• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jenis-jenis Hati Menurut Nabi

by Sodikin
5 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: allfreewallpaper

Foto: allfreewallpaper

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DALAM kitab Tafsir Ibnu Katsir, berkaitan dengan hidayah dan siapa yang berhak mendapatkannya, ada sebuah sebuah hadits dari Abu Sa’id Al-Khudhri yang menyebutkan bahwa Baginda Nabi menerangkan jenis-jenis hati.

Berikut ini teks haditsnya.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

الْقُلُوبُ أَرْبَعَةٌ قَلْبٌ أَجْرَدُ فِيهِ مِثْلُ السِّرَاجِ يُزْهِرُ وَقَلْبٌ أَغْلَفُ مَرْبُوطٌ عَلَى غِلَافِهِ وَقَلْبٌ مَنْكُوسٌ وَقَلْبٌ مُصْفَحٌ فَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَجْرَدُ فَقَلْبُ الْمُؤْمِنِ سِرَاجُهُ فِيهِ نُورُهُ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْأَغْلَفُ فَقَلْبُ الْكَافِرِ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمَنْكُوسُ فَقَلْبُ الْمُنَافِقِ عَرَفَ ثُمَّ أَنْكَرَ وَأَمَّا الْقَلْبُ الْمُصْفَحُ فَقَلْبٌ فِيهِ إِيمَانٌ وَنِفَاقٌ فَمَثَلُ الْإِيمَانِ فِيهِ كَمَثَلِ الْبَقْلَةِ يَمُدُّهَا الْمَاءُ الطَّيِّبُ وَمَثَلُ النِّفَاقِ فِيهِ كَمَثَلِ الْقُرْحَةِ يَمُدُّهَا الْقَيْحُ وَالدَّمُ فَأَيُّ الْمَدَّتَيْنِ غَلَبَتْ عَلَى الْأُخْرَى غَلَبَتْ عَلَيْهِ.

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

“Hati itu ada empat macam; hati yang bersih ia seperti lentera yang bercahaya, hati yang tertutup ia terikat dengan tutupnya, hati yang sakit dan hati yang terbalik. Adapun hati yang bersih adalah hatinya orang beriman, ia seperti lentera yang bercahaya, sedangkan hati yang tertutup adalah hatinya orang kafir, hati yang sakit adalah hati orang munafik, ia mengetahui yang baik namun ia mengingkari, dan hati yang terbalik adalah hati yang di dalamnya ada iman dan nifak, contoh keimanan di situ adalah seperti tanah yang dapat memberikan air yang bersih, sedangkan nifak adalah seperti bisul, di dalamnya hanya nanah dan darah, maka di antara keduanya yang paling kuat ia akan mengalahkan lainnya.” (HR. Ahmad No. 10705)

BACA JUGA: Ini Dia 2 Shalat yang Paling Berat bagi Munafik

Pertama, qalbun ajrad (قلب أجرد): Hati yang polos tak bernoda. di dalamnya seperti ada pelita yang bersinar.

Kedua, qalbun aghlaf (قلب أغلف): Hati yang tertutup yang terikat tutupnya.

Ketiga, qalbun mankuus (قلب منكوس): Hati yang terbalik.

Keempat, qalbun mushfah (قلب مصفح): Hati yang terlapis.

Adapun qalbun ajrad adalah hati seorang mukmin, pelita dalam hatinya adalah cahaya.

Qalbun aghlaf adalah hati orang kafir.

Qalbun mankuus adalah hati orang munafik, ia mengetahui tetapi kemudian malah mengingkari.

Qalbun mushfah adalah hati yang di dalamnya bercampur iman dan nifak. Iman yang ada di dalamnya, seperti tanaman yang disirami air yang segar. Dan nifak yang ada di dalamnya, seperti bisul yang disirami darah dan nanah. Dari dua unsur tersebut, mana yang lebih dominan, maka itulah yang akan menguasai hatinya.

Dengan menyebut hadits ini dalam menafsirkan ayat nur ‘ala nur (cahaya di atas cahaya), seakan imam Ibnu Katsir hendak menekankan bahwa segala kebaikan, cahaya, dan hidayah, sumbernya dari Allah Ta’ala.

Maka, kepada-Nya semua itu diminta. Semakin seseorang dekat kepada Allah, semakin mudah ia mendapatkan cahaya hidayah. Untuk itu, dalam mencari hidayah atau petunjuk, para penuntut ilmu harus meninggalkan kemaksiatan. Seperti pesan Waki’ kepada Imam Asy-Syafi’i yang sangat terkenal.

BACA JUGA: Hidayah dari Sebuah Warung Kopi

Saat membincang adab menuntut ilmu dan erat kaitannya dengan konteks penafsiran ayat ini, Imam Burhanuddin Az-Zarnuji dalam kitabnya, “Ta’limul Muta’allim” berpendapat, hendaknya seseorang mengagungkan ilmu dengan berwudhu sebelum memegang buku.

Seperti keteladanan yang dicontohkan oleh dua Syamsul Aimmah As-Sarkhasi dan Al-Halwani yang senantiasa menjaga tharahah (kesucian diri) dalam menunut ilmu.

Dikisahkan bahwa pada suatu malam, As-Sarkhasi terkena diare. Setiap kali batal, beliau selalu mengulangi wudhunya sampai tujuh belas kali. Hal ini dikarenakan ilmu adalah cahaya, dan wudhu juga cahaya. Dengan demikian, bertambahlah cahaya ilmu pada diri seseorang.

Nah, mulai sekarang, jangan malas berwudhu sebelum belajar atau mengajarkan ilmu. Agar pendar cahaya yang kita pegang, semakin terang benderang. Wallahu alam. []

SUMBER: DAKWAH.ID

Tags: janis-jenis hatikafirmukminmunafik
ADVERTISEMENT
Previous Post

Siapa dan Bagaimana Ibunda Imam Ahmad bin Hanbal Mendidik Putranya?

Next Post

Menentang Ibu Demi Keyakinan Aqidah

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.