• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Fanatik Kelompok

by Yudi
5 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
fanatik

Foto: Pinterest/Media Storehouse USA

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TOLERANSI umat Islam kepada non-muslim sebenarnya tidak ada masalah sejak dulu. Yang bermasalah hingga hari ini justru toleransi kepada sesama muslim. Penyebabnya adalah sikap fanatik (ta’ashub) terhadap kelompok tertentu.

fanatik
Foto: Islampos

Fanatik membuat seseorang mengira gambaran -pemahaman dan pengamalan- Islam hanya satu bentuk. Ketika melihat bentuk yang berbeda, ia kaget dan terburu-buru memvonis sesat.

Fanatik membuat perkara yang ijtihadiyyah/zhanni, yang memungkinkan adanya perbedaan, dianggap sebagai hal yang qath’i, tidak boleh berbeda, kalau berbeda berarti sesat.

Nash-nash wahyu itu tidak semua qath’i, justru banyak yang zhanni, yang membutuhkan ijtihad. Karena akal manusia terbatas, maka ijtihad itu bisa menimbulkan perbedaan. Baik nash berkaitan dengan hukum fiqih, begitu pula berkaitan dengan aqidah. Nash yang qath’i tentang aqidah itu menjadi pokok aqidah, standar keislaman seseorang.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

BACA JUGA: Berikut 5 Ayat Al-Quran tentang Toleransi

Namun ada pula nash aqidah yang membutuhkan ijtihad. Sehingga lahirlah perbedaan dalam tiga madzhab aqidah ahlus sunnah: atsari, asy’ari dan maturidi. Misalnya merumuskan sifat-sifat Allah, kelompok asy’ari menyimpulkannya dengan sifat 20.

Kelompok yang mengikuti ijtihad ibnu taimiyyah, berakar atsari, membagi tauhid kepada 3: rububiyyah, uluhiyyah dan asma wassifat. Adakah nash yang jelas menyebutkan pembagian itu? Tentu tidak ada. Ini menunjukkan ada ijtihad dalam hal aqidah, ada furu aqidah. Yang mengingkari ini, ia menyalahi fakta keilmuan yang ada.

Fanatik Kelompok

mengkafirkan orang, sekularisme, ghashab, Fanatik
Foto ilustrasi tangan menunjuk: Unsplash

Memilih pendapat yang lebih kuat (rojih) dari perbedaan ijtihadiyyah tidak menafikan adanya pendapat yang berbeda. Karena penilaian rojih itu sendiri bisa berbeda. Maka tidak boleh ada pengingkaran dalam masalah ijtihadiyyah ini.

Dalam kaidah fiqih disebutkan: “La inkaro fi al-masail al-khilafiyyah” (tidak boleh ada pengingkaran dalam masalah yang mengandung perbedaan pendapat). “Al-Ijtihad la yunqadhu bil ijtihad” (satu ijtihad tidak bisa digugurkan dengan ijtihad yang lain). Karena pengingkaran itu pada perkara mungkar, yang disepakati.

BACA JUGA: Toleransi dalam Islam Ada Batasannya?

Perkara zhanni ini tidak bisa menjadi alasan untuk memvonis sesat, mengeluarkan dari ahlus sunnah dan timbulnya permusuhan, justeru perintah menjaga persaudaraan sesama muslim adalah perkara yang qath’i.

Maka, tidak ada yang dapat dilakukan dalam masalah ijtihadiyyah ini selain bersikap toleran dan berlapang dada, agar Allah mencurahkan rahmat-Nya, memberikan kekuatan, agar tidak mudah dilemahkan, diprovokasi dan dipecah belah. []

Oleh: Ustadz Muhammad Atim

Tags: fanatiktoleransi
ADVERTISEMENT
Previous Post

9 Kelompok Orang yang Bersama Nabi di Surga

Next Post

Ahlus Sunnah di Antara Penyimpangan

Yudi

Yudi

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.