islampos
Media islam generasi baru

Hamba Duit

Foto: Abu Umar/Islampos
0

Termasuk hal yang bikin saya sebel diantara hal-hal yang paling nyebelin, ialah ketika segala sesuatu mesti diukur dengan yang namanya duit, serius jadi males banget.

Sebab yang datang karena duit, juga pergi karena duit, yang dihargai sebab duitnya, akan dihina sebab duitnya juga. Kalau baasan awalnya udah duit, ilang semua makna.

Minta ngisi kajian, belum-belum nanyanya “Bayarnya berapa?”, belum-belum kerja sudah nanya “Aku dapet apa?” Beuhh.. seolah-olah nggak ada yang penting lainnya.

Keberhasilan hidup harus dinilai dengan duit, prestasi harus diukur dengan duit, dakwah ditandai keberhasilannya dengan duit, lha ini apa-apaan lagi?

Cuma punya duit milyaran, orang kafir juga bisa, Qarun udah duluan, Firaun sudah mengungguli. Hanya donasi milyaran, Bill Gates juga sudah melakukan.

Come on bro, hidup lebih dari sekadar duit, lebih indah dari sekedar apa yang bisa dilihat di dunia, lebih banyak dari apa yang bisa disediakan yang fana.

Kita mungkin menolak disebut hamba duit, tapi tiap hari kita omongin itu, pencapaian diukur dari situ, buku-buku yang kita baca juga kebanyakan tentang itu.

Kita ngomong kesuksesan batasannya pasti materi, yang kita sebut-sebut tiap hari tentang dunia, foto-foto bareng duit, lha apa yang ingin orang anggap tentang kita?

Been there, ketika saya menganggap duit bisa membuat saya lebih bahagia, lebih baik dalam berdakwah, lebih mudah dalam mengenalkan Islam, but I’m wrong.

Bermanfaat nggak harus nunggu berduit, bahkan bahagia nggak ada hubungannya samasekali dengan duit. Kadang malah duit malah mengalihkan fokus kita yang utama.

Kadang Allah memuliakan hamba-Nya dengan kekurangan duit, dan melebihkan hamba-Nya dengan lebih duit, by the way, orang kaya beneran juga gak banyak omong duit.

Kalau duit hanya perantara, maka perantara itu tidak disebut-sebut lebih dari tujuan, tidak menonjol lebih dari tujuan, dan tidak pernah dibanggakan melebihi tujuan.

Lainnya dari Kategori ini
1 of 14

Demikian nasihat bagi diri sendiri yang masih terbelenggu dunia, masih memerlukan duit, dan belum sepenuhnya bisa seperti para sahabat yang menjadikan duit hambanya. []

Sumber: https://web.facebook.com/UstadzFelixSiauw/photos/a.444868486350.234966.68040156350/10155485708931351/?type=3&_rdc=1&_rdr