Mulk: 5).

Kata zayyannaa (menghiasi) yang digunakan dalam ayat ini merupakan bentuk dasar dari kata ziinah (perhiasan). Allah SWT berfirman,

ArtikelTerkait

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Siapakah yang mengharamkan perhiaan dari Allah yang telah disediakan-Nya untuk hamba-hamba-Nya’,” (QS. Al-Araf: 32).

BACA JUGA: Detik Terakhir Kehidupan Nabi, Tatkala Kabar dari Langit Telah Terputus

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya,” (QS. Al-Kahfi: 7).

Dalam menafsirkan ayat ke-5 surat al-Mulk ini, Ibnu Katsir juga mengutip ayat ke-6 hingga ayat ke-10 surah ash-Shaffat. Dalam ayat tersebut, kata zayyannaa juga digunakan.

Allah SWT berfirman,

(٦)إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ(٧) وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ
(٨)لا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلإ الأعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ
(٩)دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ
(١.)إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

“Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang. Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka, mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para mailakat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal, kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka dia dikejar oleh bintang yang menyala,” (QS. Ash-Shaffat: 6-10).

Pada ayat ini, kata yang digunakan bukan an-najm (bintamg), tetapi al-kawaakib, bentuk plural dari kaukab (planet). Dalam kamus bahasa Arab, terdapat perbedaan makna antara kata an-najm dan al-kaukab.

Dalam al-Mu’jam al-Wasiith disebutkan, al-kaukab artinya, jirmun samaawiyyun (benda angkasa) yaduuru hawlasy syamsi (yang beredar mengelilingi matahari) wa yastadhii’u bi dhau ‘ihaa (dan memancarkan cahaya dari matahari).

Sedangkan arti kata an-najm adalah, ahadu al-ajram as-samaawiyyah al-mudhii’ah bi dzaatihaa (salah satu benda angkasa yang memancarkan cahayanya sendiri), wa mawaadhi’uhaa an-nisbiyyah fis samaa’i tsaabitatun (dan posisinya di angkasa relatif tetap). Dalam kamus ini juga diberikan contoh bintang angkasa, yaitu mahahari.

Ilmu astronomi modren menyatakan, bintang memiliki perbedaan dengan planet. Bintang memancarkan cahayanya sendiri, seperti matahari. Untuk itu, matahari disebut bintang. Sementara planet tidak memiliki cahaya, tetapi memantulkan cahaya matahari yang diterimanya.

Dalam al-Qur’an pun, penyebutan matahari (asy-syams), bila berlanjut dengan penjelasan sifat-sifat cahayanya, sering menggunakan kata siraaj. Sedangkan penyebutan sifat cahaya bulan (al-qamar) menggunakan kata nuur. Kedua kata ini, siraaj dan nuur, sama-sama berarti cahaya.

BACA JUGA: Diungkap Alquran, Inilah Gambaran Langit pada Peristiwa Kiamat

Perbedaannya, kata siraaj menunjukkan cahaya yang dipancarkan dari dalam dirinya sendiri. Sementara nuur mengindikasikan cahaya yang berasal dari luar dirinya, atau memantulkan cahaya yang didapatnya dari benda lain. Hal ini sangat jelas termuat dalam firman-Nya,

وَجَعَلَ الْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًا وَجَعَلَ الشَّمْسَ سِرَاجًا

“Dan Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?” (QS. Nuh: 16). []

BERSAMBUNG

Sumber: Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012

Tags: alqurancahayahiasanLangit
ADVERTISEMENT
Previous Post

Apakah Orang Sakit Parah Tetap Wajib Shalat?

Next Post

Pendidikan Ada di Tangan Guru, Bukan Pada Teknologi

Yudi

Yudi

Related Posts

diabetes

Apakah Terkena Diabetes di Usia Muda Bisa Sembuh?

10 Juli 2025
Puasa, Sakit Kepala, Darah

Ciri-ciri Darah yang Sudah Rusak yang Bisa Dikenali oleh Diri Sendiri

10 Juli 2025
Kerja

Apa Hukum Memalsukan Absen di Tempat Kerja?

9 Juli 2025
Ciri Tubuh yang Tidak Sehat, Bersin

Bagaimana Cara Hentikan Bersin yang Terus-menerus?

9 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.