Jerman Segera Terapkan Kebijakan ‘Evaluasi’ Data Ponsel Pengungsi

Foto: NBC News
0

BERLIN – Jerman akan mulai “mengevaluasi” data ponsel para pengungsi dalam kasus-kasus tertentu. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses deportasi setelah mereka ditolak statusnya sebagai pengungsi. Demikian diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman Thomas de Maiziere.

Thomas menyatakan hal ini setelah kabinet Jerman pada hari Rabu kemarin (22/2/2017) menyetujui RUU yang dalam kasus tertentu akan memberikan kewenangan lembaga migrasi dan pengungsi, yang dikenal sebagai BAMF, mengevaluasi data para pengungsi.

“Kabinet Jerman hari ini menyetujui RUU yang diajukan oleh saya terkait peningkatan penegakan kebijakan deportasi pengungsi. Pemerintah Jerman sendiri selalu memiliki dua aspek. Mereka dengan kesempatan yang baik untuk tinggal yaitu orang-orang yang layak mendapat perlindungan harus diintegrasikan. Sedangkan mereka yang permintaan suakanya ditolak dan tidak diberikan status pengungsi harus meninggalkan negara kami lagi,” ujar Thomas seperti dikutip media.

Thomas juga mengatakan, “Paling baik yang dilakukan untuk mendata pengungsi adalah dengan paspor atau dokumen pribadi mereka. Jika itu tidak ada serta pemeriksaan lainnya tidak mungkin dilakukan, di masa depan yang terjadi adalah dengan mengevaluasi data ponsel mereka.”

Sebelumnya pada hari Ahad, Peter Altmaier, kepala staf Kanselir Jerman Angela Merkel, kepada surat kabar Bild am Sonntag mengatakan bahwa Berlin telah mendeportasi 80.000 pengungsi yang ditolak suakanya tahun lalu. [fq/islampos]

loading...
loading...