islampos
Media islam generasi baru

Istri, Taat Pada Suami Atau Orang Tua?

istri harus taat pada suami atau orangtua?
0

SUATU saat, dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik  dikisahkan  tatkala sahabat bepergian untuk berjihad, ia meminta istrinya agar tidak keluar rumah sampai ia pulang dari misi suci itu.

Di saat bersamaan, ayahanda istri sedang sakit. Lantaran telah berjanji taat kepada suami, istri tidak berani menjenguk ayahnya.

Merasa memiliki beban moral kepada orang tua, ia pun mengutus seseorang untuk menanyakan hal itu kepada Rasulullah. Beliau menjawab, “Taatilah suami mu.” Sampai sang ayah menemui ajalnya dan dimakamkan, ia juga belum berani berkunjung.

Untuk kali kedua, ia menanyakan perihal kondisinya itu kepada Rosulullah, dan Jawaban yang sama ia peroleh, “Taatilah suami mu.”

Selang berapa lama, Rasulullah mengutus utusan kepada sang istri tersebut agar memberitahukan kabar, bahwa Allah telah mengampuni dosa ayahnya berkat ketaatannya pada sang suami.

Kisah yang dinukil oleh at-Thabrani, setidaknya menggambarkan tentang bagaimana seorang istri bersikap.

Manakah hak yang lebih didahulukan antara hak orang tua dan hak suami, tatkala perempuan sudah menikah. Bagi pasangan suami istri, kedua hak itu kerap memicu kebingungan dan dilema.

Menurut Syekh Yusuf al-Qaradhawi dalam kumpulan fatwanya yang terangkum di Fatawa Mu’ashirah bahwa memang benar, taat kepada orang tua bagi seorang perempuan hukumnya wajib.

Tetapi, kewajiban tersebut dibatasi selama yang bersangkutan belum menikah. Bila sudah berkeluarga, seorang istri diharuskan lebih mengutamakan taat kepada suami.

Meski demikian, kewajiban menaati suami bukan berarti harus memutus tali silaturahim kepada orang tua atau mendurhakai mereka.

Seorang suami dituntut mampu menjaga hubungan baik antara istri dan keluarganya. Ikhtiar itu bisa dengan kemajuan teknologi seperti, menyambung komunikasi lewat telepon misalnya.

Al-Qaradhawi menambahkan, di antara hikmah di balik kemandirian sebuah rumah tangga ialah meneruskan estafet garis keturunan. Artinya, keluarga dibentuk sebagai satu kesatuan yang utuh tanpa ada intervensi pihak luar.

Ia menyebutkan, beberapa hadis lain yang menguatkan tentang pentingnya mendahulukan ketaatan istri kepada suami dibandingkan orang tua.

Hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dan ditashih oleh al-Bazzar.

“Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, hak siapakah yang harus diutamakan oleh istri? Rasulullah menjawab, “(Hak) Suaminya.” Lalu, Aisyah kembali bertanya, sedangkan bagi suami hak siapakah yang lebih utama? Beliau menjawab, “(Hak) Ibunya.” []

loading...
loading...