ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Ini 5 Fakta terkait Debat Perdana Pilpres 2019

0

Advertisements

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan debat perdana Pilpres 2019 pada 17 Januari 2019 mendatang. Tema yang diusung seputar hukum, HAM, anti-korupsi, dan terorisme.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah membuat aturan debat dan membaginya dalam enam segmen. Segmen satu dan enam akan menjadi sesi khusus pembacaan visi-misi dan juga closing statement. Sedangkan segmen sisanya akan menjadi ajang debat yang sesungguhnya.

BACA JUGA: 20 Pertanyaan Debat Capres-Cawapres Telah KPU Serahkan pada Timses

Berikut ini lima fakta terkait debat perdana tersebut:

1. Segmen debat

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, kesempatan untuk beradu argumen disediakan sejak segmen dua. Setelah kandidat A menjawab pertanyaan dari moderator, kandidat B boleh menanggapinya. Kemudian kandidat A boleh menanggapi lagi komentar dari kandidat B. Hal ini juga berlaku sebaliknya.

“Kalau dulu debat terjadi pada bagian akhir saja. Kalau sekarang justru sejak awal,” kata Arief.

Sementara pada segmen empat dan lima, adu argumen dipastikan ada. Sebab masing-masing kandidat akan saling melempar pertanyaan yang bisa mereka tanggapi lagi.

“Jadi saya membayangkan ini justru lebih terasa debatnya dibandingkan desain rundown debat-debat sebelumnya,” ujar dia.

2. 20 Kisi-kisi pertanyaan

Arief menegaskan kisi-kisi yang diberikan kepada paslon itu bukan lah bocoran. Sebab pada akhirnya para kandidat tidak mengetahui pertanyaan apa yang akan mereka dapatkan.

“Mereka tidak tahu yang akan ditanyakan pertanyaan nomor berapa. Jadi mereka betul harus memahami bukan menghafalkan,” ujar Arief.

Rencananya, paslon peserta debat pilpres 2019 akan diberi 20 kisi-kisi pertanyaan debat untuk segmen dua dan tiga. Kisi-kisi tersebut terdiri dari 5 pertanyaan untuk masing-masing tema. Nantinya, soal yang muncul di segmen keuda debat pilpres akan di random dari soal-soal tersebut.

Related Posts
1 of 5

3. Tak ada pertanyaan soal kasus individual

Pertanyaan debat akan difokuskan pada visi dan misi kedua kandidat paslon. Para panelis tidak akan mengajukan pertanyaan secara spesifik terkait kasus kepada kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Loading...

Halitu dipastikan oleh ahli hukum dari Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) sekaligus salah satu panelis, Bivitri Susanti. Dia mengatakan, para panelis tidak akan mengajukan pertanyaan spesifik terkait kasus hukum, HAM, korupsi dan terorisme.

“Iya kami tidak bikin pertanyaan soal kasus. Yang tidak ditanya itu maksudnya kasus-kasus individual,” ujar Bivitri.

4. Penonton debat adalah undangan

Pada saat debat nanti, hanya para undangan yang bisa masuk ke lokasi penyelenggaraan debat yakni ruangan di Hotel Bidajara. Masing-masing pasangan calon akan diberikan 100 undangan yang boleh mereka bagikan ke siapa saja. Sisanya, KPU yang akan menyebarkan undangannya.

“Pokoknya 100 undangan. Nah, selebihnya kapasitas ruangan itu KPU yang akan mengundang, ada tokoh masyarakat, ada tokoh agama,” ujar Arief.

Pendukung capres-cawapres juga diperbolehkan membawa atribut kampanye. Namun, tak semua atribut bisa dibawa. Atribut tersebut akan diatur oleh KPU.

BACA JUGA: Jelang Debat Pertama, BPN: Prabowo-Sandi Sudah Ganteng dan Cerdas, Tak Perlu Dipoles

5. Disediakan tempat nobar

KPU akan menyediakan tempat untuknonton bareng (nobar) bagi pendukung yang tidak bisa masuk ke ruang debat.

“Karena kan ruangannya pasti tidak mampu menampung semua orang yang datang. Maka di luar juga kami sediakan untuk pihak paslon 01 dan paslon 02, kita sediakan ruangan di luar untuk nonton bareng,” ujar Arief.

Arief mengatakan tempat nobar pendukung pasangan nomor urut 01 dan 02 juga akan dipisah. KPU juga telah mengecek ruangan yang akan digunakan dalam debat. []

SUMBER: KOMPAS

Artikel Terkait :

Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend