ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Islam Segera Menjadi Agama Terbesar di Dunia, Ini Tanda-tandanya

Foto: Russel Simmons
0

PEW Research Center (PRC), organisasi nirlaba yang berpusat di AS, merilis hasil survey terbarunya mengenai agama-agama di dunia, dimana mereka memprediksi bahwa Islam akan menjadi agama terbesar di dunia 2075 mendatang.

Seperti dilansir The Guardian, Kamis (6/4/2017), PRC memperkirakan bahwa angka kelahiran Muslim pada dua dekade mendatang akan melampaui Kristen.

Selain itu, pada 2075, jumlah orang yang tak menganut agama akan berkurang. Penurunan itu terjadi karena menurunnya angka kelahiran di kalangan mereka.

Dalam kesempatan terpisah, menyoal kebangkitan agama Islam, menurut cendekiawan Muslim Indonesia Prof Didin Hafidhuddin, sebelum munculnya studi semacam PRC itu, tanda-tanda dominasi Islam sudah dapat diamati.

Khususnya pascaserangan di WTC 2001 silam, Islam menerima stigma buruk. Namun, lanjut Didin, karena hal tersebut Islam justru semakin giat dipelajari oleh kalangan non-Muslim.

“Karena, sekarang pun sudah mulai tanda-tanda orang-orang non-Muslim mulai mendekati ajaran Islam. Mereka mempelajari kemudian mereka masuk (Islam). Di Amerika, gelombang orang masuk Islam juga luar biasa. Hanya, karena kurang pemberitaan saja,” kata Didin, seperti disitat dari Republika.

“Jadi, di samping faktor kelahiran jumlah penduduk, ada juga orang-orang Mualaf pun banyak sekali,” sambung wakil ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat itu.

Sekularisme menurut Didin, juga dinilai ikut menyumbang popularitas Islam dalam beberapa tahun belakangan dan di masa depan. Khususnya di negara-negara Eropa dan Amerika, lanjut Didin, kebanyakan pemeluk Kristen hanya mempraktikkan agama mereka dalam momen-momen tertentu. Misalnya, pernikahan, kematian, atau Natal. Agama belum menyentuh keseharian.

Dalam kondisi ‘kekosongan’ spiritual itu, orang-orang cenderung mencari pengalaman ruhani baru. Di sisi lain, Islam menawarkan ritual beragama yang lebih menyeluruh, meskipun kerap dituding stigma buruk melalui pemberitaan media arus besar di Barat.

“Ini tentu bertentangan dengan fitrah mereka sendiri sehingga mereka mencari dan mencari. Lalu bertemu dengan ajaran Islam yang selama ini diinformasikan secara negatif, misalnya, karena ada Islamofobia.”

“Tapi semakin gencar pemberitaan negatif mengenai Islam, semakin orang mencari tahu. Mempelajari Alquran dan Nabi SAW, mereka mendapatkan penjelasan. Kasus Zakir Naik, kan bisa menjadi contoh. Bagaimana dalam setiap ceramah beliau, tak jarang ada yang masuk Islam,” kata mantan ketua umum Baznas ini. []

loading...
loading...