• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Hukum Iqalah dalam Jual Beli

by Yudi
5 tahun ago
in Ekonomi
Reading Time: 1 min read
A A
0
Foto: Unsplash

Foto: Unsplash

PROSES jual beli dalam hidup ini sulit untuk dihindari. Sebab, manusia butuh hal-hal yang bisa memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan, ia tidak akan mampu memenuhi seluruh kebutuhannya tersebut. Maka, di sinilah terjadi proses transaksi antara seseorang dengan orang lain.

Meski begitu tak jarang kita temukan sesuatu yang tidak mengenakan dalam proses jual beli. Salah satunya, iqalah. Apa itu?

BACA JUGA: Bukan Cuma Haji, Jual Beli juga harus Mabrur, Lho!

Iqalah ialah pembatalan jual beli, pengembalian uang kepada pembeli, dan pengambilan barang pada penjual. Jika masing-masing dari pembeli dan penjual menyesali jual belinya atau salah satu dari keduanya. Lalu, apa hukum iqalah? Apakah diperbolehkan dalam Islam?

ArtikelTerkait

5 Negara Ini Berikan Gaji kepada Warganya yang Menganggur

7 Cara Mengatur Keuangan agar Gaji Tidak Habis Sebelum Akhir Bulan

10 Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Dompet Cepat Kosong!

Strategi Efektif Mengelola Kas untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

Iqalah disunnahkan jika salah satu dari pembeli dan penjual memintanya. Sebab, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa menerima pembatalan jual beli orang Muslim, Allah menerima pembatalan kesalahannya,” (Diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah, dan Al-Hakim yang men-shahih-kannya).

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Barangsiapa menerima pembatalan jual beli orang yang menyesal, Allah menerima pembatalannya pada hari kiamat,” (Diriwayatkan Al-Baihaqi dengan sanad shahih).

Sedangkan macam hukum-hukumnya terbagi menjadi:

1. Diperselisihkan, yaitu apakah iqalah itu pembatalan jual beli pertama ataukah jual beli baru? Imam Ahmad, Imam Syafi’i dan Abu Hanifah berpendapat bahwa iqalah adalah pembatalan jual beli pertama. Sedang Imam Malik berpendapat bahwa iqalah adalah jual beli baru.

BACA JUGA: Jujurlah agar Jual Beli jadi Berkah

2. Iqalah diperbolehkan jika sebagian barang mengalami kerusakan.

3. Tidak boleh ada kenaikan atau pengurangan harga iqalah. Jika terjadi kenaikan atau pengurangan harga, maka iqalah tidak diperbolehkan dan ketika itu menjadi jual beli baru di mana seluruh hukum jual beli diberlakukan padanya seperti syarat maknan harus sudah diterima, ada sighat jual, dan lain sebagainya. []

Referensi: Ensiklopedi Muslim Minhajul Muslim/Karya: Abu Bakr Jabir Al-Jazairi/Penerbit: Darul Falah

Tags: adab berdagangBerdagangDagangIqalahjual beli
Previous Post

Inilah 3 Baris Kalimat yang Tertulis di atas Kiswah Kabah

Next Post

Ini Wasiat-wasiat Nabi Nuh Agar Selalu Disayangi Allah dan Makhluk-Nya

Yudi

Yudi

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.