ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Erdogan Ungkap Rekaman Suara Pembunuh Khashoggi: ‘Saya Tahu Cara Memotong’

0

ISTANBUL—Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan, mengungkapkan salah satu bagian dari rekaman suara pembunuhan jurnalis Saudi di Konsulat Arab di Istanbul, Turki.

Erdogan mengatakan, salah satu pembunuh Jamal Khassogi terdengar mengatakan ‘saya tahu cara memotong’ dalam rekaman suara pembunuhan Jamal Khassoggi yang hanya diberikan kepada pejabat Amerika Serikat dan Eropa.

“Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Kanada, kami membuat mereka mendengar secara bersama pria itu mengatakan ‘saya tahu cara memotong’. Pria ini adalah seorang prajurit, ini semua terdengar dalam rekaman audio,” kata Erdogan ketika meyampaikan pidato di Istanbul, Jumat (14/12/2018).

Sementara itu sumber CNN juga mengungkap kata-kata terakhir yang diucapkan Jamal Khashoggi sebelum ia tewas dicekik. Kata-kata terakhir Jamal itu ada di dalam transkrip rekaman pembunuhan yang sempat dibaca oleh sumber.

Berdasarkan transkrip itu, Khashoggi berulang kali berteriak mengatakan kepada pembunuhnya “Saya tidak bisa bernafas”.

Terdengar pula suara gergaji yang diyakini muncul dari proses pembunuhan ketika Khashoggi dimutilasi.

Kolumnis Washington Post dan kritikus putra mahkota itu dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada tanggal 2 Oktober lalu.

Dari transkrip rekaman itu dapat disimpulkan, pembunuhan Khashoggi dilakukan dengan terencana oleh kelompok yang terorganisir.

Pembunuhan dilakukan sangat efektif dengan terus berkoordinasi dengan seseorang di Riyadh.

Sebelumnya, pihak Arab Saudi mengelak kemungkinan adanya keterkaitan Putra Mahkota Mohammad Bin Salman dalam pembunuhan itu.

Pihak Saudi mengatakan Khashoggi telah meninggalkan konsulat dengan keadaan hidup.

“Pangeran berkata Jamal Khashoggi meninggalkan konsulat, apakah ia seorang anak kecil? tunangannya menunggu di luar,” kata Erdogan.

“Mereka pikir dunia itu bodoh, bangsa ini tidak bodoh dan tahu bagaimana membuat orang bertanggung jawab,” lanjutnya lagi.

Pejabat Turki lainnya mengatakan bahwa kantor Kejaksaan Istanbul memiliki kecurigaan kuat kepada Saud al-Qahtani, pembantu utama Mohammad Bin Salman, dan Jenderal Ahmed al-Asiri, wakil kepala intelijen asing, terlibat dalam perencanaan pembunuhan Khashoggi.

Erdogan sendiri berulang kali mengatakan pihaknya tidak akan menyerah untuk mengungkapkan kebenaran.

Setelah Arab Saudi mengesampingkan dua orang tersebut, Turki mengatakan pekan ini akan mencari keadilan untuk Khashoggi di bawah hukum internasional. []

Loading...

SUMBER: REUTERS | CNN

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Comments
Loading...

Maaf Anda Sedang Offline

Send this to a friend