• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Di Balik Surat Palsu Atas Nama Utsman bin Affan

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto hanya ilustrasi. Sumber: artstation

Foto hanya ilustrasi. Sumber: artstation

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DI tengah perjalanan menuju Mesir, rombongan melihat ada seorang pembawa surat yang bertingkah aneh. Sesekali ia menampakkan diri kepada rombongan, lalu pergi dan menghilang. Hal tersebut dilakukannya demi mencuri perhatian mereka, hingga rombongan Mesir pun menangkapnya.

Usai diinterogasi, diketahuilah bahwa orang tersebut pembawa surat khalifah Utsman bin Affan yang berstempel khalifah. Isi surat itu menyatakan seolah-olah khalifah memerintahkan gubernur Mesir agar membunuh seluruh rombongan yang kembali ke Mesir.

Mendengar hal ini, rombongan pun memilih mundur: memutuskan kembali ke Madinah. Dan anehnya, rombongan yang kembali ke Bashrah dan Kufah pun mendengar berita ini, mereka juga kembali ke Madinah.

BACA JUGA: Mushaf di Tangan Ustman bin Affan

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Hingga Ali bin Abi Thalib akhirnya berkata, “Wahai penduduk Kufah dan Bashrah, bagaimana mungkin kalian mengetahui surat yang sampai pada rombongan Mesir. Kalian telah berjalan jauh, lalu kalian semua kembali pada kami. Sungguh, ini adalah perkara yang sudah kalian sepakati dari Madinah.”

Padahal sebelumnya beliau memiliki kesempatan untuk menghukumnya, tapi tak dilakukan. Adapun yang patut dicurigai pada saat itu ialah Khawarij -Hukaim bin Jabalah dan al-Asytar an-Nakha’i- tetap tinggal di Madinah setelah semua rombongan kembali ke negeri masing-masing.

Sementara yang lain menuduh Marwan bin al-Hakam (penulis dan pemegang stempel khalifah) berkhianat. Namun, jika seandainya memang iya, maka ia akan memerintahkan pembawa surat tuk pergi sejauh mungkin dari rombongan Mesir, bukan malah menampakkan batang hidung.

Lantas, sesampainya rombongan ke Madinah, mereka menunjukkannya kepada para sahabat Rasulullah yang ada di sana.

Setelah melihat surat tersebut, sebagian sahabat membawanya kehadapan Utsman dan bertanya padanya perihal surat tersebut di hadapan penduduk Mesir. Dan dengan nama Allah, Utsman bersumpah bahwa tidak melakukan hal demikian. Tapi pemberontak tak cukup sampai di situ.

BACA JUGA: Meneladani Sifat Utsman bin Affan RA

Mereka bertanya, “Bagaimana mungkin ada stempelmu di surat tersebut?”

Utsman menjawab, “Bisa saja seseorang dipalsukan tulisan dan stempelnya.”

Mereka bertanya kembali, “Surat itu dibawa oleh budakmu dan ia menunggangi untamu?”

Utsman menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengetahuinya sama sekali.”

Dan pemberontak memojokkan Utsman (lagi) melalui perkataan yang menyakitkan. Padahal, seandainya surat itu ditulis tanpa sepengetahuan beliau, maka ini bukan berarti menunjukkan kelemahan beliau dalam pemimpin. Mengingat Utsman juga manusia yang dapat berbuat lalai, serta menjadi korban makar. Adapun surat ini juga bukanlah surat palsu pertama yang disebarkan para pemberontak.

BACA JUGA: Apa Apa di Antara Umar dan Ustman?

Aisyah membantah, “Demi Allah, yang orang mukmin beriman pada

Diriwayatkan dari Masruq, Aisyah RA berkata ketika Utsman terbunuh, “Kalian meninggalkannya bagaikan pakaian bersih dari noda, lalu kalian datang menyembelihnya seperti domba.”

Masruq berkata, “Ini sebab perbuatanmu. Engkau menulis surat pada masyarakat menyuruh mereka untuk memberontak padanya.”

-Nya dan orang kafir inkar pada-Nya. Aku tidak pernah menulis apa pun, hitam di atas putih sampai aku duduk di tempatku ini.” []

Sumber: Utsman Bin Affan: Tragedi Kematian Sang Khalifah/Abu Jannah/Pustaka Al-Inabah: Jakarta

Tags: Ustman bin Affan
ADVERTISEMENT
Previous Post

10 Cara Aman Gunakan Toilet Umum agar Terhindar dari Penyakit

Next Post

Suamimu

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.