• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Dulu Dianggap Gila, Kini Mbah Sadiman dapat Rp100 Juta

by Sodikin
7 tahun ago
in Inspirasi
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mbah Sadiman penyelamat dari bencana kekeringan berkat usahanya menanam pohon. Foto: Tempo

Mbah Sadiman penyelamat dari bencana kekeringan berkat usahanya menanam pohon. Foto: Tempo

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

MBAH Sadiman (68) dulu dicap gila oleh warga sekitar atas upayanya yang gigih menghijaukan Desa Geneng, Kecamatan Bulukerto, Wonogiri, Jawa Tengah. Namun siapa sangka, Mbah Sadiman  mendapat penghargaan berupa Apresiasi Dukungan Insan Inspiratif. Penghargaan ini jelas membuat warga terkejut.

Penghargaan tersebut diterimanya di Geneng, demikian siaran pers dari Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Mbah Sadiman menjadi pahlawan setelah bertahun-tahun menanam dan merawat puluhan ribu pohon sebagai pengikat air penghidupan bagi warga desa dan sekitarnya.

BACA JUGA: Cegah Kebakaran Hutan, Portugal Manfaatkan Kambing

ArtikelTerkait

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

Berbagai tanaman, khususnya beringin, menjadikan desanya berlimpah air meskipun wilayah itu memasuki musim kemarau. Ia memilih beringin karena bisa menjadi pencegah erosi. Selain itu, beringin yang ditanam sejak 1996 di bawahnya memunculkan mata air.

Sekarang 340 keluarga di Desa Geneng di lereng Gunung Lawu sudah merasakan jerih payah Mbah Sadiman berupa aliran air secara gratis dan mandiri.

Atas upayanya tersebut, BNPB dan berbagai pihak memberikan Apresiasi Dukungan Insan Apresiatif.

“Apa yang telah dilakukan oleh Mbah Sadiman kiranya bisa menjadi contoh bagi kita semua dan bisa mengikut jejak langkah beliau dalam pelestarian lingkungan,” ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) juga memberikan dukungan dan penghargaan kepada Sadiman sebagai tokoh penyelamat lingkungan yang gigih dan semangat tanpa pamrih meski sudah memasuki usia lanjut. Dalam hal ini, BRI mendukung gerakan menanam dan merawat pohon seperti yang dilakukan Sadiman selama 23 tahun terakhir ini. Wakil Pimpinan Wilayah BRI Yogyakarta Joko Sudarmo menyerahkan dana sejumlah Rp 100 juta kepada Sadiman atas kepedulian yang tinggi kepada lingkungan dan kemanusiaan.

Selama 20 tahun lebih, sejak tahun 1996, Sadiman telah mengabdikan diri sebagai pekerja senyap dalam memulihkan ekosistem di lereng Gunung Lawu. Sebelumnya, kebakaran hebat pernah melanda desa, kekeringan saat musim kemarau, banjir saat musim hujan, petani tidak cukup mendapat air untuk tanaman, dan warga kesulitan mendapatkan air.

Setidaknya lahan seluas 250 ha di Bukit Gendol dan Bukit Ampyang, lereng Gunung Lawu, telah ia tanami dengan 11 ribu tanaman. Ini bermula dari keresahannya akibat kerusakan lingkungan, penebangan dan penjarahan hutan yang dilakukan warga dan berimbas pada kehidupan warganya sendiri. Ia melakukan semuanya sendiri, tanpa bayaran dan tidak mengharapkan imbalan.

BACA JUGA: Bernilai Triliunan, ‘Emas Hijau’ Indonesia Bisa Jadi Komoditi Bisnis Umat

“Dulu, saya dianggap gila. Ketika (masyarakat) yang lain menanam tanaman pangan, saya malah menanam pohon beringin. Tapi sekarang, apa yang saya tanam itu bisa menghasilkan air untuk warga dan udara menjadi sejuk,” tutur Sadiman.

Pada awal Agustus 2019, BNPB juga memberikan penghargaan sebagai tokoh inspiratif Reksa Utama Anindha (Penjaga Bumi yang Penuh Kebijakan). Pada kesempatan itu, Kepala BNPB Doni Monardo menyampaikan bahwa kita butuh ribuan orang seperti Mbah Sadiman.

“Meski usia sudah 68 tahun, beliau ini masih segar bugar dan semangat untuk menanam pohon. Bahkan alasan kenapa beringin yang ia tanam, antara lain selain kuat, penyuplai air dan udara, beringin juga dipercaya ada ‘penunggunya’, jadi warga desa tidak berani tebang. Ini unik dan menarik,” ujar Doni Monardo pada 1 Agusutus 2019 di Graha BNPB, Jakarta. []

SUMBER: TEMPO

Tags: mbah sadiman
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ini 10 Kesalahan Umum Saat Berwudhu (1)

Next Post

Ini Doa SBY untuk Almarhum Ibundanya

Sodikin

Sodikin

Related Posts

gunung, naik gunung, shalat

10 Tips Naik Gunung Tanpa Meninggalkan Shalat 5 Waktu

8 Juli 2025
menikah, KUA

Apa Saja Keuntungan Menikah di KUA?

6 Juli 2025
gunung, mendaki gunung

10 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Pemula dan Pendaki Berpengalaman

2 Juli 2025
rasa benci, anak, ayah

7 Faktor yang Membuat Anak Membenci Ayahnya

30 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.