• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ilmu Waris Abu Hasan Al-Biruni, Jelang Wafat

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Tahukah Anda
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi Foto: Abdurrahman Al-Amiry

Ilustrasi Foto: Abdurrahman Al-Amiry

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Bagi segelintir orang tertentu yang beriman, kematian hanyalah momen yang harus dilewati sebagai alat menuju perjalanan berikutnya.
Tiada gentar ataupun rasa takut yang membuncah, rasa tenang bahkan meliputi mereka, termasuk ilmuwan Muslim satu ini, Abu Raihan Al-Biruni.

Syekh Aidh Al-Qarni dalam buku La Tahzan menjabarkan mengenai detik-detik kematian Abu Hasan Al-Biruni. Al-Biruni yang dikenal sebagai seorang matematikawan, filsuf, astronom, hingga ahli kedokteran ini memang cukup produktif menghabiskan usianya dalam dunia keilmuan dan penulisan.

Selama hidupnya, Al-Biruni hampir-hampir tak pernah sekali pun melepaskan pena dari tangannya. Matanya tak pernah berhenti mencermati, otaknya tak berhenti untuk berpikir, kecuali di waktu-waktu krusial seperti beribadah dan mencari penghidupan seperti makan dan minum.

BACA JUGA: Ilmu Sebaik-baik Warisan daripada Harta

ArtikelTerkait

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

Jelang kematiannya, Al-Faqih Abu Hasan Ali bin Isa datang menjenguk Al-Biruni yang tengah dilanda sakratul maut. Al-Biruni saat itu terlihat dengan nafas yang sudah tersengal-sengal diiringi dengan sesak dada. Dalam keadaan seperti itu, ia masih sempat menanyakan kepada Al-Faqih Abu Hasan mengenai matematika dan hukum waris.

Al-Biruni berkata, “Bagaimana menurutmu tentang perhitungan nenek yang tidak berhak mendapatkan warisan?”

Karena kasihan kepadanya, Al-Faqih Abu Hasan justru balik bertanya, “Apakah dalam keadaan seperti itu engkau masih harus bertanya kepadaku mengenai ini?”

Al-Biruni pun menjawab dengan nafas yang tersengal-sengal, “Bagaimana, aku akan meninggalkan dunia, sedangkan aku harus mengerti masalah itu. Bukankah itu jauh lebih baik daripada aku harus meninggalkan dunia dan tidak pernah mengerti mengenai hal ini?”

Mendengar hal itu, tentunya Al-Faqih Abu Hasan tergugah. Dia pun menjelaskan dan meladeni diskusi yang diminta Al-Biruni tentang hal yang ditanyakan. Al-Biruni pun memahami penjelasan yang diberikan Al-Faqih Abu Hasan. Lalu, Al-Biruni juga mengajarkan apa yang pernah ia janjikan kepadanya.

Usai berdiskusi dengan keterbatasan yang dialami Al-Biruni, Al-Faqih Abu Hasan pun memohon izin untuk pulang. Dia pun keluar dari rumah Al-Biruni. Tak jelang lama ia keluar dari rumah Al-Biruni, terdengar suara tangis dari arah rumahnya. Rupanya keluarga Al-Biruni baru saja menyaksikan ilmuwan itu benar-benar telah berpulang ke pangkuan Allah SWT.

BACA JUGA: Ilmu Padi, Seperti Apa?

Syekh Aidh Al-Qarni menjelaskan, apa yang dilakukan Al-Biruni di detik-detik kematiannya adalah digerakkan semangat hidup dan rasa iman yang dalam kepada Allah. Sehingga rasa takut atas kematian terpinggirkan dengan sendirinya. Semangat tentang hidup mengikis semua rasa takut, kedalaman iman membuatnya tenang untuk melangkah menuju ke perjalanan berikutnya.

Lagipula, setiap insan pun harusnya telah menyadari dalam hati bahwa kematian akan datang bagi setiap jiwa.

Allah berfirman dalam Alquran Surat Al-Ankabut ayat 57,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Kullu nafsin dzaaiqatul-maut, ilaina turja’un.”

Yang artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan kematian. Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan.”

Bagi Al-Biruni, kehidupan dan kematian sama berharganya. Dijelaskan bahwa beliau menghargai kedua nikmat yang diberikan Allah itu dengan cara yang baik. Semasa hidup, Al-Biruni tak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang nista.

Ia menghabiskan hidupnya dengan mencari dan menelaah ilmu pengetahuan, menghabiskan hidupnya dengan menjalankan ibadah-ibadah sebagai bekal perjalanan selanjutnya.

Hingga sampai menjelang kematian pun, tiada rasa gentar bagi hatinya. Yang ada hanyalah sibuk memikirkan ilmu yang mulia.

SUMBER: REPUBLIKA.CO.ID

Tags: Abu Hasan Al-Biruniilmu warisilmuwan muslimmatematikawanmatematikawan muslimWafat
ADVERTISEMENT
Previous Post

4 Cara Menjaga Kesehatan Jasmani dalam Islam

Next Post

Hukum Jual Beli saat Azan Jumat

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

5 Pertanyaan di Hari Kiamat

13 Juli 2025
Ngabuburit, Prinsip Kebahagiaan, Muslim yang Bersyukur, Ikhlas, Target, Rahasia

5 Hal yang Harus Selalu Kamu Jadikan Rahasia dalam Hidup

10 Juli 2025
Tanda Kucing Sayang sama Kamu, Kucing

7 Karakter Mulia Pecinta Kucing: Rezekinya Mengalir dari Arah Tak Terduga

9 Juli 2025
Manfaat Tidur di Awal Malam, Bahaya Tidur Sore untuk Kesehatan, Penyebab Tidur Tidak Teratur, Ketindihan, Tidur di Awal Malam, Cara Mengatasi Insomnia, Adab Tidur, Bangun

Kenapa Ada Orang yang Sering Bangun Pukul 3 Pagi?

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.