• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Di Bulan Ramadan, Umat Muslim Yaman Hidup Tragis: Tak Ada Makanan

by Riza Fauzi Saputra
9 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Yaman
[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

YAMAN–Tiba bulan Ramadan, seluruh umat Islam di dunia merayakannya dengan makanan-makanan khas yang enak dan lezat untuk hidangan berbuka atau sahur. Tidak seperti di Yaman, umat Islam di negara ini justru kekurangan makanan selama bulan Ramadan.

Selama dua tahun perang berlangsung di Yaman, lembaga bantuan melaporkan bahwa lebih dari 17 juta orang mengalami kelaparan. Ini merupakan krisis kemanusiaan terbesar yang terjadi di dunia setelah perang dunia kedua selesai.

Akibatnya, lebih dari dua juta anak-anak kekurangan gizi akut di Yaman, di mana seorang anak balita meninggal setiap 10 menit karena penyakit yang dapat dicegah, menurut sebuah laporan oleh UNICEF yang dipublikasikan pada Desember.

Menjelang berbuka puasa, umat Islam di dunia seringkali menyempatkan diri untuk keluar kantor atau rumah untuk mencari makanan dan minuman yang dijual pasar serta toko-toko. Hal ini tidak terjadi di Yaman, setiap kali umat Muslim pergi ke toko, satu makanan pun tak tersedia.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Seorang pemilik toko di Hodeidah, sebuah kota pantai barat Yaman, Yahya Hubar mengatakan bahwa setiap tahun penjualan di toko tidak pernah meningkat, terus-menerus turun. Dan Ramadan tahun ini adalah penjualan terburuk daripada tahun-tahun sebelumnya.

Setiap hari, warga Yaman berebut makanan demi kelangsungan hidupnya, tak terkecuali anak-anak dan lansia. Alhasil, mereka tidak pernah membicarakan menu makanan apa yang akan mereka makan disaat berbuka atau sahur.

“Situasi kami sangat berat, kami belum dibayar selama beberapa bulan, kebutuhan pokok sulit didapat dan harganya tinggi. Kami melihat barang yang tidak bisa kami beli,” kata Nabil Ibrahim, seorang warga Hodeidah.

Krisis kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi di dunia ini, Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) membutuhkan bantuan 2.1 milyar dolar AS untuk memenuhi kebutuhan makanan dan obat-obatan bagi warga Yaman yang terkena kelaparan dan terjangkit wabah kolera.

“Orang-orang dari Hodeidah hidup dalam situasi yang tragis. Ramadan tiba saat orang-orang sangat menderita karena gaji yang tidak dibayar, tidak ada listrik, tidak ada air dengan cuaca panas dan blokade karena perang yang sedang berlangsung di Yaman,” ujar Sadeq Al Saeedi, seorang pekerja amal.

Kondisi ini menjadikan Yaman sebagai negara termiskin di Afrika. Awal bulan ini, keadaan darurat diumumkan di ibukota oposisi Yaman, Sanaa, setelah wabah kolera menewaskan puluhan orang. []

Sumber: Al-Jazeera

Tags: kelaparanKoleamakananperangRamadanyaman
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tak Terbukti Bersalah, Jurnalis Muslim Ranu Muda Divonis Bebas oleh Pengadilan

Next Post

Shalat Tarawih di Masa Abu Bakar dan Umar

Riza Fauzi Saputra

Riza Fauzi Saputra

“Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan,” (Bediuzzaman Said Nur).

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.