• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 7 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ilmuwan di AS Sebarkan Resep Vaksin Corona yang Bisa Diracik Sendiri

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: 
The Motley Fool

Ilustrasi. Foto: The Motley Fool

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

AMERIKA SERIKAT–Sejumlah ilmuwan di Amerika Serikat merancang vaksin Covid-19 secara mandiri dan menyebarkan resepnya di internet agar bisa diracik oleh siapapun yang ingin menggunakannya.

Kelompok ilmuwan yang tergabung dalam Rapid Deployment Vaccine Collaborative (RADVAC) itu bahkan telah menggunakan vaksin yang belum tuntas diuji tersebut. Mereka yakin vaksin tersebut bisa melindungi tubuh dari virus corona penyebab Covid-19.

Preston Estep, pakar genetika dari Universitas Harvard bersama beberapa ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), salah satu kampus paling top dunia, berada di balik vaksin Covid-19 tersebut.

“Kami tidak menganjurkan orang mengubah perilaku (setelah menggunakan vaksin tersebut), tetapi vaksin kami berpotensi menyediakan beberapa lapis perlindungan,” kata Preston Estep, pakar genetika dari Universitas Harvard yang turut mendirikan dan mengepalai riset RADVAC.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

BACA JUGA: Bantu Penelitian Vaksin Virus Corona, Jack Ma Sumbang Rp 201 Miliar

Vaksin itu telah mulai diuji di sebuah laboratorium di Harvard. Kepala pengujinya adalah George Church, pakar genetika yang dikenal karena memimpin upaya menghidupkan kembali mamut, gajah purba yang punah ribuan tahun silam.

“Menurut saya kita lebih terancam oleh Covid ketimbang oleh vaksin eksperimental,” kata Church, yang sudah menggunakan dua dosis vaksin Covid-19 tersebut.

Kini resep vaksin itu dan cara meraciknya sudah disebar oleh para ilmuwan tersebut ke para kolega mereka. 

“Kami sudah mengirimkan (resep dan cara meracik vaksin Covid-19) ke 70 orang. Mereka harus meraciknya sendiri, tetapi kami belum menerima laporan tentang berapa orang yang sudah menggunakannya,” ujar Estep.

Selain itu, RADVAC juga telah menerbitkan buku putih terkait resep serta cara meracik vaksin Covid-19 mereka di internet. Tetapi sebelum membuka buku putih itu, warganet akan diminta membaca disclaimer yang isinya menyatakan bahwa mereka yang menggunakan resep itu harus sudah dewasa, tinggal di AS, dan bertanggung jawab untuk menyediakan sendiri material untuk meracik vaksin tersebut.

Juga disebutkan bahwa tak ada jaminan vaksin itu akan manjur; bahwa vaksin itu tidak menjalani uji klinis; bahwa vaksin itu bukan bersifat mengobat tetapi mencegah dan membeberan beberapa kemungkinan efek samping kepada yang menggunakan.

Vaksin Covid-19 dari RADVAC itu antara lain menggunakan peptida – molekul yang mengandung protein yang ditemukan pada virus corona. Peptida bukan virus pemicu Covid-19, tetapi secara teoritis bisa memicu reaksi sistem imun tubuh sehingga menghasilkan antibodi untuk mematikan virus.

Selain peptida, vaksin itu juga mengandung chitosan, zat yang ditemukan pada mahluk laut seperti udang. Chitosan digunakan untuk membungkus peptida agar lebih mudah dimasukkan ke tubuh lewat membran mukosa di hidung.

BACA JUGA: Rusia Klaim Berhasil Selesaikan Uji Klinis Vaksin Corona

Bentuk vaksin Covid-19 dari RADVAC memang bukan cairan yang disuntikkan ke tubuh. Alih-alih, dirancang sebagai semprotan. Vaksin Covid-19 ini didesain demikian agar bisa memantik reaksi imun kuat dan terpusat di hidung, tempat infeksi Covid-19 sering terjadi. Membran mukosa diketahui memiliki armada sel imun sendiri yang berfungsi untuk melawan kotoran, virus, dan bakteri penyakit di hidung.

Sejumlah ahli tidak sepakat dengan para ilmuwan RADVAC. Menurut mereka vaksin yang ideal harus memicu reaksi imun lokal dan juga memantik reaksi imun yang sistematis di seluruh tubuh.

Tetapi beberapa ilmuwan sependapat dengan RADVAC. Menurut mereka vaksin Covid-19 yang disemprotkan lewat hidung akan lebih melindungi ketimbang yang disuntikkan. Vaksin yang disuntik, jelas mereka, akan lebih sukar memantik reaksi imun di membran mukosa dibandingkan dengan vaksin yang langsung menyasar area saluran pernafasan.

Meski demikian hampir semua ilmuwan itu sepakat bahwa vaksin Covid-19 yang dikembangkan RADVAC masih perlu dibuktikan kemanjurannya lewat serangkaian tes yang ketat. []

SUMBER: NEW YORK TIME

 

Tags: CoronaCovid-1RADVACvaksin
ADVERTISEMENT
Previous Post

Polisi Saudi Amankan 2.050 Orang yang Masuk Masjidil Haram secara Ilegal

Next Post

Selimut Kabah, Inilah Kisah ‘Warna-Warni’ Kiswah

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.