• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 16 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Syi'ar Sirah

Ibu Menyuruh Zaid bin Tsabit Dekati Rasulullah

Oleh Saad Saefullah
9 tahun lalu
in Sirah
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Foto: Redbubble

Foto: Redbubble

969
BAGIKAN

 

SEKARANG kita berada di luar Yatsrib bersama para sahabat, menunggu kedatangan Rasulullah. Sudah beberapa hari lalu beliau meninggalkan bumi Makkah. Mestinya hari ini beliau tiba. Ini sudah hari ketiga atau keempat kami meninggalkan rumah pagi-pagi sekali.

Sebagian berdiri di loteng-loteng rumah, sebagian lagi berlindung di bawah bayang-bayang pohon kurma. Mata kami lepas ke ufuk jauh, menatap hingga perih. Tetapi yang tampak hanyalah hamparan gurun pasir yang mendidih. Gamang hati kami, gelisah jiwa kami.

Di antara kami kebanyakan tidak mengenal Rasulullah. Tidak tahu seperti apa postur dan parasnya. Kami hanya bisa membayangkan beliau seperti yang dilukiskan orang-orang yang pernah bertatap muka dengannya.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Begitulah kami setiap hari, keluar pagi an pulang setelah matahari meninggi, memanggang tubuh dan melecut kepala kami.

Di tengah khalayak yang tengah berdiri berkerumun untuk menyambut Rasulullah ini, mata kami melihat seorang bocah berusia sepuluh atau sebelas tahun. Namanya zaid ibn Tsabit. Ia tampak sangat gelisah, mondar-mandir dengan mata tetap nyalang memandang ke ufuk jauh.

Berikut kami turunkan penuturan si bocah ini.

Lama sudah kami menunggu. Matahari terik bukan main pada musim panas ini. Karena letih, kami pun kembali.

Tiba-tiba seorang Yahudi, setelah melihat rombongan di kejauhan mnembus tabir fatamorgana, berteriak dari loteng rumahnya yang tinggi. “Bani Qailah, Bani Qailah, itu kakekmu datang!”

Sontak kami semua keluar, berbondong-bondong dan saling teriak. Aku bersama-sama kawan-kawan sebayaku berlari kencang ke ujung jalan arah Makkah, mendahului orang-orang tua, pria, wanita, yang juga bergegas.

“Rasulullah datang…! Rasulullah datang…!”

Teriakan kami memenuhi seluruh belahan Yatsrib, disambut seluruh jalan, dijawab batang-batang kurma yang menjulang, menggetarkan loteng-loteng rumah. Para tetua berkata, “Belum pernah Yatsrib mengalami peristiwa seperti hari ini. Belum pernah terjadi momentum sedahsyat ini. Semua hati girang tak terperi. Seluruh wajah bersinar cerah. Semesta jiwa berdenyut penuh cinta. Sungguh, sebuah perjumpaan yang menggetarkan dan mengharukan!”

Rombongan Nabi terus bergerak dari kejauhan. Ada sekitar tujuh puluh orang yang ikut dalam rombongan itu. Semua menaiki tunggangannya, membawa bendera, melangkah dalam pelukan angin yang berdesir gemulai. Mereka berhenti di luar Yatsrib, berteduh di bawah pohon-pohon kurma. Di situ, telah menunggu berkerumunan sekitar lima ratus orang laki-laki dan peremuan. Tetapi, tidak tahu yang mana Rasulullah?

Dua orang pria duduk berteduh di bawah sebatang pohon kurma. Juga pri-pria lain yang bukan penduduk Yatsrib. Orang-orang berbisik di belakangku.

“Di antara dua pria itu, manakah Rasulullah?”

“Tidak tahu.”

Kami tak perlu menunggu lama untuk menemukan jawabannya. Seorang dari sua pria itu bangkit, lalu melindungi temannya dari terik matahari dengan selendangnya. Maka tahulah kami, pasti pria yang duduk itulah Rasulullah.

Pria itu berperawakan ideal. Tidak kurus, tidak gemuk. Dadanya bidang. Kulitnya putih bak kembang. Parasnya bulat menawan. Keningnya lebar. Kedua pipinya halus datar. Mulutnya lebar sedang. Alis matanya memanjang. Hitam matanya begitu pekat. Jenggotnya lebat.

Kami bergegas menghampiri, mengelilingi, dan mengucapkan selamat datang.

“Selamat datang, Rasulullah.”

“Salam sejahtera untukmu, Nabi Allah.”

“Kami ucapkan selamat datang, Rasulullah.”

Ada wibawa tak terkira di balik keanggunan beliau. Ada aura kuat memancar dari parasnya yang bercahaya. Seraya tersenyum agung, beliau membalas semua dengan mengucap salam dan menyambut mereka dengan wajah berbinar.

Rupanya ibu juga tak kuasa menahan kegembiraan. Dengan langkah tersipu-sipu ia ikut merengsek ke depan bersama wanita-wanita lainnya. Lalu ia berkata padaku, “Zaid, dekati Nabi, mintalah berkah!”

Makin meluap saja kerumunan orang di sekeliling Nabi. Semua berebut menyambutnya dan mengucapkan selamat datang. Maka, bersama teman-teman sebayaku aku menyelip masuk. Kudorong orang-orang hingga aku berhasil berada lebih dekat dengan Nabi. Kudengar beliau bersabda berulang-ulang, “Saudara-saudara, sebarkanlah salam, sedekahkanlah makanan, jalinlah hubungan kekerabatan, shalatlah di waktu malam saat orang-orang tertidur nyenyak, niscaya kalian masuk ke surga dengan sentosa.”

Tak lama berselang, Tsabit ibn Qais datang bersama sekelompok penunggang kuda. Ia berdiri di depan Nabi, lalu dengan suara lantangnya mengucapkan selamat datang kepada beliau. Kami lihat rona kebahagiaan di raut muka beliau. []

Sumber: Ketika Nabi di Kota/Dr Nizar Abazhah/Penerbit Zaman

Tags: nabizaid bin tsabit
Share969SendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini Bahaya Berlebihan dalam Makanan

Next Post

Ini Batas Akhir Shalat Isya

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Terkait Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails

21 Sifat Manusia Menurut Al Quran

Oleh Laras Setiani
17 Oktober 2019
0
ilustrasi.foto: kiblat

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya...

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

Jawab 20 Pertanyaan tentang Islam Ini, dari yang Paling Mudah sampai yang Agak Sulit

Oleh Dini Koswarini
2 Mei 2025
0
Teka Teki Fiqih, Pertanyaan, Pertanyaan tentang Islam

Berikut 20 soal pilihan ganda bertema Islami, disusun dari tingkat mudah hingga sulit, lengkap dengan jawabannya,

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.